Tips dan Trik Menghaluskan Tekstur Wajah yang Tidak Rata Akibat Bekas JerawatIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Author: dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin

Selain menimbulkan nyeri, jerawat dapat meninggalkan flek hitam hingga lekukan atau bekas luka di wajah. Ketika lekukan terbentuk, tampilan wajah jadi tak semulus sebelumnya. Hal ini tentu dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Apalagi jika jumlahnya banyak dan ada di area yang mudah terlihat. Namun, kini Anda tak perlu khawatir lagi. Sebab, ada beragam cara yang bisa dicoba untuk membantu memperbaiki sekaligus menghaluskan tekstur kulit wajah yang tidak rata akibat jerawat.

Penasaran apa saja? Yuk, simak baik-baik ulasan lengkapnya di bawah ini.

Cara menghaluskan tekstur kulit wajah akibat bekas jerawat

Noda hitam dan tekstur kulit wajah yang tidak rata karena bekas jerawat memang cukup meresahkan. Sebab, kondisi tersebut membuat wajah tampak kusam dan tidak enak dipandang.

Nah, untuk memperbaiki sekaligus menghaluskan tekstur kulit akibat bekas jerawat, Anda bisa mencoba cara-cara berikut:

Pakai gel penghilang bekas jerawat

Gel penghilang bekas jerawat (post-acne gel) bisa jadi solusi dalam membantu menyamarkan noda bekas jerawat sekaligus memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata. 

Anda bisa menggunakan gel penghilang bekas jerawat yang mengandung niacinamide, Allium cepa dan MPS (Mucopolysaccharide), serta Pionin (Quaternium-73). Ketiga kandungan ini dapat membantu menghilangkan bekas jerawat dan membasmi bakteri penyebab jerawat. 

Gel ini biasanya dijual bebas tanpa harus menebus resep dokter. Anda bisa menemukannya di apotek atau toko obat terdekat. Meski dijual bebas, bacalah aturan pakai yang tertera pada label kemasan dengan teliti. 

Pastikan juga kalau gel penghilang bekas jerawat yang dibeli bebas alkohol, tidak menyebabkan alergi, dan bersifat non-comedogenic. Hal tersebut penting diperhatikan, terutama bagi Anda yang memiliki kulit sensitif.

Bila bekas jerawat tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berobat ke dokter spesialis kulit.

Rajin merawat kulit

Sejumlah kebiasaan rumahan nyatanya juga bisa membantu menghaluskan sekaligus memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata.

Perawatan kulit sederhana yang bisa Anda lakukan adalah rutin membersihkan wajah. Usahakan untuk membersihkan wajah sebelum tidur atau setelah beraktivitas seharian. Pilihlah sabun cuci muka yang sesuai dengan jenis kulit Anda.

Selanjutnya, jangan lupa menggunakan pelembap dan tabir surya. Pelembap efektif untuk menjaga kulit wajah tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. Sementara tabir surya membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV. Tanpa disadari, paparan sinar UV dalam waktu yang lama dapat membuat kulit Anda semakin rusak.

Pilih produk skincare yang tepat

Memilih produk skincare alias perawatan kulit juga tak kalah penting untuk memperhalus sekaligus memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata. Namun, berhubung ada banyak sekali produk skincare yang beredar di pasaran, Anda mungkin bingung memilih yang tepat.

Kuncinya satu: perhatikan baik-baik kandungannya. Pilihlah produk skincare yang sesuai dengan jenis kulit dan masalah kulit yang dihadapi.

Untuk membantu meningkatkan regenerasi kulit dan memperbaiki tekstur kulit, Anda bisa gunakan produk skincare yang mengandung niacinamide, retinoid, glycolic acid, adapalene, dan azelaic acid.

Perlu dipahami bahwa penggunaan produk skincare tidak dapat mengatasi bopeng yang sudah terlanjur terjadi.  

Konsultasi ke dokter spesialis kulit

Jika jerawat terlanjur menimbulkan bekas bopeng atau lekukan luka yang dalam, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Sebab, bekas jerawat bopeng tidak bisa diatasi hanya dengan penggunaan skincare atau krim saja.

Ada sejumlah perawatan medis yang bisa dilakukan untuk membantu memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata. Dokter dapat merekomendasikan chemical peeling, mikrodermabrasi, microneedling, filler, dan laser.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dulu untuk menentukan mana perawatan terbaik yang sesuai dengan keadaan kulit Anda. Tergantung tingkat keparahannya, Anda juga mungkin memerlukan lebih dari satu kali perawatan untuk benar-benar mencapai hasil yang diinginkan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 24, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 3, 2020

dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di ...
Selengkapnya
dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin

dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas yang sama. Meraih gelar Sp.KK dalam waktu 3,5 tahun, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Mita ini adalah salah satu lulusan tercepat dalam menempuh pendidikan spesialis.

Kecintaan yang tinggi dalam dunia dermatologi diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada pasien, meliputi semua keluhan mengenai kulit, mukosa, rambut dan kelamin, serta tindakan-tindakan medis dalam bidang dermatologi seperti bedah kulit hingga laser, filler, botox dan threadlift.

dr. Mita peduli akan pentingnya pengetahuan untuk pencegahan timbulnya gangguan pada kulit dan kelamin sehingga sering memberikan edukasi secara berkala mengenai kesehatan.

 

Selengkapnya
Artikel Terbaru