Hati-hati, Tampon Bisa Tersangkut di Vagina! Begini Cara Mengeluarkannya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain pembalut, tampon menjadi salah satu alternatif bagi wanita yang bisa digunakan untuk menampung darah haid. Belakangan ini tampon cukup populer karena dianggap lebih ‘bersahabat’ dengan lingkungan. Maka itu, sekarang ini sebagian wanita beralih menggunakan tampon. Namun, bagi Anda yang pemula, Anda harus tahu betul bagaimana cara memakai tampon. Pasalnya, tampon bisa tersangkut di vagina, lho.

Tampon, alternatif lain saat menstruasi

Selain pembalut, ada beberapa produk kesehatan lain yang bisa Anda gunakan saat menstruasi, salah satunya adalah tampon.

Sedikit berbeda dengan pembalut, tampon berbentuk silinder. Benda ini terbuat dari kapas lembut yang dapat dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap aliran darah yang keluar saat Anda sedang menstruasi. Jika pembalut digunakan dengan cara menampung darah yang keluar dari vagina, tampon justru menyumbat vagina dan menyerap darah menstruasi.

Tampon yang berbentuk silinder sangat mudah dimasukkan ke dalam vagina, apalagi ia juga disertai aplikator yang memudahkan proses memasukkan tampon melalui lubang Miss V. Benda kecil ini juga disertai benang yang ada pada bagian bawahnya, sehingga memudahkan Anda mengeluarkannya dari vagina/

Sayangnya, saat dipakai, ada saja kemungkinan atau alasan yang membuat tampon tersangkut di vagina Anda.

menggunakan tampon

Mengapa tampon bisa tersangkut? Tampon tersangkut di vagina bisa terjadi jika:

  • Anda lupa mengeluarkan tampon yang sudah di dalam vagina, tapi sudah menambahkan tampon yang baru, sehingga tampon yang pertama masuk semakin ke dalam.
  • Benang pada tampon lepas, sehingga Anda kesulitan mengeluarkan tampon yang sudah ada di dalam vagina

Tampon yang tersangkut memang harus dikeluarkan, tapi hal ini bukan hal yang membahayakan, karena vagina Anda hanya memiliki kedalaman hingga maksimal 10 cm. Jadi, meski tersangkut, ia masih tetap berada di dalam vagina, bukan masuk ke dalam tubuh dan tersangkut pada bagian tubuh Anda yang lain.

Apa tanda tampon tersangkut di vagina?

Tampon yang tersangkut bisa ditandai dengan beberapa hal berikut:

benda asing di vagina

  • Jika warna keputihan, cairan alami yang keluar dari vagina, berubah menjadi warna cokelat, kuning pekat, pink, atau abu-abu
  • Keputihan menjadi berbau busuk
  • Vagina mengeluarkan bau busuk
  • Bagian dalam vagian atau area sekitar vagina dan urethra terasa gatal
  • Muncul ruam dan kemerahan pada vagina
  • Terasa sakit dan tak nyaman saat buang air kecil
  • Panggul terasa nyeri
  • Bengkak pada dan di sekitar vagina
  • Demam hingga 40 derajat Celsius

Gejala tersebut muncul karena tampon yang terlalu lama tersangkut pada vagina  menyebabkan infeksi. Jika sudah demikian, Anda tidak disarankan mengeluarkan tampon sendiri dan segera hubungi Unit Gawat Darurat pada rumah sakit terdekat.  

Cara mengeluarkan tampon yang tersangkut

Jika Anda belum mengalami berbagai gejala infeksi tersebut tapi Anda sudah menyadari ada tampon tersangkut di vagina, Anda masih boleh mengeluarkannya sendiri. Namun, sebelum melakukannya, pastikan kuku Anda sudah dipotong agar Anda tidak melukai vagina Anda sendiri.

Sebelum memulai untuk mengeluarkan tampon, pastikan tangan juga sudah bersih. Jika Anda tidak yakin, cuci dengan air hangat dan sabun agar tangan lebih terjamin kebersihannya. Balut luka pada tangan (jika ada) dengan perban.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menemukan lokasi tampon dalam vagina:

  1. Berbaring atau duduk di toilet duduk dengan posisi kaki Anda disandarkan pada sebuah benda. Anda juga bisa mencoba berdiri dengan satu kaki dan kaki lainnya Anda letakkan di atas toilet.
  2. Cobalah mengejan dengan keras seolah sedang buang air besar. Pada kasus tertentu, saat Anda mengejan tampon sudah keluar dengan sendirinya.
  3. Jika tampon belum keluar, atau belum bisa merasakan keberadaan tampon tersangkut, tarik nafas dalam-dalam dan merilekskan otot-otot Anda.
  4. Masukkan satu jari Anda ke dalam vagina, lalu putar jari Anda dengan gerakan menyapu bagian dalam vagina untuk mencari tahu keberadaan tampon. Cobalah untuk memasukkan jari hingga cukup dalam agar tampon lebih mudah ditemukan.

Gunakan tangan Anda sendiri dan hindari menggunakan benda-benda lain seperti pinset untuk menarik tampon tersangkut di vagina. Saat Anda sudah mengetahui lokasi tampon, ikuti langkah berikut untuk mengeluarkannya:

  1. Sebisa mungkin, cobalah untuk merilekskan otot panggul Anda.
  2. Masukkan dua jari ke dalam vagina untuk memegang tampon atau benang tampon dari dalam vagina. Jika Anda kesulitan atau merasa tidak nyaman, Anda bisa menggunakan pelumas untuk memudahkan prosesnya.
  3. Tarik tampon secara perlahan keluar dari vagina.
  4. Jika sudah berhasil dikeluarkan, periksa tampon dan pastikan tidak ada bagian-bagian tampon yang tertinggal di dalam vagina.

Namun, jika Anda masih kesulitan mengeluarkan tampon dari vagina seorang diri, atau jika Anda merasa ada bagian tampon yang masih tertinggal di dalam vagina, jangan ragu meminta bantuan dokter untuk mengeluarkannya. Sebab, jika tidak segera dikeluarkan, tampon tersangkut di vagina dapat menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Pembalut Bisa Kedaluwarsa? Ini Fakta-faktanya!

Beberapa wanita langsung beli banyak pembalut agar bisa disimpan sampai berbulan-bulan ke depan. Pertanyaannya, apakah pembalut bisa kedaluwarsa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Menstruasi 4 November 2017 . Waktu baca 3 menit

Waspada Bahaya Pakai Pantyliner Setiap Hari

Banyak wanita memilih untuk pakai pantyliner setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini ternyata berisiko? Yuk, cari tahu serba-serbinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 31 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit

Mana Lebih Baik: Pembalut, Tampon, atau Menstrual Cup?

Masih bingung mau pakai pembalut, tampon, atau menstrual cup? Ketahui kelebihan dan kekurangan ketiga benda tersebut untuk menstruasi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Menstruasi 26 September 2017 . Waktu baca 5 menit

Pembalut vs Tampon, Apa Bedanya? Mana yang Lebih Baik?

Mana yang Anda pakai saat haid, pembalut atau tampon? Kedua produk tersebut punya keuntungan masing-masing. Apa saja plus minusnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 20 April 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

seks pakai tampon

Apa Boleh Berhubungan Seks Tanpa Lepas Tampon?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit
sakit perut dan keputihan

6 Penyebab Sakit Perut yang Disertai Keluarnya Keputihan Berbau

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit
benda asing di vagina

Benda Asing Dalam Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Desember 2017 . Waktu baca 6 menit
infeksi vagina saat menstruasi

Mengapa Infeksi Vagina Lebih Sering Terjadi Saat Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 12 November 2017 . Waktu baca 3 menit