Seperti bagian tubuh Anda yang lainnya, gigi Anda juga rawan cedera. Saat Anda kecil, gigi susu memang akan tanggal dengan sendirinya dan hal ini wajar. Akan tetapi, kalau gigi dewasa yang patah, jangan disepelekan. Gigi patah mungkin menyebabkan kerusakan saraf atau infeksi. Anda harus segera mencari bantuan gawat darurat atau langsung menemui dokter gigi Anda.

Jenis gigi patah pada orang dewasa

Ada beberapa jenis cedera yang mungkin terjadi pada gigi Anda. Jenisnya tergantung pada penyebab cedera dan seberapa parah kejadiannya. Yang manakah yang Anda alami?

  • Gigi retak. Biasanya cedera ini tidak menimbulkan gigi tanggal sepenuhnya dari gusi. Masih ada bagian gigi yang tertanam di gusi, tapi ada garis retakan atau ada sebagian gigi yang patah dan tanggal. Rasa sakitnya tidak separah gigi patah sampai copot dari gusi. Anda mungkin hanya merasakan sakit ketika mengunyah, menggosok gigi, atau minum air yang dingin atau panas.
  • Gigi patah seluruhnya. Gigi yang patah sampai copot dari gusi biasanya menyebabkan rasa nyeri, perdarahan, dan pembengkakan. Simpan gigi Anda yang patah sampai Anda tiba di instalasi gawat darurat (IGD).

Gigi patah harus segera ditangani oleh tenaga medis

Gigi patah atau retak tidak bisa ditangani sendiri di rumah. Anda membutuhkan penanganan langsung oleh dokter gigi atau tenaga medis di IGD. Semakin cepat gigi Anda dikembalikan ke posisi semula oleh tenaga profesional, semakin baik pula peluang gigi merekat lagi pada gusi dan akarnya.

Pertolongan pertama pada gigi patah

Sambil menanti tindakan dari dokter gigi atau tenaga medis, pastikan Anda sudah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut ini.

1. Cari dan bersihkan gigi yang patah

Kalau gigi Anda patah dan jatuh, bersihkan dengan air dan pasang kembali di posisinya semula. Beri tekanan supaya gigi menempel cukup kuat. Kalau gigi tidak bisa menempel kembali, rendam gigi dalam susu putih atau air hangat dan bawa ke dokter. Jika Anda tidak bisa menemukan gigi Anda, ganjal gusi dengan kain kasa yang steril.

2. Kumur dengan air hangat

Sambil menekan gigi yang patah dengan lidah atau jari, kumur mulut dengan air hangat untuk membersihkan sisa-sisa darah atau kotoran. Gunanya adalah mencegah infeksi. Setelah berkumur, gigitlah sapu tangan yang lembut untuk menahan posisi gigi patah Anda sampai tiba di dokter gigi atau IGD.

3. Mengatasi perdarahan dan pembengkakan

Kalau gigi yang patah menyebabkan perdarahan, tekan dengan kasa steril. Jika tidak ada kasa, tahan dengan kain lembut atau sapu tangan yang sudah dicelupkan ke air dingin.

Apabila gusi terasa membengkak, segera kompres dengan es. Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke gusi karena bisa menyebabkan kerusakan jaringan. Bungkus dulu es batu dalam kain lembut.  

4. Meredakan nyeri

Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol. Anda juga bisa berkumur dengan air hangat yang dicampur garam untuk membantu meredakan nyeri.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca