Pembalut vs Tampon, Apa Bedanya? Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baik pembalut maupun tampon memiliki kegunaan dan fungsi yang sama pada saat menstruasi, yaiut untuk menyerap darah haid yang keluar. Meski jenis, bentuk, dan cara pemakaiannya berbeda, pembalut dan tampon punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Jika Anda bingung dalam memilih keduanya, di bawah ini akan dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari pembalut dan tampon. Diharapkan bisa mendukung Anda memilih produk kewanitaan yang tepat.

Apa itu pembalut?

Pembalut, seperti yang banyak diketahui merupakan produk kesehatan wanita guna menyerap cairan vagina yang keluar saat menstruasi. Pembalut terbuat dari bantalan kapas dan kain yang lembut, bentuknya persegi panjang. Pembalut digunakan dengan cara ditempel atau direkatkan pada celana dalam wanita.

Pada beberapa jenis dan model pembalut, ada yang memiliki bahan tambahan pada sisinya, biasanya disebut sayap. Sayap pada pembalut berguna untuk dilipat di sisi celana dalam Anda, tak lain untuk mencegah pembalut bergeser dan mencegah kebocoran cairan.

Apa itu tampon?

Tampon sama fungsinya dengan pembalut, namun memiliki bentuk dan cara pakai yang berbeda. Tampon merupakan sebuah bantalan kapas lembut berbentuk silinder. dan terdapat benang penarik pada ujungnya.

Tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam lubang vagina hingga batas benang penarik. Mungkin beberapa wanita yang belum biasa memakai tampon bingung dan sulit menempatkannya ke dalam vagina. Tenang, beberapa produk tampon menyediakan aplikator untuk memudahkan Anda mendorong tampon ke dalamvagina.

Mana yang lebih baik, pembalut atau tampon?

1. Ukuran

Pembalut: Ukuran pembalut memang agak lebar dan panjang, seperti menutupi seluruh permukaan bawah celana dalam. Bagi wanita yang mudah lupa dan minim kepekaan terhadap rangsangan, saat menstruasi disarankan memakai pembalut. Dengan bentuk ukuran yang besar serta kasat mata, wanita tidak akan lupa bahwa sedang menggunakan pembalut.

Tampon: Berbeda ukuran dengan pembalut, tampon nyatanya berukuran tidak lebih dari 3-5 cm panjangnya. Tampon cocok digunakan bagi wanita yang aktif dan ingin banyak melakukan gerak atau olahraga pada masa menstruasi. Dengan ukuran tampon yang kecil, tampon mudah dibawa di dalam kantong beserta aplikatornya.

2. Pemakaian

Pembalut: Ketika memilih pakai pembalut atau tampon untuk kenyamanan pemakaian, pembalut punya keunggulan sendiri. Contohnya, dengan bentuknya yang lebar memanjang hingga ke bagian bokong, pembalut dirasa bisa mencegah “tembus” saat dipakai.

Pembalut juga memiliki sisi sayap yang mencegah agar tidak bergeser mengikuti lebar dan bentuk selangkangan. Sayangnya, ukuran pembalut yang tebal terkadang membuat bentuk pembalut bisa terlihat dari luar, terlebih jika menggunakan pakaian yang ketat.

Tampon: Bagi Anda yang ingin tetap bebas bergerak selama haid, tanpa harus khawatir pembalut bocor atau bergeser, tamponlah pilihan yang tepat. Jika Anda juga aktif berolahraga atau ingin tetap menjalankan aktivitas seperti berenang, tampon bisa digunakan karena akan menyumbat dan menyerap darah supaya tak keluar dari lubang vagina.

Tapi sayangnya, karena berada di dalam vagina dan cenderung tidak terasa, tampon sering lupa diganti. 

3. Bahaya

Pembalut: Belakangan ini, beredar kabar bahwa pembalut mengandung wewangian yang terbuat dari bahan kimia berbahaya. Meski belum ada hasil penelitian yang valid, tidak ada salahnya bagi wanita untuk waspada terhadap penggunaan pembalut dan selalu pilih yang tidak berpewangi.

Pembalut umumnya menyerap cairan dan akan terasa basah pada permukaan atasnya. Maka, tak jarang kulit sekitar vagina pun akan terpengaruh menjadi lembab. Sayangnya, jika Anda malas mengganti atau membersihkan pembalut beberapa jam sekali, akan menyebabkan vagina gatal dan iritasi. Selain itu, perekat samping pada pembalut bersayap, sering menimbulkan gesekan pada paha bagian dalam.

Tampon: Tampon yang dipakai berjam-jam lamanya tanpa diganti, bisa menimbulkan Toxic shock syndrome (TSS). TSS adalah adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan karena tampon itu sendiri. Umumnya sindrom ini disebabkan oleh racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph).

TSS bisa terjadi pada wanita yang menggunakan tampon yang sudah lama berada di dalam vagina tanpa diganti. Tampon tak hanya menyerap darah menstruasi Anda, tapi juga berbagai cairan alami yang dibutuhkan oleh vagina. Terutama jika darah menstruasi Anda sedang sedikit tapi Anda memakai tampon dengan daya serap tinggi. Akibatnya, berbagai bakteri bisa tumbuh dan berkembang biak, termasuk bakteri penyebab TSS

Pada beberapa kasus, tampon juga bisa tertinggal di dalam vagina. Biasanya disebabkan oleh benang penarik yang terputus dari bagian tampon utama. Jika terjadi, Anda disarankan untuk mencari pertolongan pertama ke puskesmas, klinik, atau unit gawat darurat terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Herbal untuk Mengatasi Eksim Secara Tradisional

Kulit gatal dan panas meradang? Bisa jadi eksim Anda kambuh. Untungnya ada banyak cara meredakan eksim dengan obat herbal dan tradisional.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Sebenarnya, Bolehkah Beli Obat-obatan dari Aplikasi Online?

Beli obat online memang mudah dan praktis, tinggal buka aplikasinya saja. Namun, benarkah aman dan terpercaya? Simak dulu penjelasan ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Asam Urat yang Efektif Meredakan Nyeri dan Mencegah Kambuh

Asam urat perlu dikontrol agar tidak kambuh. Berikut obat asam urat, baik di apotik atau resep dokter, dan cara mengobati asam urat lain untuk Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 9 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi mual mencegah muntah

4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit