5 Tips Atasi Premenstrual Dysphoric Disorder Agar Menstruasi Tak Lagi Menyiksa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Premenstrual dysphoric disorder adalah gejala pramenstruasi (PMS) yang lebih parah hingga membuat penderitanya tidak bisa beraktivitas seperti biasa. PMDD memang sulit dihindari karena pemicunya berasal dari hormon dalam tubuh, tapi Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan cara alami maupun medis.

Tips mengatasi gejala PMDD

Gejala PMDD amat beragam, mulai dari keluhan fisik seperti meningkatnya detak jantung hingga psikologis berupa rasa cemas dan depresi. Jadi, penanganan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi Anda.

Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat Anda lakukan:

1. Menyesuaikan pola makan

makanan untuk memperbanyak asi

Apa yang Anda makan dan minum berpengaruh terhadap munculnya gejala PMS maupun PMDD. Oleh sebab itu, wanita yang rentan mengalami PMDD biasanya perlu menyesuaikan pola makannya sebagai cara alami mengatasi kondisi ini.

Batasi konsumsi kafein, gula, dan alkohol. Perbanyak konsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat kompleks. Kedua nutrisi ini dapat meningkatkan triptofan. Triptofan adalah senyawa pembentuk hormon serotonin yang memberikan rasa bahagia.

2. Mengonsumsi suplemen

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplemen terhadap PMDD. Hasilnya, suplemen vitamin B6, vitamin D, vitamin E, kalsium, dan sejumlah suplemen herbal dinilai berpotensi meredakan PMDD serta gejalanya.

Cara suplemen mengatasi PMDD belum dipahami secara pasti. Namun, gejala PMDD terbukti berkurang setelah para partisipan penelitian mengonsumsi suplemen tersebut. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apa pun.

3. Mengonsumsi obat antidepresan

obat antidepresan tidak manjur

Pada beberapa wanita, perubahan hormon selama menstruasi dapat menurunkan jumlah hormon serotonin. Hormon serotonin yang rendah menyebabkan rasa cemas, penurunan mood, depresi, serta disinyalir menjadi salah satu pemicu gejala PMDD.

Obat antidepresan dari golongan SSRIs dapat meredakan PMDD dengan mencegah penyerapan kembali serotonin di dalam otak. Obat ini menjaga jumlah serotonin tetap tinggi sehingga gejala PMS yang Anda alami tidak bertambah parah menjadi PMDD.

4. Mengonsumsi obat yang memengaruhi siklus menstruasi

obat untuk menstruasi tidak teratur

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi PMDD adalah meminum obat yang memengaruhi siklus menstruasi. Obat-obatan ini meliputi:

  • Pil KB oral mengandung drospirenone dan ethinyl estradiol.
  • Hormon pemicu pelepasan hormon gonadotropin, seperti leuprolide, nafarelin, dan goserelin.
  • Obat untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur), seperti danazol.

Perlu diingat bahwa obat-obatan ini dapat menimbulkan efek samping menyerupai gejala menopause seperti vagina kering, rasa lelah, perubahan mood, dan hot flush. Diskusikan dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat-obatan ini.

5. Cara alternatif

manfaat berendam air panas

Selain mengubah pola makan serta mengonsumsi obat dan suplemen, Anda juga bisa menggunakan cara alternatif untuk mengatasi PMDD. Berikut adalah beberapa metode alternatif yang dapat menjadi pilihan:

  • Melakukan aktivitas yang membuat tubuh rileks sebelum menstruasi. Misalnya meditasi, yoga, mendengarkan musik, atau mandi air hangat.
  • Menggunakan aromaterapi saat mandi dan sebelum tidur.
  • Berolahraga ringan selama 30 menit sebanyak 3 kali seminggu.
  • Tidur cukup.
  • Menjalani akupuntur.

Gejala PMS merupakan hal yang lumrah, tapi PMDD adalah kondisi medis yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini juga bisa bertambah parah apabila tidak ditangani dengan baik.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter jika berbagai cara yang Anda lakukan tidak cukup ampuh mengatasi PMDD. Beberapa wanita rentan mengalami PMDD karena memiliki kondisi medis tertentu. Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda menemukan penyebabnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca