Kenapa Lemak Saya Menumpuk Hanya di Tubuh Bagian Bawah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki postur tubuh ‘besar di bagian bawah’. Entah Anda memiliki berat badan yang berlebih atau pun normal, penumpukan lemak di bagian bawah tubuh menjadi masalah yang umum dan sering kali menjadi kendala ketika ingin membeli celana jeans baru. Apa yang membuat lemak menumpuk di bagian bawah tubuh?

Hormon yang menyebabkan lemak menumpuk

Secara umum penumpukan lemak yang terjadi pada bagian paha, panggul, serta bokong, terjadi pada kaum perempuan. Sementara laki-laki lebih banyak menumpuk lemaknya di bagian perut. Oleh karena itu, tidak jarang laki-laki dengan berat badan normal tetapi memiliki perut buncit.

Perempuan mempunyai kadar lemak yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini juga dipengaruhi oleh perbedaan jenis hormon yang dimiliki masing-masing kelompok. Hormon juga yang mengatur dan menentukan lokasi penumpukan lemak di dalam tubuh, yaitu di paha, panggul, dan bokong pada perempuan dan di perut pada laki-laki.

Perempuan yang memiliki jumlah hormon estrogen yang tinggi cenderung memiliki paha, panggul, dan bokong besar. Sementara perut buncit yang dimiliki oleh laki-laki disebabkan oleh hormon testoteron. Bahkan perbedaan hormon ini juga menyebabkan perempuan yang memiliki berat badan normal mempunyai kadar lemak 2 kali lebih banyak dari pada laki-laki yang juga punya berat badan normal.

BACA JUGA: Bagaimana dan Dari Mana Lemak Tubuh Berasal?

Penumpukan lemak mulai terjadi sesaat setelah pubertas

Anak perempuan maupun laki-laki mempunyai kadar lemak yang sama hingga mereka berusia 6 tahun. Kemudian saat memasuki usia 8 tahun, sel-sel lemak di dalam tubuh anak perempuan berkembang dan semakin membesar ukuran selnya. Sementara pada anak perempuan maupun laki-laki, tidak mengalami penambahan jumlah sel lemak di dalam tubuhnya.

Tetapi anak perempuan yang sudah melewati masa pubertasnya akan mengalami peningkatan kadar lemak hingga 2 kali dibandingkan anak laki-laki. Penumpukan lemak terjadi pada bagian bawah tubuh, yaitu paha, panggul, dan bokong. Lemak yang menumpuk pada bagian tersebut memang dirancang sebagai cadangan ketika perempuan tersebut melahirkan dan menyusui,

Pada wanita, penumpukan lemak ini akan hilang ketika melahirkan dan menyusui

Jangan khawatir jika Anda memiliki lemak ‘bandel’ yang tidak bisa dihilangkan walaupun sudah melakukan berbagai macam gerakan olahraga. Ketika seorang ibu menyusui anak, lemak yang menumpuk pada paha, panggul, dan bokong tersebut menjadi lebih ‘lunak’ dan dapat hilang. Ternyata, menyusui dapat meningkatkan aktivitas pelepasan lemak dan menurunkan cadangan lemak yang menumpuk. Hal ini juga disebabkan karena penumpukan lemak akan difokuskan tubuh pada jaringan payudara. Sehingga dapat dikatakan bahwa penumpukan yang terjadi tersebut ditujukan agar ibu memiliki cadangan lemak yang cukup untuk menyusui bahkan melahirkan.

BACA JUGA: Lemak Berlebih di Dalam Tubuh, Disimpan di Mana?

Pada pria, perut buncit dapat menyebabkan risiko berbagai penyakit

Seseorang yang memiliki perut buncit bisa diartikan bahwa ia mempunyai tumpukan lemak yang sangat banyak di perutnya. Sebenarnya terdapat dua jenis lemak yang menumpuk di perut, yaitu lemak yang menumpuk di bawah lapisan kulit atau lemak subkutan dan lemak yang berada di antara organ-organ atau lemak viseral. Tingginya kadar lemak viseral dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, gagal jantung, gagal ginjal, dan sebagainya.

Memiliki tumpukan lemak, belum tentu tidak sehat

Jika ada lemak yang menumpuk di dalam tubuh, bukan berarti Anda menjadi tidak sehat dan rentan terhadap penyakit. Memang penumpukan yang terlalu banyak berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi tubuh tetap butuh lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Lemak dibutuhkan tubuh untuk membantu memetabolisme beberapa jenis vitamin, menjadi bahan dasar dalam membentuk jaringan otak, berperan penting dalam produksi hormon, serta menjaga suhu tubuh agar tetap normal.

Peningkatan lemak tubuh adalah hal yang normal terjadi, sehingga untuk mencegah penumpukan semakin banyak dan mengakibatkan terkena penyakit degeneratif, maka harus diimbangi dengan menerapkan pola hidup sehat. Tumpukan lemak yang normal untuk perempuan adalah kurang dari 30% dan pada pria lemak tubuh maksimal yang normal adalah 25%.

BACA JUGA: Bagaimana Lemak Trans Merusak Tubuh Kita

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit