Kenali, 4 Gejala Khas Penyakit Jiwa Skizofrenia Supaya Bisa Terdeteksi Dini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/08/2018
Bagikan sekarang

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan parah yang memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Gangguan mental ini tidak hanya berdampak langsung pada kehidupan penderita saja, tapi juga keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Sayangnya, di banyak negara penyakit ini masih memiliki stigma negatif, termasuk di Indonesia. Hal ini menyebabkan sejumlah kasus skizofrenia tidak pernah dilaporkan dan tidak mendapatkan tindak lanjut secara medis. Padahal gejala skizofrenia dapat dikendalikan dengan diagnosis sejak dini.

Apabila gejala skizofrenia terdiagnosis sejak dini, maka peluang pasien untuk sembuh pun semakin besar. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat luas untuk memahami tanda dan gejala skizofrenia.

Gejala skizofrenia paling khas yang bisa diamati

Meski gejala skizofrenia hampir mirip dengan gangguan mental lainnya, tapi penyakit ini memiliki gejala khas yang bisa Anda amati.

Dr. Eka Viora SpKJ, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) ditemui dalam Southeast Asia (SEA) Mental Health Forum 2018 yang didukung oleh Johnson & Johnson pada Kamis (30/8) mengatakan “Gejala skizofrenia bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan skizofrenia. Akan tetapi gejala yang paling cepat dikenali adalah perubahan pada tiga poin, yaitu pada pikiran, perasaan, dan perilaku.”

Dari penjelasan yang dijabarkan Dr. Eka Viora, ada beberapa perubahan perilaku yang bisa menjadi gejala khas dari penyakit ini meliputi:

  • Mulai menarik diri dari lingkungan sekitar seperti teman dan keluarga.
  • Sulit diajak berkomunikasi, sering berbicara melantur, tidak masuk akal, dan terdengar membingungkan.
  • Mengalami waham, yaitu ketika seseorang memercayai fantasi yang dimiliki sebagai realita.
  • Suasana hati yang berubah-ubah, bisa tiba-tiba sedih dan murung, tidak mau berbicara, atau justru sering berbicara alias “ngoceh” terus.

Kembali melanjutkan pemaparannya, Dr. Eka Viora mengungkapkan bahwa gejala skizofrenia itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Akan tetapi penyakit ini paling rentan terjadi pada usia remaja atau dewasa muda, walaupun pada beberapa orang gejalanya baru muncul pada usia di atas 40 tahun.

Secara umum apabila Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala skizofrenia, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter. Kesalahan paling sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menghadapi skizofrenia adalah penanganan yang terlambat. Akibatnya, gejalanya bertambah buruk sehingga proses pengobatannya pun menjadi lebih sulit untuk dilakukan.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang bisa disembuhkan

Stigma negatif tentang penyakit skizofrenia yang masih berkembang di masyarakat membuat banyak orang menganggap bahwa penyakit ini adalah sebagai kutukan yang akan dihadapi seumur hidup. Padahal sama seperti penyakit lainnya, penyakit mental skizofrenia bisa diobati dan dikendalikan. Kuncinya adalah memiliki sistem pendukung yang kuat dan perawatan yang tepat.

Ya, orang dengan gangguan skizofrenia memiliki kemungkinan lebih besar untuk kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti orang normal lainnya apabila pengobatan dan terapi dilakukan dengan tepat.

Ditemui dalam acara yang sama, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penanganan Penyakit Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa sekarang ini pemerintah sedang mengoptimalkan fasilitas dan pelayanan kesehatan untuk penyakit mental di semua daerah di Indonesia.

Dengan pengobatan dan terapi yang tepat, sebagian besar orang dengan skizofrenia dapat memiliki pekerjaan yang layak dan produktif, bahkan mampu juga memiliki aktivitas lainnya yang bermakna, menjadi bagian dari masyarakat pada umumnya, dan dapat menikmati hidup dengan leluasa.

Penting untuk dipahami bahwa skizofrenia adalah penyakit kronis, sehingga pengobatan yang dilakukan juga memerlukan waktu panjang untuk hasil yang optimal.

Sebaliknya, jika penyakit ini tidak mendapatkan pengobatan yang baik, maka akan ada risiko kekambuhan. Semakin sering kekambuhan terjadi, kondisi pasien akan semakin menurun dan risiko terjadinya kerusakan otak permanen pun menjadi semakin besar.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Pria dengan Gangguan Mental Lebih Sulit Mendapatkan Perawatan?

Gangguan mental juga bisa menyerang pria. Namun, kebanyakan pria cenderung sulit mendapatkan perawatan gangguan mental. Apa sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Sikzonoate

Cari tahu informasi tentang sikzonoate di Hello Sehat, termasuk fungsi, efek samping, aturan pakai, interaksi obat, dan peringatan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Meski Berbeda, Bisakah Halusinasi dan Delusi Terjadi Secara Bersamaan?

Halusinasi dan delusi biasanya menandakan penyakit yang berbeda, tapi ada pula gangguan psikologis yang menunjukkan keduanya secara bersamaan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

4 Gangguan Mental yang Menyebabkan Anda Insomnia Alias Susah Tidur

Insomnia adalah penyakit sekaligus gejala dari masalah medis tertentu, contohnya gangguan mental. Apa saja gangguan mental yang menimbulkan gejala insomnia?

Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

pasung orang dengan gangguan jiwa

Bahaya Pasung pada Orang dengan Gangguan Jiwa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
gangguan kesehatan mental

Masalah Kejiwaan yang Umum Dialami Para Lansia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 02/01/2020
self diagnosis kesehatan mental

Dampak Self Diagnosis Kesehatan Mental, Bahaya Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019
memiliki banyak gangguan mental

Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/12/2019