Diet Nordik, Diet Ala Eropa yang Mengharuskan Anda Banyak Makan Ikan dan Buah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makin banyak tren diet baru yang bermunculan untuk membantu Anda memiliki berat badan ideal. Salah satu yang belakangan ini ramai dibicarakan adalah diet Nordik. Diet Nordik terinspirasi dari kebiasaan makan orang-orang Eropa Utara. Seperti apa diet Nordik itu, dan apa manfaatnya? Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini.

Apa itu diet Nordik?

Diet nordik adalah diet rendah gula dan lemak yang dirancang oleh sekelompok ahli gizi, ilmuwan dan koki internasional setelah terinspirasi pola makan penduduk Eropa Utara (Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, dan Islandia) yang banyak makan ikan. Maka selain mengurangi gula dan lemak, diet ini juga mengharuskan Anda untuk memperbanyak makan ikan dan makanan laut (seafood) lainnya hingga dua kali lipat.

Keunikan lainnya dari diet nordik adalah Anda juga harus makan lebih banyak buah-buahan beri (buah buni) — seperti anggur, blackcurrant, acai berry, kesemek, goji berry, raspberry, stroberi, blackberry, blueberry, cranberry, arbei, tomat, timun, terong, pisang, semangka, hingga labu.

Anjuran dan pantangan makan selama diet nordik

Secara garis besar, panduan makan diet Nordik sebenarnya mirip dengan diet Mediterania. Keduanya sama-sama mengutamakan menu makanan protein nabati yang kaya akan karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, serta antioksidan. Keduanya juga sama-sama membatasi asupan gula dan lemak jenuh alias lemak trans.

Asupan lemak yang diutamakan dalam kedua diet ini adalah jenis lemak tidak jenuh yang justru baik untuk kesehatan jantung. Bedanya, diet Mediterania mengutamakan minyak zaitun sebagai sumber utama lemak tak jenuh, sementara diet Nordik menggunakan minyak kanola (minyak rapia).

Lalu, apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan selama menjalani diet Nordik?

  • Yang harus diperbanyak: Buah-buahan berry, sayuran, kacang polong, kentang, biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum, ikan dan makanan laut, susu rendah lemak, rempah-rempah alami, dan minyak kanola.
  • Yang boleh dikonsumsi secukupnya: daging giling, telur, keju, dan yogurt
  • Yang boleh dimakan sedikit saja:  daging merah, dan makanan mengandung lemak hewan lainnya
  • Yang tidak boleh dimakan sama sekali: minuman manis, gula tambahan, daging olahan, makanan dan minuman kemasan, dan makanan cepat saji

Apa manfaat diet nordik?

Selain menurunkan berat badan, diet Nordik bermanfaat untuk menurunkan risiko berbagai macam penyakit kronis dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

1. Menurunkan berat badan

Sebuah penelitian menemukan bahwa menjalani diet Nordik selama 6 bulan secara teratur mampu menurunkan berat badan hingga 23 kilogram, sementara diet lainnya hanya mentok turun 7,2 kg dalam rentang waktu yang sama.

Temuan ini diamini oleh sebuah penelitian terbitan Journal Internal Medicine tahun 2011, yang melaporkan bahwa 6 minggu menjalani diet Nordik mampu menurunkan berat badan 4% lebih banyak daripada cara diet standar.

2. Menurunkan tekanan darah

Dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013, sebuah penelitian menunjukan bahwa diet Nordik menurunkan tekanan darah cukup drastis pada orang-orang obesitas dalam kurun waktu 6 bulan.

Beberapa penelitian lainnya juga melaporkan bahwa diet ini mampu membantu menurunkan trigliserida. Tingginya trigliserida dalam darah sering menjadi pertanda obesitas dan sindrom metabolik. Trigliserida tinggi juga meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga pankreatitis akut.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung

Dilansir dari laman Harvard Medical School, memperbanyak konsumsi buah-buahan beri dapat membantu menjaga berat badan dan menurunkan risiko penyakit jantung dibandingkan jika Anda tidak memakannya sama sekali. Pasalnya, buah-buahan beri termasuk tinggi kandungan antosianin.

Antosianin bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis. Antosianin juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah karena membuat pembuluh darah jadi lebih elastis.

Lebih lanjut, antosianin berperan dalam proses antiradang, antivirus, dan diduga berpotensi sebagai agen antikanker.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit