Telur puyuh adalah telur yang dihasilkan dari burung puyuh. Telur kecil ini bisa dijadikan isi sayur sop atau dijadikan sate pendamping bubur ayam. Lantas apa saja manfaat dan kandungan gizi telur puyuh? Ini penjelasan selengkapnya.
Telur puyuh adalah telur yang dihasilkan dari burung puyuh. Telur kecil ini bisa dijadikan isi sayur sop atau dijadikan sate pendamping bubur ayam. Lantas apa saja manfaat dan kandungan gizi telur puyuh? Ini penjelasan selengkapnya.

Meski kecil telur puyuh atau quail egg kaya zat gizi, berikut ini adalah kandungan zat gizi telur ini per butirnya (9 gram).
Lantas apa saja manfaat telur puyuh untuk kesehatan Anda? Berikut ini adalah penjabaran lengkapnya.

Sama seperti telur ayam, telur puyuh termasuk makanan tinggi protein.
Satu porsinya (5 butir) mengandung 5,85 gram protein yang jumlahnya hampir sama seperti satu butir telur ayam.
Kandungan protein diperlukan tubuh untuk dijadikan sumber energi, menjaga stamina, memelihara kesehatan kulit dan rambut, serta membangun dan menguatkan massa otot.
Sebuah penelitian dalam jurnal European journal of nutrition (2018) melakukan uji coba pada hewan mengenai penggunaan telur puyuh untuk mencegah kerusakan sel testis akibat radikal bebas.
Riset ini memberikan ekstrak telur puyuh pada tikus dengan diabetes. Hasil riset selama tujuh minggu menunjukkan adanya perbaikan sel testis pada tikus.
Hal itu diduga karena kandungan antioksidan yang dapat membantu memperbaiki kerusakan sel dan mengobati gejala alergi.
Meskipun ada hasil yang potensial, masih dibutuhkan uji klinis pada manusia untuk memastikan manfaatnya.
Telur yang dihasilkan burung puyuh ini juga kaya akan vitamin A dan kolin.
Setiap satu porsinya menawarkan 118,5 miligram kolin dan 245 SI (satuan internasional) vitamin A.
Artinya, seporsi telur ini mampu menyajikan sekitar 22 – 28% kebutuhan kolin harian dan 8 – 10% asupan vitamin A harian sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Keduanya bekerja untuk mendukung kerja sistem imun tubuh untuk mencegah risiko penyakit kronis dan infeksi, khususnya mencegah perkembangan penyakit jantung.
Vitamin A dan kolin juga berfungsi memelihara fungsi sistem saraf dan indra penglihatan Anda.
Telur puyuh mengandung lebih banyak selenium dan zat besi daripada telur ayam.
Selenium bermanfaat untuk memelihara fungsi kognitif otak, meningkatkan metabolisme hormon tiroid, dan memperbaiki kerusakan DNA.
Sementara itu, zat besi berfungsi memproduksi sel darah merah sehat untuk mencegah anemia.
Zat besi juga mungkin berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.
Kombinasi zat besi dan selenium dibutuhkan tubuh untuk metabolisme otot serta memelihara kesehatan pembuluh darah.

Penelitian dalam Journal of dietary supplements (2021) menyelidiki kemanjuran dan keamanan suplemen kandungan bioaktif quail egg dan mineral seng, dalam menekan gejala rinitis alergi.
Riset ini dilakukan pada 77 orang dengan rentang usia 18 – 60 tahun selama tujuh hari.
Gejala rinitis alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan pilek membaik dalam waktu satu jam setelah mengonsumsi suplemen antioksidan dan seng telur puyuh.
Namun, masih tidak jelas apakah senyawa dalam telur ini saja yang berperan baik atas manfaat tersebut.
Riset pada hewan lainnya dalam jurnal Scientific reports (2018) menunjukkan quail egg mungkin bermanfaat untuk mengatasi gejala esofagitis eosinofilik.
Esofagitis eosinofilik merupakan kondisi peradangan kronis yang terjadi di dalam dinding kerongkongan (esofagus) atau saluran penghubung mulut dengan lambung.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan eosinofil pada kerongkongan lantaran reaksi alergi.
Eosinofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam reaksi alergi.
Meskipun begitu, masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat tersebut.
Satu butir telur ini juga mengandung sejumlah kecil vitamin B12 dan riboflavin.
Riboflavin membantu tubuh Anda memecah makanan dalam pencernaan dan mengubahnya menjadi energi. Selenium juga mendukung kesehatan kelenjar tiroid.
Sementara itu, vitamin B12 meningkatkan fungsi sistem saraf dan membantu menjaga tingkat energi dalam pembentukan sel darah merah.
Seporsi telur ini mengandung 380 mg kolesterol yang hampir dua kali lebih banyak dari batas maksimal kolesterol harian menurut American Heart Association.
Satu porsinya juga mengandung 1,6 gram lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda membatasi jumlah konsumsi telur puyuh agar terhindar dari kenaikan kolesterol.
Apabila Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi telur ini.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Baltaci, A. K., Mogulkoc, R., Akil, M., & Bicer, M. (2016). Review – Selenium – Its metabolism and relation to exercise. Pakistan journal of pharmaceutical sciences, 29(5), 1719–1725.
Dev, S., & Babitt, J. L. (2017). Overview of iron metabolism in health and disease. Hemodialysis international. International Symposium on Home Hemodialysis, 21 Suppl 1(Suppl 1), S6–S20. https://doi.org/10.1111/hdi.12542
Lianto, P., Han, S., Li, X., Ogutu, F. O., Zhang, Y., Fan, Z., & Che, H. (2018). Quail egg homogenate alleviates food allergy induced eosinophilic esophagitis like disease through modulating PAR-2 transduction pathway in peanut sensitized mice. Scientific reports, 8(1), 1049. https://doi.org/10.1038/s41598-018-19309-x
Oladipo, G. O., Nlekerem, C. M., Ibukun, E. O., & Kolawole, A. O. (2018). Quail (Coturnix japonica) egg yolk bioactive components attenuate streptozotocin-induced testicular damage and oxidative stress in diabetic rats. European journal of nutrition, 57(8), 2857–2867. https://doi.org/10.1007/s00394-017-1554-4
Pinto, J. T., & Zempleni, J. (2016). Riboflavin. Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 7(5), 973–975. https://doi.org/10.3945/an.116.012716
Shipton, M. J., & Thachil, J. (2015). Vitamin B12 deficiency – A 21st century perspective . Clinical medicine (London, England), 15(2), 145–150. https://doi.org/10.7861/clinmedicine.15-2-145
Syrigou, E., Psarros, F., Makris, M., Grapsa, D., & Syrigos, K. (2021). Efficacy of a Quail Eggs-Based Dietary Supplement for Allergic Rhinitis: Results of a Single-Arm Trial. Journal of dietary supplements, 18(1), 17–30. https://doi.org/10.1080/19390211.2019.1694121
Tunsaringkarn, T., Tungjaroenchai, W., Siriwong, W. (2013). Nutrient Benefits of Quail (Coturnix Coturnix Japonica) Eggs. International Journal of Scientific and Research Publications, 3(5), 1-8.
Wiedeman, A. M., Barr, S. I., Green, T. J., Xu, Z., Innis, S. M., & Kitts, D. D. (2018). Dietary Choline Intake: Current State of Knowledge Across the Life Cycle. Nutrients, 10(10), 1513. https://doi.org/10.3390/nu10101513
Are eggs good for you or not?. (2018). American Heart Association. Retrieved November 18, 2022 from https://www.heart.org/en/news/2018/08/15/are-eggs-good-for-you-or-not/
Egg, quail, whole, fresh, raw. (2019).U.S. Department of Agriculture. Retrieved November 18, 2022 from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172191/nutrients
Versi Terbaru
25/11/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)