backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

6 Fakta di Balik Mitos Buah Durian yang Perlu Anda Tahu

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 29/11/2022

    6 Fakta di Balik Mitos Buah Durian yang Perlu Anda Tahu

    Siapa yang tidak kenal buah durian? Buah dengan ciri khas kulit berduri ini mengeluarkan aroma tajam yang dapat tercium dari jauh. Bagi pencinta buah dengan nama latin Durio sp. ini, ada beberapa fakta durian menarik yang perlu Anda ketahui. 

    Fakta unik di balik mitos buah durian

    Rupanya ada beberapa mitos seputar buah durian. Berikut ini fakta di balik mitos durian yang perlu untuk Anda tahu. 

    1.Risiko makan durian bersama alkohol

    Beberapa orang bisa mengalami mulas dan kembung setelah makan durian, karena kandungan serat dan karbohidrat dalam buah ini yang relatif tinggi. 

    Minuman beralkohol, seperti bir, bisa memperparah gejala ini. Minuman ini juga memiliki efek memicu detak jantung lebih cepat. 

    Riset dalam jurnal Food chemistry (2015) menemukan fakta bahwa senyawa sulfur dalam durian dapat mencegah enzim tertentu memecah alkohol. 

    Hal itu kemudian menyebabkan peningkatan kadar alkohol dalam darah. Ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan jantung berdebar (aritmia). 

    Namun, tidak diketahui apakah efek tersebut bisa berakibat fatal. Agar aman, hindari makan durian dan minum alkohol secara bersamaan.

    2. Makan durian bikin gemuk jika berlebihan

    tips mengecilkan perut buncit

    Mitos makan durian bikin gemuk bisa menjadi fakta jika Anda terlalu sering mengonsumsi durian tanpa diimbangi dengan pembakaran kalori.

    Satu potong buah durian (40 g) mengandung kalori 59 kkal.

    Satu kilogram durian sendiri memiliki kalori 1470 kkal, ini setara dengan 58% kebutuhan kalori harian orang dewasa.

    Jika makan 1 kg durian dan makan seperti biasa dalam sehari, Anda tentunya kelebihan asupan kalori.

    Oleh karena itu, lebih baik membatasi makan durian dan jadikan durian sebagai camilan bukan rutinitas. 

    3. Durian tidak tinggi kolesterol

    Banyak anggapan yang beredar di masyarakat bahwa durian mengandung banyak kolesterol sehingga dapat menyebabkan hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi). 

    Data dari U.S. Department of Agriculture menyebutkan bahwa buah durian tidak memiliki kandungan kolesterol dalam buahnya.

    Kolesterol hanya terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan. Buah-buahan tidak mengandung kolesterol sama sekali.

    Sebuah riset dalam jurnal Foods (2019) bahkan menyebut durian berpotensi untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

    Ekstrak durian memiliki efek antikanker, antikolesterol, dan probiotik dalam percobaan laboratorium pada hewan.

    Meskipun begitu, pengamatan lebih lanjut lewat studi uji klinis pada manusia diperlukan untuk memastikan manfaat ini.

    4. Durian sebabkan gula darah melonjak

    Durian ternyata tinggi gula yang tersimpan dalam bentuk gula sederhana seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. 

    Gula sederhana lebih cepat diserap oleh tubuh yang memicu terjadinya lonjakan gula darah.

    Lantaran kandungan gulanya yang tinggi, makan durian dapat dengan cepat mengisi kembali energi yang hilang setelah beraktivitas.

    Kandungan kalium yang tinggi dari buah ini juga menjaga keseimbangan hormon, sehingga meredakan stres dan kecemasan.

    5. Durian berpotensi mengatasi resistensi insulin

    Ada yang menyebutkan makan durian bisa membuat tidak subur.

    Faktanya, sebuah riset kecil dalam Journal of integrative medicine (2016) menemukan manfaat durian dalam mengatasi ketidaksuburan pada wanita akibat PCOS.

    PCOS (Polycystic ovarian syndrome) merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya kista-kista kecil di dalam indung telur (ovarium).

    Penyebab PCOS salah satunya adalah resistensi insulin.

    Nah, penelitian ini menunjukkan kandungan dalam buah durian berpotensi memperbaiki metabolisme glukosa dan lemak, sehingga bisa mengurangi resistensi insulin. 

    Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut terkait manfaat durian yang satu ini.

    Anda juga sebaiknya, berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi durian untuk mengatasi PCOS.

    6. Durian bisa menangkal radikal bebas

    Fakta berikutnya dari durian yang terkenal dengan julukan raja buah-buahan ini, memiliki efek antioksidan.

    Antioksidan sendiri berperan penting untuk menangkal radikal bebas, yaitu molekul yang bisa merusak sel-sel dalam tubuh. 

    Kandungan antioksidan dalam durian antara lain fenol, flavonoid, dan karotenoid.

    Melihat dari fakta di balik mitos buah durian di atas, makan durian bisa memberikan manfaat untuk kesehatan.

    Namun, bukan berarti Anda bebas mengonsumsi durian sebanyak-banyaknya. Anda tetap perlu membatasi konsumsinya. 

    Durian termasuk buah tinggi kalori. Kebanyakan kalori tentu akan mengarah pada berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 29/11/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan