Kenapa Diet Rendah Karbohidrat Lebih Ampuh Menurunkan Berat Badan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diet rendah karbohidrat merupakan salah satu Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan yang paling populer digunakan untuk menurunkan berat badan. Tapi kini, sebuah penelitian menemukan bahwa diet rendah karbohidrat tidak hanya bermanfaat untuk mengatur berat badan, namun juga meningkatkan metabolisme tubuh — terutama untuk perempuan. Apa pasal?

Kenapa makan makanan rendah karbohidrat meningkatkan metabolisme tubuh perempuan?

Sebuah studi kecil dari University of Michigan’s School of Kinesiology menemukan bahwa makan makanan rendah karbohidrat dapat meningkatkan kinerja metabolisme tubuh perempuan dalam cara yang tidak terjadi ketika mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi.

Penelitian ini melaporkan, ketika seseorang makan tiga porsi makanan rendah karbohidrat (hanya 30 persen dalam 24 jam), kadar gula darah dan resistensi insulin tubuhnya berkurang hingga 30 persen. Sebaliknya, ketika makan tiga porsi makanan yang mengandung 60 persen karbohidrat dalam waktu 24 jam, tidak ditemukan adanya pengurangan sama sekali baik pada tingkat gula darah maupun resistensi insulin. Penelitian ini melibatkan 32 wanita pascamenopause sehat, usia 50 sampai 65 tahun, dan tidak memiliki tanda-tanda diabetes atau pradiabetes. Lalu, mengapa ini penting?

Insulin adalah hormon utama yang membantu tubuh memecah dan mengolah karbohidrat menjadi energi untuk tubuh dan otak. Salah satu fungsi insulin adalah untuk memerintahkan sel lemak untuk memproduksi lemak dan menyimpannya, dan juga untuk mempertahankan lemak yang sudah mereka bawa sebelumnya.

Ketika asupan karbohidrat rendah, maka produksi insulin pun juga menurun. Akibatnya, simpanan lemak tidak lagi terkunci dalam sel lemak dan menjadi mudah diakses oleh tubuh untuk digunakan sebagai energi. Singkatnya, insulin yang tinggi dalam tubuh berkontribusi dalam penyimpanan lemak, sementara rendahnya kadar insulin jadi memfasilitasi pembakaran lemak. Inilah yang menjadi alasan utama dari efektivitas diet rendah karbohidrat.

Tapi penelitian ini juga menemukan bahwa waktu olahraga mungkin memainkan peran dalam bagaimana diet rendah karbohidrat bisa menguntungkan untuk metabolisme Anda.

Olahraga setelah makan makanan rendah karbohidrat membakar lebih banyak lemak

Selama berolahraga, Anda membutuhkan energi, yang akan memicu produksi insulin untuk mendorong pelepasan gula darah dari hati. Jika Anda makan sebelum berolahraga, makanan yang baru dicerna akan segera diolah menjadi gula darah oleh tubuh, dan dibuang dalam bentuk energi — bukannya mengerahkan energi dari cadangan lemak yang telah tersimpan sebelumnya.

Di sisi lain, asupan karbohidrat rendah dari diet rendah karbo Anda membuat tubuh tidak memiliki cukup persediaan gula darah untuk diolah menjadi energi. Minimnya persediaan gula darah dalam tubuh ini tidak memenuhi kapasitas energi yang dibutuhkan oleh otot, sehingga menyebabkan tubuh jadi memindahkan fokus produksi energi dari cadangan penyimpanan lemak yang sudah ada.

Alasan lainnya adalah, dengan menjalani diet rendah karbohidrat, orang-orang cenderung mengganti asupan energi dari kalori gula darah dengan makanan yang berprotein tinggi, seperti daging, ikan, atau ayam/telur. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa protein dapat mengurangi nafsu makan, meningkatkan metabolisme, dan membantu meningkatkan massa otot, yang juga aktif secara metabolik untuk membakar kalori tubuh.

Berdasarkan temuan ini, tim peneliti menyarankan Anda yang ingin menurunkan berat badan dengan diet rendah karbohidrat untuk menyeimbangi pola makan sehat Anda dengan olahraga, yang dilakukan setidaknya 40 menit setelah makan untuk kinerja pembakaran lemak tubuh yang paling optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Khasiat Mengejutkan Buah Mengkudu yang Wajib Anda Tahu

Meski berbau busuk tajam dan rasanya kurang menggugah selera, ada banyak manfaat buah mengkudu untuk kesehatan. Tertarik untuk mencobanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit