home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Pilihan Obat Skizofrenia dan Efek Sampingnya Bagi Pengidapnya

Mengenal Pilihan Obat Skizofrenia dan Efek Sampingnya Bagi Pengidapnya

Mengingat skizofrenia adalah penyakit kronis, maka pasien dengan gangguan mental ini memerlukan pengobatan yang cukup lama agar bisa sembuh. Salah satu metode pengobatan yang ampuh adalah dengan minum obat skizofrenia secara teratur. Jika pasien tidak minum obat skizofrenia secara teratur, peluang kekambuhan gejala pun akan semakin besar.

Nah semakin sering kekambuhan terjadi, kondisi pasien pun akan menurun dan risiko kerusakan otak permanen juga akan semakin tinggi. Lantas, apa saja pilihan obat skizofrenia yang sering diresepkan dokter? Simak berbagai pilihan obatnya di bawah ini.

Antipsikotik, jenis obat skizofrenia yang sering diresepkan dokter

Pengobatan skizofrenia memiliki beberapa metode, di antaranya pemberiaan obat dan terapi elektrokonvulsif (ECT) alias terapi listrik. Namun saat ini pemberian obat antipsikotik adalah yang paling umum dilakukan, sementara terapi listrik sudah banyak ditinggalkan.

Antipsikotik sendiri adalah obat primer yang digunakan untuk mengurangi dan mengendalikan gejala psikotik. Psikotik adalah kondisi yang memengaruhi pikiran seseorang sehingga timbul halusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas, serta tingkah laku atau bicara yang tidak wajar.

Obat ini bekerja dengan memengaruhi neurotransmitter dopamin dan serotonin di dalam otak, sehingga obat ini dapat membantu meringankan berbagai gejala gangguan mental seperti skizofrenia, gangguan bipolar, kecemasan, depresi, dan lainnya.

Perlu dipahami bahwa antipsikotik tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, tapi obat ini dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Obat ini harus diberikan dengan resep dokter.

Jenis-jenis obat antipsikotik

Berdasarkan cara pemberiannya, antipsikotik juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Obat antipsikotik oral (obat minum)

Obat ini biasanya diberikan pada pasien yang memiliki gejala skizofrenia ringan dan masih memungkinkan untuk minum obat secara teratur. Obat tersedia dalam bentuk tablet, cairan, atau tablet cepat larut dan harus diminum setiap hari setidaknya 2-3 per hari.

Mengingat pasien harus minum obat ini setiap hari, sehingga ada risiko lupa minum obat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kekambuhan lebih besar.

2. Obat suntik kerja panjang (long-acting injection)

Obat ini biasanya diberikan pada pasien yang susah untuk minum obat setiap hari dan tidak ada orang yang bisa mengawasi mereka. Pasalnya, obat ini tidak harus diminum setiap hari. Interval pemberian obat sekitar 2-4 minggu dan bahkan ada pula yang dapat diberikan untuk 12 minggu.

Keuntungan utama obat jenis ini adalah pasien tidak perlu selalu diingatkan untuk minum obat dan memungkinkan terjadinya risiko kekambuhan lebih rendah.

Ditemui dalam acara South Asean Mental Health Forum, Kamis (30/8), Jakarta, yang didukung oleh PT Johnson and Johnson Indonesia, Dr. Eka Viora SpKJ, Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI), mengungkapkan “Obat suntik biasanya akan diberikan pada pasien yang sibuk atau memiliki aktivitas padat. Takutnya, aktivitas yang dijalani membuat pasien lupa minum obat dan memperparah kondisinya, karena itu diberikan obat suntik supaya lebih mudah.”

Sayangnya obat ini hanya bisa diberikan oleh tenaga medis aja. Meski begitu hal ini tentu tetap membawa kabar baik, karena pasien justru akan lebih teratur untuk bertemu dengan dokter.

Efek samping antipsikotik sebagai obat untuk skizofrenia

Antipsikotik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

Antipsikotik atipikal

Obat ini merupakan obat antipsikotik generasi terbaru, alias generasi kedua. Dibandingkan dengan generasi pertama, antipsikotik jenis ini dinilai memiliki efek samping yang lebih ringan sehingga paling sering direkomendasikan oleh dokter. Beberapa jenis obat antipsikotik generasi terbaru ini olanzapine, quetiapine, ziprasidone, aripiprazole, lurasidone, dan risperidone.

Antipsikotik tipikal

Obat ini merupakan obat generasi pertama yang juga sering disebut sebagai neuroleptik. Sayangnya, obat ini dapat menyebabkan efek samping pada otot dan saraf, contohnya kejang otot, kedutan, dan gemetar.

Meski obat antipsikotik atipikal sering diresepkan karena minim efek samping, antipsikotik tipikal umumnya lebih murah. Beberapa jenis obat antipsikotik generasi pertama ini termasuk chlorpromazine, haloperidol, perphenazine, dan fluphenazine.

Dalam kasus skizofrenia, obat adalah pilihan utama untuk mengontrol gejala. Mengingat gangguan mental ini adalah penyakit kronis, maka pengobatan yang dilakukan juga jangka panjang. Tak jarang banyak keluarga yang khawatir tentang efek samping dari pengobatan penyakit ini.

Namun, perlu diketahui bahwa setiap obat pasti memiliki efek samping, termasuk antipsikotik yang digunakan sebagai obat untuk skizofrenia. Meski begitu Anda tak perlu khawatir. Pasalnya efek samping obat ini umumnya bisa diatasi, asalkan pasien melakukan konsultasi secara rutin dengan dokter.

“Semua (obat) ada efek sampingnya. Makanya harus berkonsultasi dengan dokternya, efek samping obat itu kan bisa diatasi semua. Ada obat itu yang efek samping ngantuk, nah, makanya kita cari obat yang tidak ngantuk. Kalau dia butuh tidur, maka kita berikan obat yang ada efek sedasinya. Jadi, semuanya bisa diatasi dan tidak ada yang mengkhawatirkan untuk dia (pasien skizofrenia) menggunakan obat seumur hidup.”, kata Dr. Eka Viora SpKJ menjelaskan lebih lanjut.

Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi ke dokter tentang manfaat dan efek samping dari obat apapun yang diresepkan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 31/08/2018
x