7 Penyebab Lemak Tubuh Anda Berkumpul di Perut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Coba lihat perut Anda, apakah ada timbunan lemak di sana? Setiap orang bisa mempunyai lemak perut, tak terkecuali orang kurus. Tak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk menghilangkan lemak perutnya dan mendapatkan perut yang ramping, termasuk orang yang kurus. Segala cara dilakukan, seperti olahraga, untuk mendapatkannya. Namun, tahukah Anda apa yang menyebabkan penimbunan lemak di perut?

Kenapa lemak perut lebih berbahaya dari lemak lain?

Lemak perut atau juga disebut lemak viseral merupakan lemak yang menumpuk di ruang antara organ Anda, seperti lambung, hati, dan usus. Lemak ini berfungsi untuk melindungi organ-organ penting dalam perut Anda. Namun, terlalu banyak penumpukan lemak viseral juga tidak baik bagi kesehatan.

Mengapa? Lemak viseral menghasilkan racun yang dapat memengaruhi cara kerja tubuh, seperti senyawa sitokin. Pelepasan sitokin yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu (seperti kanker usus besar, esofagus, dan pankreas).

Apa yang menyebabkan tubuh menimbun lemak di perut?

Orang gemuk maupun orang kurus dapat mempunyai lemak viseral berlebih dalam perut mereka. Ini tentu tidak baik bagi kesehatan. Beberapa hal dapat menjadi alasan mengapa Anda mempunyai lemak perut atau viseral yang berlebihan.

1. Berat badan berlebih

Semakin besar berat badan Anda tentu semakin banyak juga penimbunan lemak di perut Anda. Kelebihan berat badan disebabkan oleh kalori yang lebih banyak masuk ke dalam tubuh daripada kalori yang keluar. Makan terlalu banyak dan aktivitas fisik yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

2. Penuaan (menopause)

Semakin tua usia Anda, maka semakin berkurang massa otot Anda dan semakin banyak lemak dalam tubuh Anda, termasuk lemak perut. Massa otot yang berkurang membuat tubuh Anda lebih sedikit membakar kalori, sehingga lebih sulit untuk Anda mempertahankan berat badan normal. Ini mengapa biasanya orang yang sudah berumur lebih mudah gemuk.

Selain itu, penurunan hormon estrogen saat memasuki usia menopause juga dapat memengaruhi pendistribusian lemak dalam tubuh. Kadar hormon estrogen yang turun drastis saat menopause dapat menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan di pinggul atau paha. Beberapa wanita mungkin mempunyai lebih banyak lemak perut pada saat ini. Hal ini bisa disebabkan oleh genetika dan juga usia menopause Anda.

3. Genetik

Bagaimana cara tubuh menyimpan lemak dapat dipengaruhi oleh genetik. Gen yang mengatur kortisol dan leptin, yang mengatur asupan kalori dan berat badan, dapat bertanggung jawab terhadap penyimpanan lemak dalam tubuh.

4. Kurang gerak

Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar jika ingin mempunyai berat badan normal. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang keluar, tentu berat badan Anda akan naik. Hal ini dapat terjadi ketika Anda kurang aktif bergerak. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari memiliki risiko obesitas pada perut lebih besar (hampir dua kali) dibandingkan wanita yang menonton TV kurang dari satu jam per hari.

5. Stres

Saat stres, tubuh melepaskan hormon stres (seperti hormon kortisol) untuk membantu tubuh dalam mengatasi stres. Namun, hormon kortisol ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat diproduksi berlebihan dalam tubuh. Saat Anda makan berlebihan untuk mengatasi stres, kelebihan kalori ini lebih banyak disimpan di daerah sekitar perut. Hal ini tak lepas dari peran kortisol.

6. Kurang tidur

Kurang tidur dapat membuat Anda lebih berisiko untuk mengalami kenaikan berat badan berlebih, sehingga Anda lebih mungkin mempunyai banyak lemak perut. Selain kurang tidur, gangguan tidur, seperti sleep apnea, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini mungkin disebabkan karena saat Anda kurang tidur, Anda lebih mungkin untuk makan makanan yang tidak sehat.

7. Kebiasaan makan buruk

Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak (terutama lemak trans) dapat menyebabkan penumpukan lemak perut berlebihan. Asupan protein dan serat harian yang rendah juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan. Hal ini karena asupan protein dan serat yang cukup dapat membantu Anda mengontrol nafsu makan dan melancarkan pencernaan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Transplantasi Jantung

Transplantasi jantung adalah prosedur penempatan jantung sehat dari pendonor ke dalam tubuh orang dengan gangguan jantung. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Operasi Bypass Jantung (Coronary Artery Bypass Graft)

Operasi bypass jantung (CABG0 adalah perawatan untuk pasien penyakit jantung koroner. Yuk, pelajari lebih dalam prosedur medis ini pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Penyakit Jantung (Penyakit Kardiovaskuler)

Penyakit jantung (kardiovaskuler) adalah berbagai kondisi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di jantung. Pelajari sakit jantung berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 23 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Jantung Berdebar (Palpitasi)

Jantung berdebar (palpitasi) adalah kondisi yang berkaitan dengan detak jantung. Lantas, seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 23 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kurma

Berbagai Kebaikan Kurma yang Mujarab untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
kateterisasi jantung adalah

Kateterisasi Jantung (Angiogram Koroner)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 7 menit
murmur jantung adalah

Murmur (Suara Berdesing) pada Jantung, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit