Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memilih produk perawatan kulit buat sebagian orang merupakan hal yang membingungkan. Apalagi, kalau Anda mempunyai masalah kulit tertentu seperti dehidrasi atau kering. Sekilas, gejalanya terlihat sama namun perawatannya berbeda. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa saja perbedaan produk hydrating dan moisturizing untuk kulit agar tidak salah pilih.

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing

Kulit yang kering dan yang dehidrasi dapat disebabkan oleh hal berbeda. Kulit kering biasanya lebih disebabkan oleh kurangnya produksi sebum (minyak alami) yang bersifat genetik dan cenderung makin terlihat seiring bertambah tua. Sementara itu, kulit yang dehidrasi disebabkan oleh kebiasaan kurang minum air, iklim yang terlalu kering atau terlalu panas, paparan sinar matahari, atau karena kurang tidur.

Siapa saja bisa mengalami dehidrasi pada kulitnya, tapi tidak semua jenis kulit adalah kering. Maka karena dua hal ini adalah berbeda, produk perawatan kulit yang dibutuhkan juga tidak sama.

Berikut adalah perbedaan produk hydrating dan moisturizing yang paling mencolok:

1. Produk hydrating untuk kulit dehidrasi

Sesuai dengan namanya, produk perawatan kulit yang bersifat hydrating bermanfaat untuk menghidrasi kulit wajah. Produk hydrating juga bersifat humectant yang membuatnya dapat menyerap air dari luar ke dalam kulit. Maka dari itu, produk hydrating biasanya digunakan jika Anda mempunyai masalah kulit dehidrasi.

Kulit dehidrasi adalah kondisi kulit yang kurang kandungan air, sehingga tekstur kulit pun berubah. Tanda awal kulit dehidrasi adalah kemerahan, peradangan, juga bisa terasa gatal.

Beberapa kandungan yang bisa Anda temukan pada produk hydrating adalah hyaluronic acid, gliserin, propylene glycol, madu, pantenol, serta kolagen. Dikutip dari Healthline, kandungan hyaluronic acid dapat mempertahankan dan meningkatkan kadar hidrasi sehingga kulit kembali lembap serta kenyal.

2. Produk moisturizing untuk kulit kering

Jika produk hydrating ditujukan untuk kulit dehidrasi, maka produk yang bersifat moisturizing ditujukan untuk pemilik kulit kering.

Kulit kering sudah mempunyai pelindung alami untuk menahan kelembapan, namun tidak cukup kuat sehingga masih perlu bantuan produk pelembap. Inilah yang menjadi perbedaan fungsi dari produk hydrating dan moisturizing.

Moisturizer atau pelembap bekerja menahan kelembapan sekaligus mencegah agar kelembapan alaminya yang tersisa tidak hilang menguap dari kulit. Jadi, bukan untuk menambah kadar air agar tetap lembap.

Biasanya, produk pelembap untuk kulit kering mempunyai kandungan seperti mineral oil, petroleum jelly, minyak zaitun, atau zinc oxide. Pilihlah produk dengan kandungan yang juga mampu menambah kadar minyak alami di kulit Anda.

3. Konsistensi keduanya berbeda

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing lainnya adalah konsistensinya.

Produk hydrating sebagian besarnya mengandung air sehingga konsistensinya pun lebih cair, misalnya hydrating toner atau hydrating serum. Kebalikannya, produk moisturizing mempunyai konsistensi yang lebih kental seperti krim atau losion.

Bagi pemilik jenis kulit kering, sebaiknya Anda memilih produk moisturizing skincare dengan konsistensi yang cukup kental.

Dikutip dari Healthline, moisturizer atau pelembap dengan kandungan emolien akan mencegah hilangnya kadar air di dalam kulit sekaligus menambah nutrisi.

Meski beda tujuan, produk hydrating dan moisturizing dapat digunakan bersamaan

Walaupun terdapat perbedaan antara produk hydrating serta moisturizing, kedua produk dapat digunakan secara bersamaan. Perlu diketahui, masalah dehidrasi bisa terjadi pada jenis kulit apa pun.

Maka dari itu, menghidrasi kulit saja tidak cukup apabila tidak dikunci dengan produk pelembap. Tidak hanya untuk jenis kulit kering, kedua produk ini juga dapat diaplikasikan bagi pemilik jenis kulit berminyak.

Terlebih, kandungan air bisa juga menguap bersama dengan minyak alami kulit akibat faktor lingkungan, dan akhirnya memicu kulit jadi kering. Dehidrasi pun akan memperburuk produksi minyak di kulit Anda.

Gunakan produk hydrating terlebih dahulu dan tunggu sampai benar-benar meresap. Lalu, setelah itu pakai produk moisturizing. Manapun yang Anda gunakan, pilihlah produk skincare yang oil-free serta noncomedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fungsi Pelembab bagi Kulit dan Tips Memilih yang Terbaik

Urutan pemakaian skincare terkadang memang membingungkan. Antara moisturizer atau sunscreen, mana yang perlu dipakai lebih dulu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 14 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Skin fasting adalah metode alami untuk menjaga kesehatan kulit dengan tidak memakai skincare selama jangka waktu tertentu. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Kecantikan 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Memiliki kulit sensitif memang perlu perawatan dan perhatian ekstra ya, termasuk untuk memilih kosmetik. Berikut tips memilih kosmetik yang aman untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri kulit sensitif

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Penyebab dan pemicu penyakit psoriasis

Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab mengatasi kulit mengelupas

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit