Mengenal Servisitis, Penyakit Radang Leher Rahim yang Mengintai Kaum Hawa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Leher rahim alias serviks adalah salah satu bagian organ reproduksi yang penting untuk dijaga kesehatannya. Pasalnya, organ yang satu ini berfungsi sebagai jalan keluar darah menstruasi maupun bayi saat melahirkan. Karena perannya yang sangat penting itulah, Anda perlu mewaspadai beberapa masalah kesehatan yang dapat menyerang leher rahim. Salah satunya servisitis atau radang leher rahim.

Apa itu servisitis?

radang leher rahim servisitis adalah

Serviks atau leher rahim adalah organ yang menghubungkan antara vagina dengan rahim. Sama seperti organ tubuh lainnya, leher rahim juga rentan terkena infeksi dan peradangan yang disebut dengan servisitis.

Servisitis adalah kondisi peradangan, iritasi, atau luka pada leher rahim. Lapisan leher rahim yang terluka atau iritasi ini bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan mengeluarkan lendir atau nanah di dalam leher rahim.

Beberapa penyebab radang leher rahim atau servisitis adalah:

  • Infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan herpes.
  • Reaksi alergi, biasanya dari spermisida atau lateks pada kondom. Sejumlah produk perawatan kewanitaan seperti douche juga dapat memicu peradangan pada leher rahim.
  • Pertumbuhan bakteri yang berlebihan dalam vagina. Kondisi ini dapat memicu infeksi vagina yang disebut dengan bacterial vaginosis dan memicu servisitis.

Meski bisa diatasi, Anda tetap perlu waspada dengan risiko servisitis berulang. Ya, wanita yang pernah terkena servisitis sebelumnya juga memiliki kemungkinan 8-25 persen untuk mengalaminya lagi, seperti dikutip dari WebMD.

Tanda dan gejala radang leher rahim

penyebab anyang-anyangan, obat anyang-anyangan, mengatasi anyang-anyangan, anyang-anyangan pada wanita

Kebanyakan wanita seringnya tidak sadar saat terkena radang leher rahim atau servisitis. Pasalnya, penyakit yang satu ini tidak menimbulkan gejala apa pun dan biasanya baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan panggul.

Namun setidaknya, ada beberapa tanda dan gejala servisitis yang bisa Anda perhatikan sejak dini, yaitu:

Jika diperhatikan, gejala radang leher rahim tersebut mirip dengan gejala penyakit lainnya. Oleh karena itu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Infeksi leher rahim yang dibiarkan terus-menerus dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya, mulai dari rahim, tuba falopii, hingga ke rongga panggul dan perut. Akibatnya, Anda rentan mengalami masalah kesuburan dan pada akhirnya susah hamil. Kalaupun bisa hamil, kondisi leher rahim yang meradang akan mengganggu perkembangan bayi dalam kandungan dan menghambat jalan lahirnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terlihat Berbahaya, Seperti Apa Pengobatan untuk Radang Leher Rahim (Servisitis)?

Wanita yang mengalami radang leher rahim kerap mengeluhkan sakit di bagian reproduksinya. Agar cepat pulih, bagaimana pengobatan untuk radang leher rahim??

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

7 Penyebab Vagina Bengkak yang Tak Boleh Disepelekan

Vagina termasuk salah satu organ yang bisa mengalami pembengkakan. Saat vagina bengkak Anda tak boleh menyepelekannya dan harus segera ditangani dokter.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 1 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Dalam Sebulan, Berapa Hari Normalnya Menstruasi Berlangsung?

Lama menstruasi tiap wanita berbeda-beda. Ada yang hanya 5 hari, tapi ada juga yang lebih dari seminggu. Memang, berapa hari normalnya haid berlangsung?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 5 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya?

Apa yang biasanya Anda rasakan setelah seks? Capek dan ngantuk, tapi bahagia? Atau malah kembung dan begah? Apa penyebab kembung setelah berhubungan seks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 17 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vagina lecet

Vagina Lecet, Bolehkah Dibersihkan dengan Sabun?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
tips pertama kali waxing

Tips Pertama Kali Melakukan Brazillian Waxing (Bikini Waxing)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
mengatasi nyeri ovulasi

Cara Mengatasi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) Berdasarkan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit
servisitis saat hamil

Waspadai Bahaya Servisitis yang Mengintai Para Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit