Hydrating Toner vs Exfoliating Toner, Mana yang Lebih Baik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Untuk mendapatkan kulit yang bersih dan sehat, melakukan satu tahap pembersihan dengan cleanser atau sabun pencuci muka saja belum cukup. Namun, memilih produk juga tidak boleh asal-asalan. Salah satunya adalah dengan memilih jenis toner yang tepat. Kira-kira, manakah jenis toner yang lebih baik? Exfoliating toner atau hydrating toner?

Apa itu toner?

cara pakai toner

Mungkin beberapa dari Anda belum benar-benar mengetahui apa itu toner dan mengapa produk perawatan yang satu ini sangat penting untuk dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan kulit.

Toner merupakan salah satu produk perawatan yang dibuat untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan kotoran yang masih tersisa setelah tahap cleansing. Biasanya pemakaian toner dilakukan setelah double cleansing dengan cairan pembersih dan sabun cuci muka.

Beberapa fungsi lain dari toner adalah menyeimbangkan pH kulit sehingga tidak rentan terhadap minyak penyebab jerawat dan infeksi, membuat kulit lebih terlihat halus dan cerah, serta mengecilkan pori-pori di wajah.

Produk toner sendiri tersedia dalam berbagai jenis. Di antaranya, terdapat dua jenis yang paling sering digunakan, yaitu exfoliating toner dan hydrating toner.

Apa bedanya exfoliating toner dan hydrating toner?

Buah-buahan bahan skin care alami

Exfoliating toner merupakan jenis toner yang fungsi utamanya adalah mengangkat sel kulit mati dan mengelupas lapisan kulit terluar. Toner jenis ini akan membersihkan kulit dari sisa-sisa kotoran yang tidak dapat dibersihkan dari langkah sebelumnya. Toner ini cocok digunakan saat Anda ingin membersihkan make up dari wajah.

Exfoliating toner terbuat dari perpaduan AHA dan BHA seperti salicylic acid, glycolic acid, dan lactic acid. Kegunaan dari keduanya pun berbeda.

AHA (alpha hydroxy acid) adalah jenis asam larut dalam air yang terbuat dari buah-buahan. Fungsinya adalah mengupas permukaan kulit untuk menggantinya dengan sel-sel kulit baru yang memiliki pigmen lebih rata. Asam ini biasanya digunakan pada masalah seperti hiperpigmentasi ringan, pori-pori membesar, kerutan, dan warna kulit yang tidak merata.

Sedangkan BHA (beta hydroxy acid) adalah asam larut dalam minyak yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah jerawat dan kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Cara kerjanya, BHA akan masuk ke dalam folikel rambut pada kulit untuk mengeringkan minyak berlebih dan membasmi sel-sel kulit mati yang nantinya akan membuka pori-pori. Jika Anda memiliki masalah rosacea, produk dengan kandungan BHA mungkin cocok untuk Anda.

Berbeda dengan exfoliating toner, fungsi utama dari hydrating toner adalah melembabkan kulit wajah. Hydrating toner juga mempersiapkan kulit Anda untuk perawatan selanjutnya, sehingga produk yang digunakan setelahnya akan menyerap lebih baik. Toner ini terbuat dari hyaluronic acid (HA), lidah buaya, dan vitamin E.

Hyaluronic acid sebenarnya merupakan versi buatan senyawa glikosaminoglikan yang dapat diproduksi di dalam tubuh. Hyaluronic acid membuat kulit lebih terhidrasi dan dapat bantu dalam proses penyembuhan luka serta dikenal juga akan efeknya yang bisa mencegah penuaan dini pada wajah.

Manakah yang lebih baik, exfoliating toner atau hydrating toner?

skincare untuk menghilangkan bekas jerawat

Keduanya sama-sama memiliki fungsi yang dapat membersihkan wajah dan sudah menjadi bagian yang penting dalam rutinitas perawatan Anda. Namun selain melihat kelebihannya, exfoliating toner dan hydrating toner juga memiliki kelemahannya masing-masing. Memilih toner juga harus disesuaikan dengan jenis kulit yang Anda miliki.

Exfoliating toner mungkin kurang cocok jika digunakan pada orang-orang dengan tipe kulit yang kering dan sensitif. Seperti dilansir dari WebMD, efek samping dari penggunaan toner dengan kandungan AHA akan membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari. Beberapa dampak lain yang mungkin juga akan muncul adalah iritasi, bengkak, dan gatal-gatal.

AHA dan BHA hanya akan bekerja pada lapisan terluar. Efek lain yang biasanya terjadi pada saat perawatan menggunakan produk dengan bahan ini adalah kulit yang bersisik akibat pengelupasan sel kulit yang mati. Meski demikian, biasanya efek ini akan menghilang dalam beberapa minggu.

Exfoliating toner akan lebih cocok digunakan untuk orang-orang yang memiliki kulit berminyak atau normal. Bila kulit Anda rentan terhadap jerawat, pilihlah exfoliating toner dengan kandungan salicylic dan glycolic yang komponen antimikrobanya dapat memerangi jerawat.

Di sisi lain, penggunaan hydrating toner juga bisa saja menimbulkan masalah jerawat pada kulit. Kandungan hyaluronic acid dapat menerobos ke dalam kulit. Hal ini berpotensi dapat menarik masuk partikel sisa kotoran yang tidak diinginkan seperti bahan kimia atau bakteri lebih dalam pada kulit.

Ditambah lagi, meski lidah buaya cenderung aman dan tidak menimbulkan dampak yang berbahaya, penggunaannya tidak disarankan pada kulit yang sedang terluka. Pasalnya, lidah buaya dapat menurunkan kemampuan alami kulit untuk pulih dari luka seperti bekas operasi.

Hydrating toner mungkin akan lebih tepat jika digunakan oleh orang-orang yang memiliki kulit kering dan sensitif. Toner ini juga cocok untuk orang-orang yang sudah mulai mengalami penuaan kulit. Jika Anda ingin membeli toner dengan kandungan hyaluronic acid, pilihlah yang kandungannya kurang dari dua persen.

Cara menggunakan exfoliating toner dan hydrating toner

berapa lama skin care menunjukkan hasil

Biasanya, produk ini digunakan dengan meneteskan beberapa tetes cairan toner di atas kapas lalu usap pelan dari sisi tengah wajah ke luar sambil menghindari area mata dan mulut.

Ada juga beberapa produk yang dikemas menggunakan semprotan. Cara menggunakannya juga cukup dengan menyemprotkan produk pada muka sebanyak 3-4 kali atau secukupnya, lalu tepuk-tepuk wajah agar bahan dapat menyerap. Biasanya, produk hydrating toner menggunakan kemasan jenis ini.

Namun, beberapa orang menganggap menyemprot toner tanpa mengusapnya tidak akan membersihkan wajah dari sisa kotoran. Oleh sebab itu, untuk memastikan wajah benar-benar bersih, muncullah metode double toning dengan menggunakan dua jenis toner yang berbeda.

Teknik pembersihan dengan double toning dilakukan dengan memadukan keduanya, yaitu mengaplikasikan exfoliating toner terlebih dahulu menggunakan kapas, lalu dilanjut dengan menyemprotkan produk hydrating toner.

Ingatlah bahwa metode double toning belum tentu cocok pada kulit Anda. Cara terbaik adalah tetap menggunakannya sesuai dengan petunjuk pemakaian pada kemasan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 3, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca