5 Jenis Perawatan Dokter Kulit yang Paling Populer di Indonesia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2018 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang ingin memiliki kulit sehat, bersih, dan bebas dari masalah. Sayangnya, banyak orang tidak mau repot untuk merawat kulitnya sendiri. Padahal, merawat kulit penting bagi semua kalangan untuk menjaga kesehatan kulitnya. Berhubung merawat kulit memang bukan pekerjaan mudah dan butuh kesabaran yang tinggi, mengetahui berbagai macam perawatan di dokter kulit beserta manfaatnya adalah hal yang penting.

Simak serba-serbi perawatan di dokter kulit yang paling popular untuk membantu mengatasi masalah kulit Anda dalam artikel ini.

Perawatan di dokter kulit yang paling populer

1. Chemical peeling

Chemical peeling adalah perawatan yang dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti kulit kusam, berjerawat, bekas luka, keriput, hingga garis-garis halus di wajah.

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan cairan kimia yang mengandung asam glikolat atau asam trikloroasetat pada kulit. Bahan kimia tersebut berguna untuk mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terluar Anda akan mengelupas.  Kulit lama yang mengelupas akan digantikan dengan lapisan kulit baru yang lebih muda, lembut, dan cerah di bawahnya.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini adalah bila pemilihan jenis cairan peelingnya tidak tepat, sehingga dapat menimbulkan kemerahan atau bekas hiperpigmentasi pada kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi dulu ke dokter atau spesialis kulit sebelum menjalani prosedur ini.

2. Collagen induction theraphy (microneedling)

Microneedling akhir-akhir ini menjadi salah satu jenis perawatan wajah yang cukup populer di klinik dermatologi. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit dengan merangsang produksi kolagen dalam kulit, mengatasi keluhan bopeng bekas jerawat, mengurangi kadar minyak pada kulit, mengecilkan pori-pori, dan mencerahkan kulit.

Sebelum memulai prosedur, dokter akan melakukan bius lokal di wajah Anda. Setelah itu, dokter akan menggunakan jarum-jarum halus yang ditusukkan ke kulit. Luka-luka kecil pada kulit wajah Anda kemudian akan merangsang produksi dari elastin dan kolagen yang membantu penyembuhan luka. Nah, kolagen baru inilah yang akan membuat kulit wajah Anda terlihat lebih licin, kencang, dan muda.

Meski terdengar menyeramkan, prosedur ini secara umum aman bila dilakukan oleh ahli dermatologi yang sudah terkualifikasi. Dibanding dengan metode lainnya, microneedling juga memilliki risiko yang lebih kecil seperti kemerahan dan pengelupasan ringan pada beberapa hari awal setelah dilakukan tindakan.

3. Laser

Perawatan di dokter kulit satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Laser sering digunakan untuk meremajakan kulit wajah (mengencangkan, mengecilkan pori atau mengurangi garis kerutan halus), mengatasi jerawat meradang, menghilangkan flek/melasma,  menghilangkan tato, atau mengatasi tanda lahir. Laser menghilangkan lapisan kulit mati menggunakan sinar.

Sel-sel kulit baru yang terbentuk selama penyembuhan membuat permukaan kulit Anda lebih kencang dan awet muda. Prosedur ini populer karena efektivitasnya serta prosedurnya yang bebas sakit.

Seperti banyak perawatan di dokter kulit lainnya, prosedur ini juga mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping. Meski begitu, efek samping ini biasanya hanya berlangsung sementara dan mudah diatasi seperti rasa hangat pada kulit, kulit memerah, ataupun bengkak.

4. Filler wajah

Filler wajah adalah salah satu perawatan di dokter kulit yang sedang tren. Perawatan ini dilakukan untuk mengisi area-area wajah yang mengalami kekosongan (pipi, pelipis, kantong mata), atau area tertentu yang ingin ditonjolkan atau dipertegas seperti hidung, dagu, rahang. Filler wajah harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional, mengingat efek samping yang fatal dapat terjadi bila penyyntikan dilakukan secara sembarangan.

Dokter Anda akan menyuntikan cairan yang mengandung asam hialuronat ke beberapa bagian wajah yang ingin ditonjolkan agar lebih bervolume. Setelah injeksi selesai, Anda mungkin akan mengalami pembengkakan dan kemerahan di area yang disuntik.

Dalam kasus yang jarang, filler wajah dapat menimbulkan efek samping lain, seperti kerusakan jaringan kulit, granuloma/benjolan pada kulit, atau sumbatan pada pembuluh darah yang nantinya akan menyebabkan kematian jaringan kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi ke dokter kulit dan pertimbangkan segala risiko yang ada sebelum melakukan setiap perawatan kulit.

5. Botox

Perawatan di dokter kulit lainnya yang masih popular sampai saat ini adalah suntik botox. Tidak hanya untuk wanita saja, perawatan satu ini pun banyak digemari oleh kaum pria supaya meningkatkan penampilan serta kepercayaan diri mereka.

Botox digunakan dalam dunia kecantikan kulit untuk mengatasi kerutan pada wajah, atau perawatan untuk mencegah supaya kerutan tidak cepat muncul. Tidak hanya itu, botox juga dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti migrain kronis, hyperhidrosis, mata kedutan, mata juling, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan filler, suntik botox juga harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional untuk menghindari terjadinya efek samping. Meski prosedur ini minim sayatan, bukan berarti botox tidak memiliki efek samping.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini antara lain nyeri, kemerahan, serta kebas di daerah suntikkan. Jika prosedur ini tidak dilakukan oleh ahlinya, Anda bisa mengalami efek samping seperti ptosis (tidak bisa membuka mata), alis mata turun, hingga wajah jadi tidak simetris.

Masalah kulit apa saja yang harus segera diperiksakan ke klinik dermatologis?

Apapun masalah kulit Anda, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Dalam banyak kasus, orang lebih sering menunggu keluhannya parah dulu baru memutuskan untuk melakukan perawatan di dokter kulit. Akibatnya, Anda justru membutuhkan waktu lebih lama untuk proses penyembuhan keluhan Anda.

Oleh sebab itu, tidak perlu menunggu keluhan menjadi semakin parah, baru kemudian konsultasi atau berobat. Jika Anda mencurigai sesuatu yang tidak wajar pada kulit Anda, segera konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Bila sedang berobat intensif, Anda mungkin akan dianjurkan dokter untuk melakukan konsultasi setiap 1-2 minggu. Namun bila kondisi sudah membaik dan stabil, cukup lakukan konsultasi setiap 1-2 bulan sekali.

Kenapa setelah berhenti ke dokter masalah kulit saya jadi balik lagi, padahal sudah sempat membaik?

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah setelah kondisi kulit membaik dengan perawatan dari dokter kulit, pasien terlena sehingga tidak lanjut merawat kulitnya lagi karena merasa kulitnya sudah lebih baik.

Ketika kulit hanya dibiarkan saja dan tidak dibersihkan serta dilindungi dengan baik, tentu saja masalah yang sama akan kembali lagi. Bahkan mungkin juga bersama dengan keluhan baru. Oleh karena itu, agar masalah kulit Anda tidak kembali lagi, sebaiknya proses perawatan kulit harus dilakukan secara rutin berkelanjutan.

Saat Anda melakukan perawatan di dokter kulit, Anda juga tidak disarankan untuk mengombinasikan produk herbal atau perawatan kulit rumahan. Pasalnya, bisa saja produk herbal yang Anda gunakan justru mengganggu proses perawatan atau pengobatan yang sedang Anda jalani di dokter kulit. Akibatnya, perawatan Anda pun jadi tidak maksimal.

Bagaimana tips memilih klinik dermatologi yang aman dan cocok untuk kita?

Pastikan klinik dermatologis yang akan Anda datangi memang benar-benar dipegang atau ditangani oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) yang berkompeten dan telah berdertifikat. Bukan “dokter” yang mengatasnamakan diri sebagai dokter kulit. Dengan begitu, dokter Anda akan menyesuaikan perawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Listya Paramita, Sp.KK

Apakah Bekas Jerawat Membandel Bisa Hilang Total?

Menghilangkan bekas jerawat bukanlah hal yang mustahil. Berikut beberapa cara menyamarkan bekas jerawat pada wajah yang dapat perlu Anda ketahui.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
cara menyamarkan bekas jerawat
Jerawat, Health Centers 27 Januari 2020

Tips dan Trik Menghaluskan Tekstur Wajah yang Tidak Rata Akibat Bekas Jerawat

Memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata bekas jerawat merupakan impian semua yang memiliki masalah ini. Coba beberapa tips dari ahlinya berikut ini.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
memperbaiki tekstur kulit wajah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 24 Januari 2020

Bekas Jerawat

Noda bekas jerawat hitam merupakan keluhan dari sebagian besar orang. Ketahui cara untuk mengatasinya dan juga penyebabnya agar dapat dihindari.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
bekas jerawat hitam
Dermatologi, Jerawat 23 Januari 2020

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Seringkali Anda menyamakan arti dari hydrating dan juga moisturizing. Agar tidak salah lagi, kenali perbedaan produk skincara hydrating dan moisturizing!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Glass skin adalah tren kecantikan kulit bening bercahaya berasal dari Korea Selatan. Bagaimana langkah perawatan kulit untuk mendapatkannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Mana yang Lebih Baik: Eksfoliasi Pakai Chemical Peeling atau Scrub?

Mungkin Anda bingung lebih baik pilih chemical peeling atau scrub untuk perawatan kulit. Ternyata perawatan kulit perlu menyesuaikan kondisi kulit Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Trik Mengatasi Kulit Kering di Bawah Mata

Mengatasi kulit kering di bawah mata dapat dilakukan dengan perawatan dan konsumsi asupan bernutrisi untuk menjaga kelembapan kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dokter spesialis kulit dermatolog

Serba-serbi Informasi Seputar Dokter Spesialis Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit
teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Skin care dengan asam aktif

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit