Benarkah Vitamin E Ampuh untuk Mengobati Bekas Luka?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bekas luka yang membandel, entah karena bekas cacar, terjatuh, teriris benda tajam ataupun luka bakar, sering kali dianggap mengganggu dan merusak penampilan. Terlebih jika muncul di area-area kulit yang bisa terlihat dengan jelas, tentu hal bisa memengaruhi kepercayaan diri Anda. Maka itu, berbagai cara dilakukan untuk mengobati bekas luka ini, salah satunya dengan menggunakan minyak vitamin E. Lantas, apakah hal ini terbukti efektif secara medis?

Fungsi vitamin E pada tubuh

Vitamin E merupakan salah satu vitamin larut lemak yang memiliki fungsi sebagai antioksidan, yakni membantu melindungi sel dari kerusakan akibat paparan radikal bebas yang biasanya menyerang tubuh melalui sinar ultaviolet (UV), polusi, maupun asap rokok. Selain itu, vitamin E juga berperan dalam fungsi kekebalan untuk mencegah tubuh dari terserang berbagai penyakit.

Apakah bisa mengobati bekas luka dengan vitamin E?

Ada berbagai macam cara yang bisa ditempuh untuk mengobati bekas luka yang membandel, salah satunya dengan mengoleskan minyak vitamin E pada bekas luka.

Padahal, mengutip dari laman Very Well Health, sebuah penelitian dalam Journal of Plastic, Reconstructive and Aesthetic Surgery di tahun 2011 menunjukkan bahwa vitamin E yang digunakan dua kali sehari tidak memberikan hasil yang cukup signifikan untuk mengobati bekas luka.

Studi lain juga menemukan bahwa penggunaan salep vitamin E tidak terlalu memberikan hasil yang signifikan dalam menyembuhkan bercak-bercak luka pada penderita kanker kulit. Bahkan, sepertiga dari penderita kanker kulit tersebut justru mengalami gatal dan kemerahan pada kulit.

Namun, hasil yang berbeda ditemukan pada anak-anak yang memiliki bekas luka operasi di tubuhnya. Mereka menggunakan vitamin E sebanyak tiga kali sehari, dan hasilnya menunjukkan tidak ada pertumbuhan keloid atau jaringan parut berlebih di daerah bekas luka operasi.

Pada intinya, sampai saat ini para peneliti belum dapat memastikan manfaat optimal dari pemberian minyak vitamin E untuk menyembuhkan bekas luka. Namun, Anda tetap bisa menggunakan vitamin E dalam bentuk lain, contohnya dari suplemen atau sumber makanan vitamin E.

Suplemen vitamin E untuk penyembuhan

Meski penggunaan minyak vitamin E belum terbukti benar-benar efektif untuk mengobati bekas luka di tubuh, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin E dapat bekerja secara efektif dan lebih baik jika Anda ingin memperbaiki kerusakan kulit.

Contohnya, suplemen vitamin E mampu melindungi jaringan tubuh dari radikal bebas yang bisa merusak sel-sel dalam tubuh sehingga mempercepat proses penuaan.

Selain itu, bermanfaat juga dalam pembentukan sel darah merah yang berguna untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kedua fungsi ini memiliki peran penting dalam proses penyembuhan bekas luka.

Apa saja risiko yang bisa muncul jika menggunakan minyak vitamin E?

Efek yang ditimbulkan dari penggunaan minyak vitamin E ada bermacam-macam, risiko terbesarnya yakni bisa menimbulkan reaksi alergi jika kulit Anda sensitif. Gejala yang ditimbulkan meliputi, kemerahan, gatal, serta ruam pada kulit.

Coba alternatif lain untuk menyembuhkan bekas luka

Selain menggunakan vitamin E, masih ada alternatif lain yang dipercaya bisa mengobati bekas luka Anda. Misalnya menggunakan madu, sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 2.000 orang menemukan bahwa madu memiliki sifat antibakteri dan anti inflamasi. Penelitian di University of Waikato juga mendapatkan hasil yang sama dari penggunaan madu untuk menghilangkan bekas luka.

Cara yang paling aman jika Anda ingin melakukan perawatan untuk mengobati bekas luka yang mengganggu penampilan, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan resep berupa perawatan, krim, maupun obat minum yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit