Mengenal Peskatarian, Vegetarian yang Juga Makan Ikan dan Seafood

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti sudah mengenal vegan dan vegetarian, yang sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan. Lalu, bagaimana dengan peskatarian? Apakah Anda sudah pernah mendengarnya? Peskatarian tidak jauh berbeda dengan vegetarian, namun ada sedikit perbedaan antara keduanya. Jika vegetarian tidak memakan semua jenis produk hewani, berbeda dengan peskatarian yang merupakan vegetarian yang makan ikan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Apa itu peskatarian?

Peskatarian adalah vegetarian yang makan ikan dan makanan laut lainnya di samping menu sayur dan buah-buahan. Jadi, peskatarian tetap tidak mengonsumsi makanan hewani, kecuali ikan. Kata peskatarian sendiri diambil dari kata “pesce”, yang dalam bahasa Italia artinya ikan, dan kata “vegetarian”.

Beberapa peskatarian juga masih mengonsumsi susu dan telur. Oleh karena itu, jika Anda menjalankan diet ini, Anda mungkin tidak akan kesulitan dalam mendapatkan sumber protein yang dibutuhkan tubuh. Peskatarian percaya bahwa diet yang dilakukannya dapat meningkatkan kesehatan.

Apakah keuntungan menjadi vegetarian yang makan ikan?

Diet peskatarian bisa memberikan keuntungan bagi kesehatan Anda. Karena diet peskatarian banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan makanan nabati lainnya, maka tak heran jika diet peskatarian dapat menurunkan risiko Anda mengalami obesitas dan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan diet peskatarian mengalami kenaikan berat badan per tahun yang lebih sedikit dibandingkan dengan wanita yang makan daging. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa diet peskatarian memiliki risiko diabetes yang lebih rendah sebesar 4,8% dibandingkan dengan orang yang makan daging dan sayuran (omnivora) sebesar 7,6%.

Tak hanya itu, sering makan ikan tentu dapat membawa manfaat kesehatan tersendiri bagi para peskatarian. Hal ini karena di dalam ikan terkandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh Anda, seperti asam lemak omega-3, protein, dan vitamin B12.

Walaupun dalam makanan nabati juga terdapat asam lemak omega-3 jenis asam alfa linolenat (ALA), namun asam lemak ini tidak mudah diubah menjadi asam eikosapentanoat (EPA) dan asam dokosaheksanoat (DHA). Ikan merupakan sumber yang terbaik dari semua jenis asam lemak ini, terutama ikan salmon dan sarden. EPA dan DHA memiliki manfaat penting untuk menjaga kesehatan jantung, bahkan juga fungsi otak.

Selain asam lemak omega-3, ikan dan makanan juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting. Seperti, tiram yang mengandung vitamin B12, seng, dan selenium. Kerang juga mengandung vitamin B12 dan selenium, serta mangan dan vitamin B lainnya. Selanjutnya, ikan cod yang juga mengandung selenium, fosfor, niasin, vitamin B6, dan vitamin B12.

Makanan apa saja yang boleh dikonsumsi peskatarian?

Makanan yang dikonsumsi peskatarian adalah:

  • Sayuran dan buah-buahan
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Ikan dan makanan laut, seperti berbagai jenis ikan, telur ikan, udang, cumi, lobster, kepiting, kerang, tiram, gurita, dan lainnya
  • Telur, susu dan produk susu (namun ini pilihan, ada peskatarian yang mengonsumsinya dan ada juga yang tidak)

Makanan yang tidak dikonsumsi peskatarian adalah:

  • Makanan hewani, seperti daging sapi, daging kambing, ayam, burung, bebek, dan makanan hewani lainnya, kecuali ikan dan makanan laut

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mencoba menerapkan diet peskatarian ini?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Makanan Setelah Operasi yang Dapat Membantu Pemulihan

Mengontrol asupan makanan setelah operasi adalah cara yang tepat agar bisa segera pulih. Berikut beberapa makanan baik untuk dikonsumsi pasca operasi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Diet Gagal Ginjal: Seberapa Penting dan Bagaimana Caranya?

Selain menjalani perawatan, pasien gagal ginjal ternyata juga perlu melakukan diet khusus. Apa saja hal yang perlu dipersiapkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 31 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Bagi Anda yang ketagihan mie instan, sekadar diingatkan apa bahaya kebanyakan mie instan saja tak akan mempan. Lebih baik coba pakai cara ampuh ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk bayi

6 Pilihan Buah untuk Bayi yang Baik Dikonsumsi Sehari-Hari

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makanan untuk kolesterol, serat menurunkan kolesterol

Makanan yang Membantu Menurunkan Kolesterol, Plus Cara Memasak yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit
makanan yang dapat menyembuhkan kanker otak

Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit