Di kehidupan sehari-hari, kita sering kali menyemil makanan tanpa memperhatikan kandungannya. Kudapan memang perlu disediakan selama jeda antara waktu makan besar. Hal ini diperlukan agar di jam makan, kita tidak makan berlebihan akibat rasa lapar berlebihan. Kudapan juga diperlukan, untuk membuat kita tetap memiliki energi antara jeda makan besar dari satu ke waktu yang kadang tidak tentu. Terkadang, kita melewatkan waktu makan pagi, menyatukannya dengan makan siang. Karena kesibukan pun, terkadang jeda makan siang ke makan malam terlalu jauh. Saat itulah ngemil di sela-sela jeda waktu makan sangat diperlukan.

Namun, ngemil tidak bisa sembarang makanan. Banyak camilan yang memiliki kadar gula yang tinggi, yang bukan saja berisiko bagi kesehatan Anda, tapi juga berpotensi menggagalkan rencana Anda untuk menurunkan berat badan.

Makanan apa saja yang memiliki kadar gula tinggi?

Tanpa kita sadari, ada beberapa makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi. Apa saja?

  1. Yogurt rasa buah. Siapa yang tidak suka yogurt rasa buah yang disajikan dingin? Selain menyegarkan, yogurt ini juga tersedia di supermarket dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan. Tapi tahukah Anda bahwa yogurt seperti ini mengandung kadar gula yang tinggi? Untuk pilihan yang lebih sehat, daripada membeli yogurt rasa buah, lebih baik beli yogurt tawar (plain) yang tidak memiliki rasa, kemudian tambahkan buah-buahan segar favorit Anda seperti stroberi, jeruk, mangga, dan sebagainya.
  2. Salad dressing. Salad memang biasanya terdiri dari berbagai buah dan sayur, sangat sehat untuk dikonsumsi. Namun, berbeda ceritanya jika salad disajikan dengan mayonnaise dan bahkan parutan keju, yang bukan hanya mengandung gula tambahan, tapi juga tinggi lemak.
  3. Soft drink. Minum soft drink memang menyegarkan, namun faktanya soft drink mengandung banyak gula. Kandungan gula dalam soft drink diperkirakan sekitar 39 gram hingga 99 gram. Minuman berkarbonasi ini selain mengandung gula, juga dapat membuat perut Anda kembung. Selain soft drink, minuman lain yang kesannya sehat seperti susu cokelat dan jus dalam kemasan juga sering kali sudah ditambahkan gula.
  4. Saus tomat kemasan atau saus botol. Memakan kentang goreng, spaghetti, atau sosis dengan saus tomat memang enak. Tahukah Anda bahwa saus ini memiliki kandungan gula yang tinggi? Ya, gula digunakan untuk meminimalisir rasa asam yang terdapat pada saus tomat. Selain itu, dengan menambahkan gula, saus tomat akan lebih tahan lama.
  5. Selai. Selai disajikan bersama roti, makanan yang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang utama. Kadar gula yang dimiliki oleh roti sekitar 2 gram per satu potong roti. Memakan roti dengan selai membuat kadar gulanya menjadi lebih tinggi lagi, kecuali Anda menggantinya dengan roti gandum.
  6. Granola bar. Biasanya granola bar dijadikan alternatif camilan mengenyangkan. Mengonsumsi granola memang lebih sehat, namun granola bar bisa dibilang lebih seperti permen karena sudah ditambahkan banyak gula untuk membuat rasanya lebih enak.
  7. Madu. Salah satu makanan yang juga menyehatkan. Gula dalam madu memang terjadi secara alami, tetapi Anda harus berhati-hati, karena ada madu yang ditambahkan pemanis buatan atau gula tambahan. Menurut Audrey Dharmanto, Bsc., RD., LD yang diliput oleh Fimela, satu sendok makan madu memiliki kalori dan karbohidrat yang lebih banyak dibanding satu sendok makan gula.
  8. Aneka kue. Kue memang sangat enak untuk dimakan sebagai makanan penutup. Kue juga bisa dinikmati ketika sedang mengobrol santai dengan teman. Tapi jangan berlebihan dalam mengkonsumsi kue. Kue mengandung gula yang tinggi, karena kue diolah dari bahan-bahan tertentu seperti tepung, mentega, dan gula.
  9. Pudding dan es krim. Makanan ini tidak bisa dihindari oleh pecinta makanan manis. Sama seperti kue, pudding juga dihidangkan sebagai makanan penutup. Kandungan gula pada pudding dan es krim juga tinggi. Bukan berarti Anda tak boleh makan es krim lagi, tapi usahakan beli es krim sesekali saja, dan hindari membeli es krim dalam cup yang besar.
  10. Permen. Satu lagi makanan manis yang tak dapat dihindari. Permen biasanya dimakan untuk menambah energi. Tidak hanya disukai oleh anak kecil, permen juga disukai oleh orang dewasa. Namun, sekitar 60% hingga 90% permen adalah gula.

Mengapa kita harus membatasi jumlah gula yang dikonsumsi?

Mengkonsumsi gula yang berlebih tidak baik untuk kesehatan tubuh dan dapat memicu penyakit seperti, diabetes, obesitas, permasalahan pada gigi, bahkan penyakit jantung. Apalagi ketika Anda adalah orang yang pasif dan jarang melakukan aktivitas fisik. Sebaiknya, ketika Anda merasa mengonsumsi banyak gula, Anda juga harus menyempatkan untuk berolahraga.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca