Sering kali kita mendengar seseorang secara tiba-tiba terkena serangan jantung padahal sebelumnya ia terlihat sehat dan bugar. Serangan jantung yang terjadi tiba-tiba dikenal sebagai Silent Heart Attack. Penelitian yang dilakukan oleh Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) menemukan bahwa pasien yang meninggal dunia akibat serangan jantung, hampir setengahnya (45%) diakibatkan oleh serangan jantung mendadak, yang sebelumnya tidak menimbulkan gejala apapun. Sekitar 20 hingga 30 persen orang yang terkena serangan jantung, mengalami serangan jantung yang mendadak. Hal ini sering terjadi pada wanita dan orang-orang penderita diabetes, tapi tidak menutup kemungkinan ini terjadi pada semua orang. Seiring dengan hasil dari sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa peluang untuk terkena serangan jantung mendadak pada perempuan dan laki-laki hampir sama.

Banyak faktor yang menyebabkan kejadian serangan jantung, namun faktor risiko yang umum ditemukan yaitu perokok aktif, memiliki riwayat penyakit jantung pada keluarga, usia, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah yang tinggi, diabetes, kurangnya aktivitas fisik, dan mengalami overweight. Memiliki faktor risiko tersebut meningkatkan risiko mengalami serangan jantung secara mendadak yang tidak terdeteksi gejala dan tandanya serta meningkatkan risiko mengalami gagal jantung.

Jangan acuhkan gejala ringan yang muncul

Gejala dan tanda dari serangan jantung yang lazim adalah sakit pada bagian dada, berkeringat dingin, dan kelelahan yang ekstrem. Sebagian besar orang mengira bahwa ia hanya sekadar terkena penyakit flu atau sekadar kelelahan biasa, namun ternyata gejala gejala tersebut dapat menjadi gejala dari serangan jantung mendadak, seperti napas terengah-engah, kelelahan tanpa sebab, ada rasa tidak nyaman pada tenggorokan, leher, dan rahang.  

Beberapa pasien juga mengalami sakit pada lambung dan mereka kebanyakan hanya mengatasinya dengan meminum obat warung dan tidak mengira bahwa ini merupakan salah satu gejala dari serangan jantung. Dokter ahli kardiologi di Cleveland Clinic mengatakan bahwa orang-orang yang mengalami serangan jantung seharusnya mengalami sakit ringan pada dada sebelah kiri namun bukan sakit pada dada bagian tengah seperti yang ada di film-film. Tidak sedikit yang mengira bahwa jika terkena serangan jantung akan merasakan sakit di dada bagian tengah seperti yang ada di film-film.

Pertama serangan jantung, kedua gagal jantung

Menurut dr. Johannes Gho, dokter spesialis jantung di University Medical Center Utrecht, mengatakan bahwa setiap satu dari empat orang yang mengalami serangan jantung akan mengalami kegagalan jantung di kemudian hari. Berdasarkan World Congress on Acute Heart Failure dari 24.745 yang telah mengalami kejadian serangan jantung pertama, sebanyak 25% dari angka tersebut mengalami gagal jantung dalam kurun waktu empat tahun. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa setiap sepuluh tahun setidaknya kejadian gagal jantung meningkat hingga 45%.

Dampak dari serangan jantung pertama adalah merusak jaringan jantung hingga meninggalkan bekas luka. Jaringan yang rusak tersebut mengganggu kerja jantung, menyebabkan ritme jantung tidak normal (aritmia). Sehingga jantung dipaksa untuk bekerja lebih cepat dan memompa darah lebih cepat. Ketika jantung sudah ‘lelah’ dan tidak mampu lagi memompa darah, maka yang akan terjadi kemudian adalah jantung berhenti bekerja dan terjadilah  gagal jantung.

Bagaimana cara mendeteksi serangan jantung mendadak?

Serangan jantung mendadak dapat dideteksi dengan cara melakukan pemeriksaan medis secara rutin seperti, electrocardiogram (ECG) yang dapat memonitor ritma dan detak jantung dan echocardiography yang berguna untuk melihat fungsi kerja jantung bekerja baik atau tidak. Namun pemeriksaan tersebut hanya dianjurkan untuk pasien yang memang membutuhkan, seperti pasien yang sudah diketahui terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, untuk mencegah serangan jantung, lebih baik melakukan pola hidup sehat dan tidak mengabaikan gejala-gejala ringan yang mengganggu.

Bagaimana serangan jantung yang selanjutnya dapat dicegah?

Tujuan utama setelah mengalami serangan jantung adalah berusaha untuk menjaga jantung tetap sehat dan dapat menurunkan risiko dari serang jantung lanjutan. Usaha yang dapat Anda lakukan yaitu dengan cara tetap melakukan kontrol ke dokter, meminum obat dan melakukan pemeriksaan yang dianjurkan, dan mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca