1. Definisi

Apa itu trauma genital?

Trauma genital adalah cedera pada area kelamin pria atau wanita. Kebanyakan di antaranya adalah memar (disertai pembengkakan) atau luka kecil yang dapat sembuh dalam 3 sampai 4 hari.

Apa saja tanda-tanda dan gejalanya?

Jika trauma genital terjadi karena benturan benda pada skrotum, gejala biasanya berupa pembengkakan dan rasa sakit pada skrotum. Tanda-tandanya mungkin termasuk skrotum berubah warna dan menjadi nyeri serta kaku.. Biasanya pemeriksaan untuk kondisi ini agak sulit karena pasien merasa tidak nyaman.

Trauma berupa penis patah biasanya menghasilkan suara retak, munculnya rasa sakit, dan ditandai dengan pembengkakan dan memar, bahkan biasanya terlihat perubahan bentuk. Cedera ini dapat juga menyebabkan tersumbatnya saluran urin.

2. Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Untuk luka minor, bersihkan area yang terluka dengan hati-hati menggunakan sabun dan air. Kemudian tekan selama 10 menit dengan perban steril untuk menghentikan perdarahan. Untuk pembengkakan, kompres dengan kain basah yang dingin sampai 20 menit (jika bisa ditolerir). Hubungi dokter Anda jika buang air kecil menjadi sulit.

Kapan saya harus ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Kulit terbuka lebar dan kemungkinan membutuhkan jahitan
  • Terdapat perdarahan luar yang tidak dapat dihentikan setelah penekanan selama 10 menit
  • Rasa sakit yang parah
  • Sulitnya buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urin
  • Pada pria: skrotum membengkak
  • Pada wanita: terdapat perdarahan dari dalam vagina
  • Pada wanita: cederaberasal dari benda yang masuk ke vagina
  • Kesulitan untuk berdiri
  • Jika penyebabnya adalah pelecehan seksual

3. Pencegahan

Untuk wanita:

  • Jaga area vagina tetap bersih. Gunakan air dan sabun yang ringan. Bilas sampai bersih
  • Setelah menggunakan toilet, ceboklah dari depan ke belakang untuk mencegah penyebaran jamur atau bakteri dari anus ke vagina atau saluran urin.
  • Gunakan celana dalam yang dapat membantu area kemaluan tetap kering dan jangan dibiarkan dalam kondisi panas dan lembap. Salah satu pilihan yang tepat adalah celana dalam berbahan katun.
  • Hindari penggunaan pakaian yang ketat, seperti celana dalam dan jeans yang ketat. Hal tersebut dapat meningkatkan panas tubuh dan membuat area kemaluan menjadi lembap.
  • Segera mengganti pakaian renang setelah selesai berenang. Menggunakan pakaian renang dalam keadaan basah selama berjam-jam dapat menyebabkan area kemaluan menjadi lembap.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca