Mengenal 4 Jenis Beras: Mana yang Paling Sehat

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020
Bagikan sekarang

Beras merupakan sumber bahan makanan utama bagi masyarakat di berbagai negara, setidaknya terdapat 26 negara padat penduduk yang menjadikan beras menjadi makanan pokoknya, termasuk Indonesia. Beras memiliki banyak jenis dan macamnya, tergantung dengan bentuk, aroma, dan warna dari masing-masing jenis, yang membuat setiap jenis beras memiliki cara memasaknya masing-masing. Selain itu, setiap jenis juga memiliki kandungan zat gizi dan rasa yang berbeda-beda. Lalu, Apa saja jenisnya?

Beras putih

Beras putih memiliki lapisan kulit yang sudah dibuang sebelumnya, makanya beras ini berwarna putih. Proses penggilan membuat beras putih berkurang kandungan zat gizinya jika dibandingan dengan jenis beras merah atau hitam. Beras putih dibagi menjadi berdasarkan bentuk bulir, yaitu:  

  • Beras bulir panjang. Beras ini telah melalui proses penggilingan tiga hingga empat kali. Beras bulir panjang biasanya kurang lengket dan biasa disebut dengan beras pera. Jenis beras ini bila dimasak maka akan terasa agak keras. Jenis beras bulir panjang yaitu beras basmati, jasmine, dan doongara.
  • Beras bulir sedang. Bila dibandingkan dengan beras bulir panjang, beras jenis ini lebih lengket dan tidak terlalu pera. Jika dimasak juga lembut dan tidak keras.
  • Beras bulir pendek. Beras jenis ini adalah jenis beras yang paling lembut dan lengket jika dimasak. Cocok untuk dijadikan bahan dasar dari makanan seperti sushi dan sebagainya. Beras ini sering disebut sebagai beras pulen. Kandungan amilosa yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis beras yang lain, membuat beras jenis ini lebih empuk dan pulen ketika dimasak. Amilosa yang terkandung dalam beras mempengaruhi sifat pemekaran volume beras yang kemudian menjadi nasi pulen. Beras dengan kadar amilosa yang rendah biasanya menghasilkan nasi yang tidak mudah kering. Nasi yang digunakan di Jepang biasanya menggunakan jenis beras tipe ini.

Bahkan bentuk bulir yang berbeda-beda, mempengaruhi tingkat indeks glikemik yang dikandungnya. Beras berbulir panjang, seperti beras basmati dan doongara, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan bulir sedang atau bulir pendek.

Namun jika dibandingkan dengan jenis beras yang lain, beras putih mengandung serat yang lebih sedikit dari pada jenis beras lain, seperti beras merah dan beras hitam. Hal ini karena lapisan luar dan lapisan tengah beras yang mengandung serat tinggi telah hilang akibat proses penggilingan, sementara pada beras merah dan hitam tidak.

Beras cokelat

Beras cokelat juga mengalami proses penggilingan, tapi tidak sama dengan beras putih, beras cokelat hanya menghilangkan lapisan terluarnya dan tidak menghilangkan lapisan tengah. Beras cokelat memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan dengan beras putih ketika dimasak. Selain itu, beras cokelat mengandung magnesium yang cukup tinggi dan serat sebesar 3,2 gram per 100 gram. Sedangkan total protein per 100 gram beras cokelat adalah 7,2 gram. Lebih tinggi daripada 100 gram beras putih yang hanya mengandung sekitar 6,3 gram. Tingkat indeks glikemiknya sedang, sehingga mengonsumsi beras cokelat akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Beras merah

Sama dengan beras cokelat, beras merah juga memiliki tekstur yang lebih keras dan kasar. Beras merah mengandung zat besi dan vitamin B6 yang berguna untuk menjaga keseimbangan produksi sel darah merah dan hormon serotonin, yaitu hormon yang mengatur nafsu makan.  Warna merah yang ada pada beras ini didapatkan dari lapisan luar yang mengandung antosianin yang membuat warnanya merah.

Beras hitam

Beras hitam merupakan beras yang cukup langka di pasaran dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi, hal ini disebabkan oleh kandungan gizinya yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis beras lainnya. Beras hitam memiliki tekstur yang keras dan pera, sehingga membutuhkan waktu memasak yang cukup lama untuk membuatnya lembut. Dalam beras hitam terdapat kandungan vitamin E yang cukup tinggi sehingga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menangkal radikal bebas, dan memperbaiki kerusakan sel hati. Setidaknya, beras ini mengandung 20,1 gram serat, 7 gram protein, dan 1,8 gram zat besi dalam 100 gram beras hitam.  

Apakah ini artinya saya harus mengurangi beras putih?

Karena beras hitam, merah dan cokelat memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran, maka Anda bisa menyiasatinya dengan mencampur beras putih atau beras biasa dengan salah satu jenis beras tersebut. Hal ini akan meningkatkan asupan serat Anda setiap hari namun tetap sesuai dengan budget yang ada.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

    Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
    Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    karbohidrat untuk diet

    7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    makan nasi merah setiap hari

    Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020