4 Metode untuk Hilangkan Bekas Luka Pada Wajah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ketika sebuah luka sembuh, terdapat kemungkinan bahwa luka tersebut akan menimbulkan bekas. Mungkin tidak masalah jika bekas luka tersebut terletak pada daerah yang tertutup dan tidak terlihat banyak orang, namun tentu akan sangat menjengkelkan apabila luka tersebut terletak di daerah yang terekspos, seperti wajah misalnya. Bekas luka pada wajah dapat timbul karena berbagai sebab seperti cedera, jerawat, luka bakar, ataupun bekas operasi. Karena wajah Anda secara konstan terpapar dengan lingkungan luar, maka bekas luka pada daerah ini akan cenderung lebih sulit untuk hilang.

Anda mungkin dapat menutupi bagian lain dari tubuh Anda sementara luka sembuh, namun wajah merupakan daerah yang sangat sulit untuk ditutupi. Tidak mudah untuk melindungi luka di wajah selama masa penyembuhan, dan tentu saja sangat sulit untuk menjaga salep atau krim wajah untuk tetap melekat pada wajah. Akan tetapi, kabar baiknya adalah, terdapat berbagai alternatif yang dapat Anda pilih untuk menghilangkan bekas luka pada wajah. Anda dapat membaca keuntungan dan kerugian dari masing-masing metode dan mendiskusikannya dengan dokter kulit Anda.

BACA JUGA: 10 Cara Menghilangkan Lubang Bekas Jerawat

Pilihan perawatan untuk menghilangkan bekas luka pada wajah

1. Dermabrasi

Dermabrasi adalah salah satu dari banyak cara yang paling efektif dan popular untuk menghilangkan bekas luka pada wajah. Perawatan ini hanya dapat dilakukan khusus oleh dokter kulit atau dermatologis. Sebuah sikat besi atau roda besi akan digunakan untuk mengelupas lapisan teratas dari kulit Anda.

Melalui metode ini, sekitar 50% dari bekas luka Anda dapat berkurang. Akan tetapi, teknik ini dapat menjadi tidak nyaman bagi sebagian orang. Bagi Anda yang berkulit wajah sensitif atau memiliki kelainan autoimun, Anda mungkin sebaiknya memilih alternatif lain.

Beberapa komplikasi yang dapat muncul dari teknik ini adalah infeksi, kulit wajah yang lebih gelap, kemerahan, dan bengkak.

2. Peeling kimiawi

Peeling adalah teknik pengelupasan dengan bahan kimia menggunakan asam lemah yang dioleskan pada kulit wajah. Sebagai hasilnya, bagian atas dari kulit wajah yaitu lapisan epidermis akan mengelupas dan mengekspos lapisan kulit yang lebih baru.

Terdapat tiga jenis teknik:

  • Deep peel: Teknik ini menggunakan fenol dan merupakan jenis yang paling banyak digunakan karena dapat menembus hingga bagian kulit yang lebih dalam. Metode ini biasa membutuhkan hingga 3 minggu untuk sembuh. Kulit Anda akan diperban dan harus diganti beberapa kali dalam sehari.
  • Superficial peel: Teknik ini memberikan efek yang lebih ringan dan dapat memperbaiki kelainan warna kulit akibat luka kecil.
  • Medium peel: Teknik ini biasa menggunakan asam glikolat dan digunakan untuk perawatan anti-aging.

Peeling kimiawi merupakan perawatan kulit yang populer dan dapat dijumpai di mana-mana. Selain itu, metode ini juga dapat menghilangkan bercak penuaan dan keriput pada wajah. Hasilnya, kulit Anda akan terlihat lebih halus dan muda. Akan tetapi, teknik ini dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap matahari sehingga dapat menyebabkan luka bakar. Oleh karena itu, metode ini kurang cocok bagi Anda yang berkulit sensitif, terutama jika Anda memiliki riwayat eksim. Jika Anda memiliki penyakit psoriasis dan rosacea, Anda juga tidak dianjurkan menggunakan teknik ini karena dapat memperparah gejala penyakit Anda.

Peeling kimiawi juga tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui. Selain itu teknik ini kurang memberikan hasil yang memuaskan bagi Anda yang berkulit gelap.

BACA JUGA: Serba-serbi Suntik Putih: Apakah Aman dan Benar Efektif?

3. Laser

Teknik ini memiliki tujuan yang sama seperti peeling dan dermabrasi, yaitu membuang lapisan teratas kulit. Namun, berbeda dari kedua metode sebelumnya, metode ini menggunakan sinar laser untuk membuang lapisan kulit.

Terdapat dua jenis laser, yaitu erbium dan karbon dioksida. Erbium merupakan metode yang paling aman untuk wajah, namun karbon dioksida merupakan yang paling efektif untuk mengatasi bekas luka. Setelah Anda menjalani prosedur ini, wajah Anda akan diperban hingga benar-benar sembuh.

Kelebihan teknik ini adalah, waktu penyembuhannya yang relatif singkat dibandingkan teknik lain yaitu sekitar 3-10 hari. Sedangkan kerugiannya adalah teknik ini dapat menimbulkan infeksi, bekas luka baru, dan kelainan pigmentasi. Laser juga tidak dianjurkan bagi Anda yang sedang berjerawat dan  memiliki kulit gelap.

4. Operasi plastik

Metode ini merupakan yang paling invasif dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. Melalui operasi, jaringan parut atau bekas luka akan diangkat dengan pisau. Untuk menjalani prosedur ini, Anda perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter bedah plastik. Metode ini biasanya memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan metode lain. Akan tetapi, biaya diperlukan juga sangat tinggi. Selain itu salah satu komplikasi yang dapat timbul adalah munculnya infeksi setelah operasi.

Bagaimana mencegah munculnya bekas luka pada wajah?

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Merawat luka dengan baik dapat meminimalisir terbentuknya bekas luka di kemudian hari. Jika Anda memiliki luka pada wajah, pastikan agar luka tersebut tetap bersih. Anda dapat mengoleskan minyak ter atau vaseline untuk menjaga agar luka Anda tetap lembab.

Menggunakan tabir surya juga dapat mencegah timbulnya bekas luka saat luka Anda sudah sembuh. Dengan mengoleskan tabir surya setiap hari, Anda mencegah luka Anda menjadi coklat atau merah akibat paparan sinar matahari. Pastikan juga tabir surya yang Anda gunakan memiliki SPF 30 atau lebih.

BACA JUGA: Apa Itu SPF, dan Apa Bedanya Sunscreen Dengan Sunblock?

Kesimpulan

Terdapat banyak pilihan untuk mengobati bekas luka, namun tentu saja pilihan berada di tangan Anda. Banyak hal yang dapat mempengaruhi, seperti biaya, risiko, dan jenis bekas luka. Anda sebaiknya berkonsultasi terhadap dokter kulit untuk membantu Anda memilih terapi yang tepat. Penting juga untuk diingat,  bahwa sebagian besar bekas luka bersifat permanen. Jadi, walaupun perawatan dapat mengurangi bekas luka, namun belum tentu perawatan tersebut dapat menghilangkan bekas luka Anda seluruhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit