Mengenal Glutathione dan Berbagai Keajaibannya untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/04/2018
Bagikan sekarang

Mungkin banyak dari Anda yang masih kurang familiar dengan jenis antioksidan yang satu ini. Ya, glutathione adalah antioksidan alami tubuh yang memiliki segudang manfaat kesehatan bagi kerja seluruh sistem-sistem pada tubuh Anda. Penasaran apa saja manfaat glutathione yang menakjubkan? Simak terus ulasan di bawah ini.

Apa itu glutathione?

Glutathione merupakan antioksidan alami yang terdiri dari tiga asam amino yakni sistein, glutamat, dan glisin. Ada berbagai peran glutathione dalam kerja reaksi kimia tubuh, misalnya membantu mengeluarkan racun-racun, termasuk yang berasal dari tubuh, obat-obatan yang dikonsumsi, atau lingkungan sekitar.

Kadar glutathione bisa semakin menurun seiring bertambahnya usia seseorang sebab produksi glutathione juga tidak seoptimal sebelumnya. Selain karena usia, glutathione dalam tubuh juga bisa menurun jika mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti kanker, HIV/AIDS, diabetes tipe 2, hepatitis, dan penyakit parkinson.

Meskipun begitu, Anda tetap bisa mencukupi kadar glutathione tubuh dari suplemen oral dalam bentuk kapsul ataupun cairan.

Apa saja manfaat glutathione bagi tubuh?

Dikutip dari Very Well, menurut penelitian dalam Journal of Nutrition, mengatakan bahwa glutathione memainkan peran penting untuk menjaga kadar antioksidan, memecah nutrisi, dan mengatur berbagai proses biologis tubuh. Masih ada berbagai manfaat glutathione dalam tubuh yang penting untuk Anda ketahui, yaitu:

1. Mengurangi gejala penyakit Parkinson

Penyakit parkinson terjadi ketika ada gangguan progresif pada sistem saraf yang bisa memengaruhi kemampuan gerak pengidapnya, gejala yang muncul berupa tremor pada tangan serta otot terasa kaku yang semakin parah dari waktu ke waktu.

Sejauh ini, National Institute of Health menyatakan belum ada obat yang bisa menyembuhkan penderita parkinson. Namun, sebuah penelitian menyatakan bahwa glutathione memberikan efek positif bagi orang yang mengalami tremor jika diberikan melalui pembuluh darah langsung.

Para ahli menyimpulkan bahwa antioksidan ini bisa mengurangi gejala Parkinson dan memperpanjang angka harapan hidup orang dengan Parkinson

2. Mengurangi kerusakan otak pada anak autis

Anak dengan autisme mengalami kerusakan otak akibat adanya proses oksidatif yang tinggi di sistem saraf. Proses tersebut juga bisa disebabkan karena kurangnya jumlah glutathione dalam tubuh si kecil.

Medical Science Monitor melakukan penelitian terhadap 26 anak dengan autisme yang berusia 3-13 tahun. Selama 8 minggu mereka dianjurkan untuk melakukan pengobatan dengan glutathione melalui konsumsi suplemen ataupun transdermal glutathione (sejenis perawatan yang menggunakan bahan aktif pada kulit).

Hasilnya menunjukkan bahwa suplemen glutathione bisa membantu meningkatkan kadar glutathione anak dengan autisme, sehingga dapat mencegah kerusakan otak yang terjadi akibat proses oksidatif.

suplemen vitamin C

3. Meningkatkan kerja insulin pada lansia

Salah satu manfaat glutathione yang penting bagi orang tua yakni bisa mengoptimalkan kerja insulin dalam tubuh. Hal ini yang kemudian mendorong Baylor School of Medicine untuk melakukan penelitian pada hewan dan manusia, guna mengetahui peran glutathione dalam menyeimbangkan berat badan dan kadar insulin tubuh pada lansia.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat glutathione yang rendah banyak dikaitkan dengan pembakaran lemak yang kurang optimal, sehingga menyebabkan lemak tubuh semakin banyak menumpuk.

Subjek usia tua pada penelitian dianjurkan untuk menambah kandungan sistein dan glisin pada asupan makanan harian mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan glutathione. Hasilnya bisa meningkatkan kerja insulin dan pembakaran lemak dalam tubuh.

4. Menurunkan risiko stres oksidatif

Stres oksidatif merupakan kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak dibandingkan kadar antioksidan (yang bisa mencegah kerusakan sel karena radikal bebas). Kondisi ini yang kemudian akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel dalam tubuh. Tingkat stres oksidatif yang terlalu tinggi bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit misalnya diabetes, kanker, dan rematik.

Penelitian dari Journal of Cancer Science and Therapy mengungkapkan bahwa kadar glutathione yang tinggi bisa mencegah terjadinya radikal bebas, sehingga mencegah penyakit kronis terjadi.

5. Mengurangi kerusakan sel pada penyakit perlemakan hati

Kerusakan sel pada hati bisa semakin parah jika diiringi dengan rendahnya kadar antioksidan, termasuk glutathione. Kondisi ini dapat mengakibatkan penyakit perlemakan hati, baik pada orang yang minum alkohol maupun yang tidak.

Namun sebuah penelitian mengungkapkan bahwa glutathione cukup ampuh mengurangi kerusakan hati. Selain itu, penelitian lainnya juga membuktikan efek positif dari glutathione pada penderita penyakit perlemakan hati, setelah suplemen glutathione diberikan selama empat bulan dengan dosis 300 miligram per hari.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020