backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Dermabrasi, Prosedur Kecantikan Buat Kulit Lebih Mulus

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 08/09/2023

Dermabrasi, Prosedur Kecantikan Buat Kulit Lebih Mulus

Dermabrasi merupakan perawatan kulit yang sering ditawarkan klinik kecantikan untuk menghilangkan bekas jerawat, garis-garis halus, hingga luka bekas operasi. Perawatan ini melibatkan metode skin-resurfacing yaitu pelapisan ulang kulit. Apakah aman dilakukan? Ketahui prosedur, manfaat, dan efek samping dermabrasi secara rinci dalam artikel berikut. 

Apa itu dermabrasi?

Dermabrasi adalah teknik pengelupasan kulit wajah menggunakan sebuah alat yang bekerja dengan cara berputar untuk mengangkat lapisan kulit terluar. Dengan begitu, lapisan kulit baru tumbuh lebih halus. 

Prosedur dermabrasi hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan tenaga kesehatan profesional karena membutuhkan tindakan bius atau anestesi. 

Anestesi atau bius yang diberikan tergantung dengan kebutuhan masing-masing pasien dan tingkat perawatan yang sedang mereka lakukan. Selama prosedur dilakukan, kulit di sekitar wajah akan mati rasa. 

Hasil dermabrasi mungkin tidak permanen. Seiring bertambahnya usia, Anda akan tetap mengalami gejala penuaan kulit, kecuali jika prosedur dermabrasi dilakukan kembali.

Prosedur dermabrasi

Dermabrasi

Dermabrasi melibatkan beberapa tahapan. Mulai dari persiapan hingga perawatan akhir, prosedur ini yang berada dalam pengawasan dokter spesialis kulit.

1. Persiapan

Sebelum prosedur perawatan dermabrasi dilakukan, dokter akan melakukan tinjauan lebih jauh tentang kondisi kulit Anda. Setelah itu, dokter akan menentukan apakah prosedur ini cocok dilakukan atau tidak. 

Selain itu, sebelum dermabrasi, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Berhenti menggunakan obat aspirin, pengencer darah, dan obat lainnya karena dapat memengaruhi masa penyembuhan.
  • Berhenti merokok untuk memperlancar aliran darah saat masa penyembuhan.
  • Mengonsumsi obat antivirus.
  • Minum obat antibiotik.
  • Menggunakan krim retinoid untuk membantu penyembuhan.
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung.
  • Diberikan suntikan onabotulinumtoxinA (Botox) tiga hari sebelum prosedur oleh dokter untuk hasil yang lebih baik.

2. Proses dermabrasi

Selama prosedur, dokter akan menggerakan alat dermabrasi yang terus berputar dengan tekanan lembut dan konstan.

Perangkat ini memiliki roda atau sikat yang dapat menghilangkan lapisan kulit luar.

Prosedur dilakukan selama 5 menit sampai 1 jam, tergantung seberapa serius masalah kulit yang terjadi.

Jika Anda memiliki jaringan parut, mungkin perlu melakukan dermabrasi lebih dari satu kali atau secara bertahap.

3. Perawatan setelah prosedur

Setelah prosedur dilakukan, kulit akan diberikan pelembab dan balutan dengan kain. Setelah sampai rumah, ganti balutan sesuai dengan anjuran dokter.

Anda akan diberitahu kapan bisa mulai membersihkan wajah dan kapan mengoleskan pelembab khusus. 

Selama masa penyembuhan, mungkin Anda akan mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  • kulit merah dan bengkak,
  • muncul sensasi terbakar, kesemutan, atau nyeri,
  • keropeng akan terbentuk pada kulit saat mulai sembuh, dan
  • rasa gatal muncul jika kulit baru mulai tumbuh.

Diperlukan waktu sekitar 3 bulan setelah prosedur untuk kulit kembali normal. 

Manfaat dermabrasi

Dermabrasi bertujuan mengurangi munculnya garis-garis halus di wajah, mengurangi bekas luka serta bintik hitam, dan membuat kulit lebih halus serta terlihat lebih muda.

Selain itu, teknik ini bisa mengobati dan mengurangi beberapa masalah yang ada pada kulit wajah seperti:

  • bekas jerawat,
  • bintik-bintik kehitaman,
  • keriput halus,
  • kemerahan pada kulit wajah,
  • melasma atau bercak kulit gelap lainnya,
  • bekas luka akibat cedera atau operasi,
  • bekas kulit yang terluka akibat terbakar matahari,
  • warna kulit tidak merata, 
  • stretch mark, dan
  • memudarkan tato.

Kapan dermabrasi tidak boleh dilakukan?

Anda sebaiknya menghindari perawatan ini jika mengalami kondisi berikut.
  • Peradangan jerawat.
  • Herpes.
  • Kecenderungan untuk mengalami keloid
  • Punya luka bakar akibat radiasi dan bekas luka bakar
  • Megonsumsi obat-obatan yang menyebabkan lapisan kulit menjadi menipis.

Efek samping dermabrasi

kandungan yang harus dihindari untuk kulit sensitif dan berjerawat

Efek samping prosedur dermabrasi sangat jarang tetapi bisa saja terjadi. Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa efek samping yang paling umum terjadi yaitu:

  • jerawat,
  • perubahan warna kulit yang tidak merata sementara atau permanen,
  • warna kulit menggelap, biasanya karena paparan sinar matahari beberapa hari atau bulan setelah prosedur,
  • pori-pori membesar,
  • muncul jaringan parut, dan
  • infeksi.

Setelah prosedur, sebaiknya Anda tidak keluar rumah untuk menghindari paparan sinar matahari dan polusi.

Selain itu, hindari berenang karena air kolam renang mengandung klor yang bisa menginfeksi kulit.

Dokter juga mungkin menyarankan untuk menghindari olahraga, terutama yang menggunakan bola selama 4 hingga 6 minggu.

Setelah kulit benar-benar sembuh, Anda baru dapat menggunakan make-up untuk menyembunyikan sisa-sisa kemerahan pada kulit.

Namun, jika area kulit yang mendapatkan perawatan makin parah, makin merah, timbul gatal-gatal, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 08/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan