Anoreksia Pada Lansia: Kenapa Bisa Terjadi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Lansia adalah kelompok usia di mana seseorang telah mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh. Kondisi ini tidak hanya membuat individu yang berusia di atas 50 tahun lebih rentan terhadap penyakit, namun juga gangguan makan anoreksia. Berbeda dengan anoreksia yang terjadi pada individu berusia lebih muda, anoreksia pada usia lanjut tidak hanya dapat dipengaruhi oleh faktor penyakit dan kejiwaan, tetapi juga dipicu oleh kondisi fisik akibat proses penuaan.

Anoreksia pada usia lanjut didefinisikan sebagai hilangnya nafsu makan dan/atau penurunan jumlah asupan makanan yang terjadi pada individu lansia. Meskipun pada umumnya penurunan asupan makanan dan aktivitas tubuh terjadi pada lansia, namun kondisi anoreksia menyebabkan lansia kehilangan cadangan dan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Hal ini menyebabkan dampak kesehatan yang lebih serius seperti gangguan fungsi organ dan meningkatkan risiko kematian.

Berbagai penyebab terjadinya anoreksia pada usia lanjut

1. Inflamasi pada otak

Proses penuaan memicu terjadinya inflamasi pada bagian otak hipotalamus yang berperan dalam  dan mengatur stimulus perifer dari sel lemak, asupan nutrisi, dan hormon. Inflamasi pada otak menyebabkan ketidakseimbangan hormon karena otak pada lansia mengalami hambatan untuk merespon hormon lapar ghrelin dan cholecystokinin (CCK). Akibatnya, lansia lebih mudah mengalami penurunan berat badan karena cenderung kehilangan rasa lapar.

2. Menurunnya fungsi indra penciuman dan perasa

Keinginan untuk memakan sesuatu pada lansia juga cenderung menurun karena kurang dapat menghirup aroma dan merasakan makanan. Terlebih lagi lansia pada umumnya kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa manis dan asin terlebih dahulu sehingga sangat mudah kehilangan nafsu makan karena merasa bosan dan tidak dapat menikmati makanan. Penurunan fungsi indra penciuman dan perasa juga bergantung pada kondisi yang disebabkan penyakit, efek samping obat dan merokok.

3. Menurunnya fungsi saluran pencernaan

Hambatan pada saluran pencernaan seperti hilangnya gigi untuk menghaluskan makanan dan penurunan sekresi asam lambung menyebabkan tubuh kesulitan untuk menyerap makanan. Terlebih lagi lambung masih terisi makanan karena diserap terlalu lambat, menyebabkan lansia hanya memakan makanan lebih sedikit dan mengganggu kerja hormon untuk mengirimkan sinyal lapar. Gangguan penyerapan makanan juga dapat disebabkan oleh efek samping atau interaksi obat yang diminum dengan waktu yang berdekatan.

4. Kondisi emosi yang kurang baik

Lingkungan sosial dan depresi adalah faktor yang paling umum menyebabkan anoreksia pada usia lanjut. Lansia lebih cenderung mengisolasi dirinya karena kehilangan orang terdekat atau hidup sendirian, hal ini menyebabkan kehilangan nafsu makan dan menyebabkan anoreksia. Sedangkan depresi pada lansia lebih sering dipicu oleh stress dan penurunan fungsi kognitif, pada akhirnya lansia yang depresi akan kondisinya cenderung kehilangan nafsu makan.

Dampak kesehatan anoreksia pada usia lanjut

Kondisi anoreksia dapat menurunkan berat badan yang justru berbahaya bagi lansia karena memicu hilangnya massa otot dan penurunan fungsinya, termasuk otot organ pernafasan. Tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup alias malnutrisi juga menyebabkan penurunan fungsi imun dan disertai hambatan pada fungsi organ pencernaan, terutama saat lansia mengalami infeksi. Selain itu, anoreksia juga memicu rendahnya albumin dalam serum darah (hypoalbuminemia) hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan berbagai jaringan tubuh.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi anoreksia pada usia lanjut

Meskipun penurunan nafsu makan pada usia lanjut terjadi secara alami, namun kondisi kekurangan asupan makanan dampak berdampak fatal bagi lansia. Kondisi anoreksia juga dapat diminimalisir dengan beberapa cara berikut:

  • Mengganti pola makan – hal ini dilakukan untuk mengatasi rasa jenuh lansia terhadap makanan dengan cara menyajikan makanan dengan rasa yang bervariasi. Hindari penggunaan garam dan gula yang terlalu banyak, sebagai gantinya berikan rempah-rempah dan bumbu dapur sebagai penambah rasa.
  • Ajak lansia makan bersama – perilaku menyendiri atau isolasi dari lingkungan sosial adalah salah satu penyebab lansia mengalami anoreksia, atasi hal ini dengan membawakan makanan atau mengajak bicara untuk duduk dan makan bersama.
  • Penuhi kecukupan nutrisi – penuhi kebutuhan energi utama dari protein yang bersumber dari daging, telur, ikan serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Jika lansia hanya makan dengan jumlah yang sedikit, penuhi nutrisi dari suplemen makanan.
  • Ajak lansia aktif bergerak – aktif menggunakan otot adalah hal penting untuk mencegah hilangnya massa otot dan penurunan fungsi otot. Aktif bergerak secara rutin dapat memperkuat tulang dan memperbaiki nafsu makan lansia.
  • Perhatikan obat yang dikonsumsi – terdapat beberapa jenis obat yang dapat memicu anoreksia seperti obat jantung, anti-rematik, anti-depresan dan pencahar. Pertimbangkan kembali atau konsultasikan ke dokter untuk penggunaan jenis obat saat lansia mengalami kehilangan nafsu makan secara drastis.
  • Periksa dan tangani kondisi penyakit – beberapa kondisi atau gangguan pada mulut, lambung, dan saraf (stroke) serta depresi dan penyakit jantung dapat menghilangkan nafsu makan. Penanganan dini diperlukan sebelum kondisi anoreksia menyebabkan malnutrisi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ada berbagai jenis makanan pokok yang bisa Anda pilih, mulai dari nasi, mie, pasta, atau roti. Namun, yang mana sumber karbohidrat paling sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Berikut informasi tentang gejala, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Apa yang membuat beras merah selalu diyakini lebih baik dari beras putih? Dan apakah benar beras merah dapat membantu menurunkan berat badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk yang kurang tidur

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit