Apakah Anda sudah makan buah dan sayur setiap hari? Ya, anjuran untuk makan buah dan sayur pasti sudah sering Anda dengar sebelumnya. Bahkan Anda mungkin telah menerapkannya, dengan menambahkan sayur dalam menu makan serta makan buah sebagai camilan. Tapi, seberapa banyak yang Anda makan? Apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang seharusnya? Berikut adalah panduan porsi makan buah dan sayur yang tepat.

Berapa anjuran porsi makan buah dan sayur dalam sehari?

World Health Organization dan Kementerian Kesehatan RI, telah menentukan porsi makan buah dan sayur yang ideal bagi orang yang sehat, yaitu:

Porsi makan buah

Dalam sehari, Anda harus mengonsumsi buah sedikitnya 150 gram buah. Dalam 150 gram buah tersebut Anda bisa mendapatkan 150 kalori dan 30 gram karbohidrat.

Satu porsi buah setara dengan satu buah apel merah kecil, atau sebuah jeruk medan sedang, atau satu potong melon, atau satu buah pisang ambon kecil. Anda dapat membagi jatah buah Anda menjadi beberapa kali makan, entah itu dibagi menjadi tiga kali atau lebih.

Misalnya, Anda memutuskan untuk menghabiskan jatah buah Anda dalam tiga kali makan, maka Anda bisa makan buah satu porsi dalam sekali makan. Anda pun bisa mengganti-ganti jenis buah yang Anda makan, semakin beragam buah yang dimakan akan semakin baik gizinya.

Porsi makan sayur

Sayur memiliki porsi yang lebih banyak, Anda harus menghabiskan sayur setidaknya 250 gram  atau setara dengan dua setengah porsi. B

ingung dengan perhitungan satu porsinya? Begini, satu porsi sayur sama saja seperti satu gelas belimbing sayur yang sudah dimasak dan ditiriskan airnya. Anda dapat membaginya menjadi tiga kali waktu makan. Misalnya, di pagi hari Anda mengonsumsi setengah porsi sayur, siang makan satu porsi, dan malam hari menghabiskan satu porsi sisanya.

100 gram atau satu gelas sayur bayam, kangkung, terong, kol, kembang kol, brokoli, dan buncis, mengandung 25 kalori, 5 gram karbohidrat, dan 1 gram protein. Sedangkan untuk bayam merah, daun melinjo, nangka muda, daun singkong, dan daun pepaya memiliki kalori yang lebih tinggi dalam ukuran 100 gramnya, yaitu sekitar 20 kalori, 10 gram karbohidrat, dan 3 gram protein.

Namun, Anda bisa bebas makan ketimun, selada air, lobak, atau jamur kuping, karena jenis sayuran tersebut tidak memiliki kalori.

Kenapa porsi makan buah lebih sedikit ketimbang porsi sayur?

Sesuai dengan prinsip gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Anda harus makan banyak sayuran dan cukup buah-buahan.

Kenapa sayuran harus dimakan lebih banyak, sementara konsumsi buah hanya secukupnya saja? Memang, sayuran dan buah-buahan mempunyai nilai zat gizi yang sama, banyak mengandung vitamin, mineral, serta serat. Namun hati-hati dengan buah-buahan, sebab beberapa jenis buah memiliki jumlah gula yang tinggi.

Gula yang ada di dalam buah disebut dengan fruktosa, salah satu jenis karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan gula darah Anda. Semakin matang buah, maka akan semakin tinggi jumlah fruktosa dan glukosanya, sehingga menimbulkan rasa yang manis.

Untuk beberapa kelompok orang – seperti penderita diabetes mellitus – hal ini harus diperhatikan sebab mengonsumsi buah yang sangat manis bisa membuat gula darahnya naik dengan cepat. Bukan berarti makan buah tidak baik, tetapi sebaiknya Anda mengikuti anjuran porsi makan buah dan sayur yang sudah ditentukan – bagi orang yang normal dan sehat. Jika Anda mengalami suatu kondisi medis tertentu, maka mungkin saja porsi makan buah dan sayur Anda akan berbeda dengan orang yang sehat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca