Apa yang Membuat Seseorang Bisa Mengidap Skizofrenia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan parah yang mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Orang yang mengidap skizofrenia tampak seperti telah kehilangan kontak dengan kehidupan aslinya karena mereka sulit untuk membedakan antara kenyataan dengan pikirannya sendiri.

Dalam banyak kasus, gangguan skizofrenia berkembang begitu lambat yang mana seseorang tidak tahu bahwa mereka mengidap gangguan tersebut selama bertahun-tahun. Namun, dalam kasus lain, gangguan ini bisa menyerang tiba-tiba dan berkembang dengan cepat.

Orang yang mengidap skizofrenia sering berhalusinasi, mendengar suara-suara yang tidak ada. Beberapa bahkan mengira jika orang lain sedang membaca pikiran mereka, mengontrol bagaimana mereka berpikir, atau merencanakan sesuatu – terlebih niat buruk terhadap mereka.

Lantas, apa saja yang bisa jadi penyebab skizofrenia?

Sampai saat ini tidak diketahui apa yang penyebab skizofrenia, namun para peneliti percaya bahwa adanya pengaruh dari genetik, struktur dan zat kimia otak, dan lingkungan yang memberikan kontribusi untuk perkembangan gangguan ini.

1. Genetik

Dokter tidak berpikir bahwa ada satu gen yang jadi pembawa penyakit ini dalam diri seseorang. Namun sebaliknya, para dokter berpikir mungkin ada mutasi gen yang membuat seseorang berisiko mengidap skizofrenia.

Jika salah satu keluarga terdekat seperti ayah, ibu, saudara kandung memiliki riwayat gangguan mental, maka kemungkinan Anda mendapatkan gen bawaan dari mereka sebesar 10%. Namun jika kedua orang tua Anda memilikinya, Anda memiliki kesempatan 40% mendapatkan gen bawaan. Kemungkinan yang lebih besar lagi adalah jika Anda memiliki kembar identik yang mengidap skizofrenia, peluangnya adalah 50% terkena gangguan tersebut.

Tetapi, ada banyak juga orang yang mengidap skizofrenia tidak memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga. Para ilmuwan berpikir bahwa dalam kasus ini, terdapat perubahan atau mutasi gen sehingga memungkinkan orang yang tidak memiliki riwayat skizofrenia dari keluarganya bisa terkena penyakit ini.

2. Pengaruh lingkungan

Hal yang harus dipahami saat para peneliti skizofernia menggunakan istilah “lingkungan”, maksudnya adalah hal apapun selain gen atau faktor genetik. Para ilmuan mencoba memahami faktor-faktor yang mendefinisikan lingkungan sebagai penyebab gangguan mental ini, mulai dari lingkungan sosial, gizi, hormonal, bahan kimia dalam rahim ibu selama kehamilan, dinamika sosial, pengalaman stres seseorang, paparan virus, penggunaan vitamin, pengguna narkoba, bahkan pendidikan seseorang.

3. Struktur kimia otak

Para ahli telah membandingkan struktur otak penderita gangguan skizofernia dengan orang normal pada umumnya. Pada orang dengan skizofrenia, mereka menemukan:

  • Ruang di otak yang disebut ventrikel terlihat lebih besar
  • Bagian otak yang berhubungan dengan memori yaitu lobus temporal medial memiliki ukuran yang lebih kecil
  • Terdapat lebih sedikit konektor di atara sel-sel otak
  • Penderita skizofrenia juga cenderung memiliki perbedaan dalam zat kimia otak yang disebut neurotransmitter – yang bertanggung jawab sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendalian fungsi tubuh.

Penelitian terkait menemukan bahwa jaringan otak pada orang yang menderita skizofrenia bahkan menunjukkan struktur otak yang berbeda sejak lahir.

Konsultasikan ke dokter

Orang dengan skizofrenia sering tidak sadar jika mereka memiliki gangguan mental yang membutuhkan perhatian medis. Jika orang terdekat Anda memiliki gejala skizofrenia, berbicaralah kepadanya secara hati-hati tentang keprihatinan Anda. Anda bisa memberikan dorongan dan dukungan untuk membantu berkonsultasi ke dokter yang berkualitas atau ahli kesehatan mental.

Peran keluarga atau teman terdekat sangat membantu para penderita skizofrenia untuk segera berkonsultasi dengan dokter sehingga cepat ditangani.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Depresi bisa menyerang kapan saja. Tapi pada sebagian orang, depresi hanya muncul di pagi hari. Inilah yang dinamakan depresi pagi hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

Tidak semua orang punya kepercayaan diri yang tinggi. Lalu, bagaimana membangun kepercayaan diri agar bisa berhadapan dengan dunia luar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengendalikan ego adalah

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit