Olahraga Seperti Apa yang Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Tak semua orang yang sulit punya anak itu mandul. Jika Anda disebut tidak subur atau infertil, ini artinya Anda belum mampu menghasilkan keturunan setelah satu tahun berhubungan seks tanpa pengaman. Hal ini dialami oleh sekitar satu dari delapan pasangan. Saat ini infertilitas telah dikategorikan dalam suatu penyakit oleh World Health Organization (WHO), American Society for Reproductive Medicine (ASRM) dan the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Apa penyebab seorang pria menjadi tidak subur?

Sekitar 90 persen infertilitas pada pria disebabkan oleh rendahnya jumlah sperma atau rendahnya kualitas sperma, sementara 10 persen sisanya disebabkan oleh kelainan struktural, ketidakseimbangan hormon, genetik, dan hal lainnya. Meski banyak penelitian memusatkan perhatian pada pentingnya seorang wanita untuk menjaga tubuhnya agar dapat mengandung, beberapa penelitian juga memusatkan perhatian mengenai pentingnya bagi pria untuk menjaga kondisi tubuh mereka agart tetap subur.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma pada pria yang tadinya kurang beraktivitas,

Olahraga mempengaruhi kualitas sperma

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan mempelajari pengaruh empat jenis olahraga terhadap kualitas sperma pada 261 pria selama 6 bulan. Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok yang tidak berolahraga, kelompok yang berolahraga berat tiga kali seminggu dengan treadmill, kelompok yang berolahraga dengan intensitas sedang tiga kali seminggu selama 30 menit dengan treandmill, dan kelompok yang berolahraga dengan intensitas berat tiga kali seminggu selama 1 jam tanpa putus dengan treadmill.

Para peneliti mengambil sampel sperma mereka sebelum, selama, dan sesudah masa 6 bulan penelitian untuk menilai pergerakan sperma, jumlah, ukuran, bentuk, volume, dan penanda inflamasi yang terkandung di dalamnya.

Hasilnya, setelah 24 minggu, kelompok yang berolahraga dengan intensitas sedanglah yang memiliki perkembangan paling baik, walau dua kelompok lain yang berolahraga juga mengalami perbaikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak berolahraga. Akan tetapi, perbaikan ini akan kembali ke angka semula jika para pria tersebut berhenti berolahraga selama satu minggu.

Olahraga seperti apa yang lebih baik untuk membuat pria lebih subur?

Para peneliti beranggapan walau penurunan berat badan selama enam bulan berolahraga menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan sperma, para pria yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang lebih mengalami hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan karena pada latihan dengan intensitas sedang, seseorang terhindar dari peradangan dan stress oksidatif yang berat.

Para peneliti menyatakan bahwa paparan terhadap gelombang elektromagnetik, panas, nutrisi yang kurang, obesitas, obat-obatan, alkohol, dan bersepeda dapat menurunkan kualitas sperma, dan memperbaiki faktor-faktor ini berarti memperbaiki kualitas sperma pula.

Penelitian lain yang melibatkan 31 pria, 16 diantaranya aktif berolahraga (namun tidak bersepeda) sedangkan 15 sisanya tidak aktif berolahraga dilakukan. Seluruh pria tersebut menjalani pemeriksaan sperma, dan hasilnya menunjukkan bahwa pria yang rutin berolahraga memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi dan volume semen yang lebih banyak.

Dalam penelitian yang lebih lama, peneliti yang sama mendapati bahwa pria yang menjalani olahraga berat justru mengalami penurunan kualitas sperma, namun pria yang berolahraga dengan intensitas sedang mengalami perbaikan kualitas sperma.

Kesimpulan

Walau penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi solusi yang sederhana, murah, dan efektif dalam meningkatkan kualitas sperma, namun perlu diingat bahwa infertilitas bukanlah hal yang sederhana. Seseorang tidak mengalami infertilitas hanya berdasarkan jumlah spermanya, oleh karena itu, bisa saja perubahan gaya hidup tidak menjadi satu-satunya pemecahan masalah.

Selain itu, jika Anda ingin menjadikan olahraga sebagai salah satu metode untuk memperbaiki kualitas sperma, Anda tentu harus mempertimbangkan durasi, intensitas, dan jenis olahraga yang Anda lakukan. Ingatlah, berolahraga dengan intensitas sedang lebih menguntungkan dibandingkan olahraga berat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/04/2020

6 Faktor yang Dapat Menjadi Penyebab Pria Tidak Subur

Tahukah Anda bahwa masalah kesuburan bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Lalu, apa saja penyebab pria menjadi tidak subur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 11/04/2020

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Saat menopause, tubuh wanita cenderung mengalami berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang disarankan untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
tips olahraga

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
Manfaat yoga bridge pose

Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020