3 Kebaikan Berenang yang Tidak Bisa Didapatkan dari Jenis Olahraga Lainnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak anak-anak dan orang dewasa yang suka berenang. Bahkan, renang menjadi ajang rekreasi yang paling banyak dipilih untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Lebih dari itu, ternyata ada banyak manfaat renang yang membuatnya lebih unggul dibandingkan jenis olahraga lainnya, lho! Apa saja?

Beragam manfaat renang yang tak dimiliki jenis olahraga lain

Basil Strasburg, PT, seorang ahli terapi fisik dari Cleveland Clinic Rehabilitation and Sports Therapy, mengungkapkan bahwa manfaat renang sudah tidak perlu diragukan lagi. Jenis olahraga yang satu ini bahkan bisa dibilang lebih unggul dibandingkan olahraga lainnya.

Berikut ini 3 keunggulan renang yang ternyata tidak dimiliki oleh olahraga lain, di antaranya:

1. Bisa dilakukan oleh siapa saja

anak berenang

Renang termasuk olahraga yang universal alias bisa dilakukan oleh semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Menariknya lagi, orang dengan berkebutuhan khusus pun bisa melakukannya.

Robert A. Robergs, seorang ahli fisiologi olahraga di The University of New Mexico, mengungkapkan bahwa manfaat renang juga bisa dirasakan oleh orang yang mengalami rematik, gangguan muskuloskeletal, dan masalah berat badan. Hal ini semakin memperjelas bahwa renang ternyata bisa dilakukan oleh semua orang.

Saat Anda memasukkan tubuh ke kolam dengan air setinggi pinggang, maka tubuh Anda hanya menanggung 50% dari total berat Anda. Ketika tinggi air mencapai dada, maka Anda hanya menopang 25-35% berat badan Anda. Ya, semakin tinggi air, maka semakin kecil pula tumpuan berat badan yang harus Anda topang.

Hal ini dipengaruhi oleh daya apung air selama berenang. Itulah alasannya kenapa manfaat renang bisa dirasakan oleh semua orang. Walaupun Anda mengalami gangguan pada otot dan tulang, Anda tak perlu khawatir akan kesakitan karena daya apung air dapat membantu meringankan nyeri sekaligus meningkatkan kebugaran.

2. Menguatkan otot di seluruh bagian tubuh

peralatan berenang

Anda mencari jenis olahraga yang dapat menggerakkan seluruh tubuh, tapi bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan? Berenang bisa menjadi pilihan yang tepat.

Bukan cuma sekadar terasa menyegarkan, berenang juga akan mendorong seluruh tubuh Anda bergerak aktif. Tangan dan kaki Anda otomatis akan melawan arus air supaya bisa bergerak maju. Sementara itu, otot-otot pinggul, punggung, dan perut bertugas untuk menstabilkan kepala, badan, dan tulang belakang.

Meski tampaknya tidak seperti sedang olahraga, gerakan-gerakan renang dapat membantu melatih kekuatan otot. Jika dilakukan sebagai olahraga aerobik, manfaat renang yang Anda rasakan tentu akan semakin besar.

Mulai dari melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, menguatkan jantung, dan menjaga kesehatan paru-paru. Hal ini telah dibuktikan oleh studi yang dimuat dalam jurnal Revista Portuguesa de Pneumologia tahun 2016, bahwa perenang cenderung memiliki paru-paru yang lebih kuat daripada atlet lainnya.

3. Risiko cedera lebih kecil

bakar lemak, berenang, lari

Dibandingkan dengan jenis olahraga low impact lainnya, berenang memiliki risiko cedera yang paling kecil. Lagi dan lagi, hal ini dipengaruhi oleh daya apung air yang membantu mengurangi beban tubuh selama di dalam air.

Bila dibandingkan dengan berlari, sendi-sendi kaki berisiko mengalami cedera karena berat badan Anda ditopang oleh kaki selama berlari. Sedangkan saat berenang, persendian Anda justru terlindungi dari stres dan tekanan karena dorongan air bukanlah suatu benturan keras yang membahayakan.

Namun lain halnya pada atlet renang profesional, risiko cederanya bisa jadi lebih besar. Atlet renang berisiko mengalami cedera bahu dan lutut akibat gerakan tangan dan kaki secara berulang-ulang. Supaya lebih aman, selalu ikuti instruksi dari pelatih agar risiko cedera bisa dihindari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala depresi dan cemas yang dialami oleh seseorang, termasuk olahraga. Yuk, kenali apa saja jenisnya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Beberapa Hal yang Harus Dipersiapkan Pilates Pemula

Pilates adalah olahraga yang umumnya dilakukan di studio khusus. Persiapan apa saja yang harus Anda punya sebelum melakukan olahraga pilates pertama kali?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 22 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips dan Gerakan Push Up untuk Pemula

Melakukan push up untuk pemula pasti tidak mudah, apalagi bagi Anda yang baru memulai berolahraga. Simak tipsnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gerakan senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak olahraga

Memaksa Anak Jago Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit