Apa Bedanya AHA dan BHA Dalam Produk Perawatan Kulit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Coba cek label komposisi yang tertera dalam produk scrub atau exfoliator wajah milik Anda. Apakah ada kandungan AHA-nya? Atau krim scrub wajah Anda justru mengandung BHA? Produk perawatan kulit yang berfungsi mengangkat sel kulit mati biasanya akan mengandung salah satu zat ini. Lantas, apa bedanya AHA dan BHA? Apakah manfaatnya juga berbeda? Mana yang lebih baik?

Mengulik bedanya AHA dan BHA dalam produk perawatan kulit

AHA dan BHA adalah senyawa asam yang bekerja mengelupas kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Keduanya juga bermanfaat untuk mengurangi keriput dan merangsang produksi kolagen. Baik AHA dan BHA hanya bekerja pada permukaan kulit, tidak sampai masuk hingga ke jaringan dalam kulit.

Meski sama-sama memiliki manfaat untuk kulit wajah, namun kedua senyawa ini nyatanya memiliki banyak perbedaan. Berikut ini perbedaan AHA dan BHA:

AHA

AHA (alpha hydroxy acid) lebih direkomendasikan untuk kulit yang rusak akibat sinar matahari dan kulit kering. AHA mengandung pelembap yang bekerja memerangkap kadar air dalam kulit sehingga menjadikan kulit tampak lebih lembap. Contoh senyawa AHA adalah glycolic dan asam laktat.

BHA

BHA (Beta Hydroxy Acid atau asam salisilat) tidak mengandung pelembap. Oleh karena itu, produk perawatan wajah yang mengandung BHA lebih direkomendasikan untuk mengatasi masalah kulit berminyak karena bersifat mengeringkan.

Selain itu, BHA juga mengandung agen antiradang dan antibakteri sehingga ampuh digunakan untuk kulit yang sensitif, berjerawat, dan berkomedo.

BHA juga dapat direkomendasikan untuk orang yang memiliki rosacea karena dapat mengurangi kemerahan pada wajah dan membuat wajar terlihat lebih halus. Akan tetapi, tidak semua kulit dengan rosacea bisa bereaksi baik dengan produk pengelupasan kulit. Jika Anda memiliki rosacea, disarankan untuk selalu melakukan patch test sebelum memakai produk perawatan kulit.

Bagaimana cara menggunakan AHA dan BHA?

Setelah mengetahui perbedaan AHA dan BHA, Anda pasti penasaran bagaimana cara tepat menggunakan keduanya, kan? Berikut ini panduan cara menggunakan produk AHA dan BHA:

  • AHA dan BHA biasanya sering ditemukan dalam nama lain. Bentuk lain AHA biasanya adalah glycolic acid, lactic acid, malic acid, mandelic acid, hingga citric acid. Sementara bentuk lain BHA adalah salicylic acid.
  • Beberapa orang berpendapat bahwa penggunaan BHA dan AHA secara bersamaan akan memberikan hasil yang lebih baik, namun sebenarnya tidak diperlukan. Jika ingin menggunakan BHA dan AHA secara bersamaan, sebaiknya dilakukan di waktu yang berbeda, misalnya AHA pada siang hari dan BHA pada malam hari.
  • Baik AHA dan BHA keduanya akan lebih efektif bekerja jika kondisi wajah Anda sudah dalam keadaan bersih, yaitu setelah cuci muka dan memakai toner. Kemudian tunggu sekitar 3-5 menit atau hingga kulit Anda benar-benar kering untuk memaksimalkan pengelupasan.
  • AHA dan BHA dapat digunakan di area dekat mata namun tidak boleh digunakan pada kelopak mata atau langsung di bawah mata.
  • Setelah AHA atau BHA diserap oleh kulit wajah, produk kosmetik lain seperti pelembap, serum, krim mata, sunscreen, atau foundation boleh digunakan.
  •  Jika ingin menggunakan produk resep topikal seperti renova, retinoid, atau produk topikal lainnya, gunakanlah BHA atau AHA terlebih dahulu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Tiap penyakit kulit punya beragam penyebab. Untuk itu, penting mengetahui penyebab penyakit kulit pastinya agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Skin fasting adalah metode alami untuk menjaga kesehatan kulit dengan tidak memakai skincare selama jangka waktu tertentu. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Kecantikan 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dermatitis

Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
dermatitis seboroik adalah eksim kulit kepala

Dermatitis Seboroik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri kulit sensitif

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit