Penyakit Peyronie adalah masalah pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut, atau disebut plak, yang terbentuk di dalam penis. Penyakit ini dapat membuat penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria dengan penyakit Peyronie masih bisa berhubungan seks. Tapi, mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan. Meskipun ada pengobatan untuk Peyronie ini, namun sebenarnya itu tidak selalu diperlukan, karena penyakit Peyronie dapat menghilang dengan sendirinya. Jika Anda takut akan pengaruhnya terhadap aktivitas seks, maka dengan mengetahui gejala dan memahami bagaimana mengobati kondisi ini mungkin dapat meringankan kecemasan Anda.

Tanda dan gejala penyakit Peyronie

peyronie
http://www.peyroniesassociation.org/what-is-peyronies/do-i-have-peyronies/

Bagi sebagian pria, penyakit Peyronie dapat muncul dengan cepat, atau dalam semalam. Bagi orang lain, penyakit ini berkembang secara bertahap. Berikut tanda dan gejala yang sering terjadi:

1. Plak (nodul)

Plak adalah benjolan yang menebal atau berkembang di bawah kulit batang penis. Plak disebabkan oleh penumpukan kolagen yang berlebih dan munculnya jaringan parut di dalam penis. Plak ini berbeda dari plak yang ada di pembuluh darah. Plak dapat muncul di sepanjang batang penis, tetapi sering kali muncul di sisi atas. Banyak pria bisa merasakan plak di bawah kulit. Plak awalnya sangat lembut, namun akan mengeras seiring waktu.

Karena plak terdiri dari jaringan parut, mereka tidak meregang seperti jaringan normal lainnya di penis, sekaligus mencegah daerah yang terkena untuk memanjang selama ereksi. Hal inilah yang menyebabkan perubahan bentuk penis (atau bisa disebut sebagai deformitas penis), salah satunya penis bengkok.

2. Perubahan bentuk penis saat ereksi, termasuk penis bengkok

peyronie
http://www.peyroniesassociation.org/what-is-peyronies/do-i-have-peyronies/

Perubahan bentuk penis mungkin termasuk bengkok, menekuk, menyempit, atau memendek. Kebanyakan pria yang mengidap Peyronie memiliki kecacatan bentuk penis, dan penis bengkok adalah hal yang paling umum terjadi. Karena kecacatan ini disebabkan oleh plak yang tidak berkembang seperti jaringan penis normal, maka kecacatan tersebut dapat terdeteksi selama ereksi.

3. Nyeri penis

Nyeri penis dapat terjadi dengan atau tanpa ereksi. Lebih dari separuh pria memiliki pengalaman nyeri penis. Bagi banyak orang, itu adalah salah satu gejala pertama yang mereka perhatikan. Meskipun nyeri biasanya terjadi selama ereksi, namun nyeri juga biasa terjadi ketika penis melemas karena peradangan di daerah yang terkena plak. Nyeri saat ereksi dapat disebabkan oleh ketegangan pada plak, dan rasa sakit akan mereda dalam 12-18 bulan setelah gejala tersebut dimulai.

4. Disfungsi ereksi

Penyakit Peyronie dapat menyebabkan disfungsi ereksi, alias impotensi. Diperkirakan bahwa lebih dari dua per tiga pria dengan penyakit ini mengalami disfungsi ereksi. Meskipun beberapa dari mereka mengalami penyakit lain yang menyebabkan impotensi (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes), namun tidak diragukan bahwa penyakit Peyronie sendiri benar-benar menyebabkan masalah ereksi, seperti:

  • Penis bengkok. Kelengkungan penis dapat mencegah hubungan seksual atau menyebabkan rasa sakit bagi pasangan pria. Kombinasi dari kebengkokan dan penyempitan poros dapat menyebabkan ketidakstabilan penis, bahkan ketika ereksi berada di titik maksimum, sehingga menyebabkan penis melengkung ke atas.
  • Nyeri penis. Beberapa pria mungkin ada yang menghindari ereksi karena nyeri pada penis.
  • Kecemasan. Kecemasan mengenai kinerja atau kondisi penis dalam hubungan seksual dapat mencegah seorang pria untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
  • Perubahan fisik di dalam penis. Plak dapat merusak jaringan ereksi dalam penis dan mencegahnya untuk berfungsi dengan baik. Ereksi mungkin tidak akan terjadi atau penis tidak dapat mengeras dengan adanya plak.

Apakah penyakit Peyronie dapat diobati?

Ya, tapi Anda tidak terlalu membutuhkannya. Karena kondisi ini akan membaik seiring waktu, maka dokter sering menyarankan untuk menunggu 1-2 tahun atau lebih sebelum mereka mencoba untuk memperbaikinya. Selain itu, rasa sakit ringan yang tidak mengganggu kehidupan seks mungkin tidak diberi pengobatan sama sekali.

Jika Anda membutuhkan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan operasi atau obat-obatan. Pertama, dokter mungkin akan meresepkan pil, seperti pentoxifylline atau kalium para-aminobenzoate (Potaba). Jika obat-obatan tersebut tidak sukses, Anda mungkin mendapatkan suntikan verapamil atau kolagease ke dalam jaringan parut penis. Jika itu juga tidak berhasil, maka dokter akan mempertimbangkan operasi, tapi biasanya hanya untuk pria yang tidak bisa berhubungan seks sama sekali karena penyakit Peyronie.

 

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca