home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat?

Bagaimana Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat?

Bopeng adalah salah satu jenis bekas jerawat yang cukup dalam pada kulit. Umumnya, bekas jerawat ini tidak dapat hilang sendirinya. Lantas, bagaimana cara menghilangkan bopeng bekas jerawat demi wajah yang kembali mulus? Yuk, simak faktanya di sini.

Adakah cara untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat?

jenis bekas jerawat

Jika Anda memiliki bopeng, yaitu bekas luka yang tampak cekung, seperti lubang atau lekukan kulit, artinya lapisan kulit bagian dalam mengalami kerusakan. Salah satu penyebab kondisi ini terjadi adalah kebiasaan memencet jerawat yang muncul.

Sebenarnya, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat, mulai dari perawatan dari dokter hingga bahan-bahan alami. Berikut daftarnya.

1. Chemical peeling

Salah satu cara yang cukup populer dalam menghilangkan bopeng bekas jerawat adalah chemical peeling. Prosedur dengan larutan kimia yang dioleskan di wajah ini bekerja dengan mengelupasi kulit agar jaringan parut berkurang.

Umumnya, setiap sesi peeling akan menggunakan cairan kimia yang berbeda-beda. Namun, bahan utama dari perawatan yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit ini adalah asam glikolat dan asam salisilat.

Kedua jenis asam tersebut telah diklaim efektif mengurangi bekas jerawat, baik yang meradang maupun tidak. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa asam glikolat pada perawatan ini tergolong aman, terutama pada jenis kulit yang lebih gelap. Di lain sisi, asam salisilat memberikan keuntungan tambahan karena memberikan efek memutihkan.

Selain asam salisilat dan asam glikolat, ada berbagai cairan asam lainnya yang digunakan dalam chemical peeling, meliputi:

  • asam piruvat, dan
  • asam trikloroasetat.

Oleh sebab itu, chemical peeling disebut efektif sebagai cara menghilangkan bekas jerawat yang bolong. Meski begitu, perlu diingat bahwa prosedur ini tidak benar-benar menghapus bopeng bekas jerawat.

2. Krim penghilang bekas jerawat

menghilangkan bopeng bekas jerawat

Selain chemical peeling, dokter spesialis mungkin juga akan menyarankan krim penghilang bekas jerawat sebagai cara menghilangkan bopeng. Sebenarnya, tanpa resep dokter pun Anda bisa membeli krim penghilang bopeng secara bebas di apotek.

Cara kerja krim ini cukup sederhana, yaitu melembapkan kulit dan mengurangi gejala, seperti gatal dan kemerahan. Sayangnya, krim penghilang bopeng membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun agar hasilnya maksimal.

Maka itu, penting bagi Anda untuk memilih jenis krim yang cocok dengan jenis kulit manusia dan aman untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat.

Kabar baiknya, ada beberapa masker yang mengandung bahan seperti dalam krim ini, seperti Centella asiatica. Centella asiatica adalah tanaman herbal yang mengandung zat-zat aktif, seperti asiaticoside, madecassoside, dan asiatic.

Senyawa tersebut dipercaya dapat membantu meredakan iritasi dan memperbaiki lapisan kulit terluar yang rusak. Jika Anda ragu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis krim apa yang dapat membantu menghilangkan bopeng.

3. Dermabrasi

Dermabrasi adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Dokter atau ahli kecantikan biasanya akan memanfaatkan sejenis kawat kecil halus yang berputar untuk mengangkat lapisan atas kulit lebih dalam.

Selama masa pemulihan, kulit akan ditumbuhi lapisan baru yang lebih halus. Hal ini bertujuan untuk menggantikan kulit yang rusak akibat bopeng. Prosedur ini dilakukan dengan bius lokal atau umum, tergantung ukuran bopeng yang membutuhkan perawatan.

Dermabrasi lebih banyak dilirik orang karena membantu menciptakan tampilan yang merata pada kulit. Namun, efeknya tidak akan terlihat instan karena membutuhkan 10 hari hingga 3 minggu.

Perawatan bopeng bekas jerawat ini harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit karena prosedur yang kurang tepat dapat menimbulkan bekas luka baru.

https://wp.hellosehat.com/pusat-kesehatan/dermatologi/jerawat/6-cara-pakai-madu-untuk-jerawat/

Apa bedanya dengan mikrodermabrasi?

Bila dermabrasi menggosok lapisan kulit dengan kawat halus, mikrodermabrasi dilakukan dengan bahan abrasif, seperti kristal kecil bikarbonat atau aluminium oksida.

Cara ini dinilai cukup efektif pada bopeng bekas jerawat yang permukaannya tidak terlalu luas. Meski tergolong aman, mikrodermabrasi dapat menimbulkan efek samping ketika sudah dilakukan secara teratur.

4. Laser resurfacing

Pada dasarnya, laser resurfacing (terapi laser) sama seperti dermabrasi dan chemical peeling, yaitu menghilangkan lapisan epidermis dan mengencangkan lapisan tengah kulit.

Hanya saja, cara mengatasi bopeng satu ini menggunakan laser yang menjanjikan waktu penyembuhan yang lebih cepat.

Terapi laser ini juga bermanfaat untuk merangsang regenerasi kulit pada bekas jerawat. Syaratnya, Anda harus menjaga area wajah yang ditutupi perban selama 3 – 10 hari agar kulit pulih sepenuhnya.

5. Dermal filler

filler berulang

Salah satu perawatan yang sering direkomendasikan sebagai cara menghilangkan bopeng bekas jerawat adalah dermal filler. Dermal filler adalah prosedur suntik wajah untuk mengangkat luka bopeng agar ketinggiannya rata dengan kulit aslinya.

Metode yang disebut mengisi kulit dengan menambal bagian yang bolong ini menggunakan senyawa tertentu, seperti asam hialuronat dan kalsium hidroksiapatit.

Hasil dari dermal filler memang bersifat sementara. Namun, prosedur ini biasanya berlaku beberapa bulan hingga beberapa tahun, tergantung produk yang digunakan.

Meski terbilang cepat dan ampuh, cara menghilangkan bopeng ini memiliki beberapa risiko seperti:

Oleh sebab itu, selalu konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau ahli kecantikan sebelum memilih derma filler sebagai perawatan bekas jerawat ini.

6. Microneedling

Sebagai salah satu cara untuk merawat kulit agar tetap awet muda, microneedling juga sering digunakan untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Prosedur ini dilakukan untuk menghasilkan kolagen lebih banyak di bagian bekas jerawat yang bolong.

Cara kerja terapi ini adalah menusukkan bagian kulit yang sudah sembuh agar kulit menghasilkan lebih banyak kolagen untuk mengisi bekas jerawat yang bopeng. Jika sudah terisi, bopeng pun akan lebih tersamarkan.

Normalnya, microneedling perlu dilakukan berulang kali setiap beberapa minggu. Para ahli merekomendasikan pasien untuk menjalani terapi ini setiap dua hingga enam minggu. Hasilnya biasanya terlihat dalam sembilan bulan ke depan.

7. Cangkok kulit wajah

Tahukah Anda bahwa ternyata kulit wajah dapat dicangkok dan bisa dilakukan untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat? Prosedur yang dilakukan oleh dokter ini bertujuan untuk mengisi kekosongan di wajah dengan sepotong kecil jaringan kulit yang sehat.

Umumnya, kulit yang akan diambil berasal dari kulit di belakang telinga. Selain membantu mengatasi bopeng jerawat, teknik ini juga dapat digunakan sebagai perawatan lanjutan setelah dermabrasi. Hal ini berlaku ketika dermabrasi meninggalkan efek lubang pada kulit wajah.

Apakah Saya Akan Punya Wajah Baru Setelah Menjalani Transplantasi Wajah?

Cara alami menghilangkan bopeng bekas jerawat

Pada dasarnya, cara menghilangkan bopeng bekas jerawat secara alami tidak sepenuhnya efektif. Hanya saja, cara alami ini dapat membantu proses pemulihan setelah melakukan perawatan bekas jerawat dari dokter.

Berikut ini beberapa cara alami yang dapat membantu mengembalikan wajah bopeng menjadi mulus.

Pijat wajah

mengatasi sinusitis

Pijat wajah memang terlihat mudah dan ternyata bisa digunakan sebaga cara menghilangkan bopeng jerawat. Meski tidak berefek langsung menyembuhkan, metode ini dapat membantu mengurangi jerawat yang terinfeksi dan meningkatkan sirkulasi kulit.

Keuntungan dari cara ini adalah tidak memiliki efek samping apa pun. Namun, keampuhannya dalam mengatasi muka bopeng memang tidak dapat dijamin.

Menjaga kelembapan kulit

Selain melakukan pijat wajah, cara lainnya menghilangkan bopeng bekas jerawat di wajah adalah menjaga kelembapan kulit. Anda mungkin dapat memanfaatkan minyak alami untuk mengurangi tanda-tanda bekas jerawat.

Beberapa jenis minyak alami di bawah ini diklaim mengandung antioksidan alami yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka.

Namun, perlu diingat bahwa jenis minyak alami tertentu justru dapat memperparah jerawat, sehingga Anda perlu mengujinya terlebih dahulu.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya tanyakan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Acne Scars: Diagnosis and Treatment. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 7 October 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/derm-treat/scars/treatment#treatment 

Gozali, Maya Valeska, and Bingrong Zhou. “Effective treatments of atrophic acne scars.” The Journal of clinical and aesthetic dermatology vol. 8,5 (2015): 33-40. Retrieved 7 October 2020. 

Handog, E. B., Datuin, M. S., & Singzon, I. A. (2012). Chemical peels for acne and acne scars in asians: evidence based review. Journal of cutaneous and aesthetic surgery, 5(4), 239–246. https://doi.org/10.4103/0974-2077.104911. Retrieved 7 October 2020. 

Moisturizer: why you may need it if you have acne. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 7 October 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/moisturizer 

Hyde, P. (2016). Can acne scars be removed?. Kids Health. Retrieved 7 October 2020, from https://kidshealth.org/en/teens/acne-scars.html

Bylka, W., Znajdek-Awiżeń, P., Studzińska-Sroka, E., & Brzezińska, M. (2013). Centella asiatica in cosmetology. Postepy dermatologii i alergologii, 30(1), 46–49. https://doi.org/10.5114/pdia.2013.33378. Retrieved 7 October 2020. 

El-Domyati, M., Barakat, M., Awad, S., Medhat, W., El-Fakahany, H., & Farag, H. (2015). Microneedling Therapy for Atrophic Acne Scars: An Objective Evaluation. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 8(7), 36–42. Retrieved 7 October 2020. 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 10/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro