home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Cara Merapikan Gigi yang Bisa Anda Coba di Dokter Gigi

7 Cara Merapikan Gigi yang Bisa Anda Coba di Dokter Gigi

Punya gigi yang berantakan karena terlalu maju (tonggos), bengkok, patah, ataupun tumpang tindih dapat membuat minder. Gigi yang berantakan juga dapat mengubah bentuk wajah dan bahkan membuat Anda sulit mengunyah atau berbicara. Untungnya ada banyak cara untuk merapikan gigi yang bisa Anda coba. Ke depannya, Anda tak perlu lagi malu untuk tersenyum lebar di depan banyak orang.

Berbagai cara merapikan gigi

Setiap orang memiliki struktur dan ukuran gigi yang berbeda dengan lainnya. Cukup banyak orang yang terlahir diberkahi dengan gigi berukuran sama dan berjejer rapi, sementara yang lain belum tentu demikian.

Nah, bila Anda salah satu orang yang punya gigi berantakan, berikut beberapa cara merapikan gigi yang bisa dicoba.

1. Pasang behel atau kawat gigi

pakai behel dokter gigi

Kepopuleran pasang behel atau kawat gigi untuk merapikan gigi sudah tidak perlu lagi diragukan. Kebanyakan orang mulai pasang behel pada usia dini, yaitu antara usia 8 hingga 14 tahun. Di rentang usia tersebut, jaringan tulang anak masih lunak sehingga lebih mudah untuk dibentuk ulang dan diperbaiki.

Meski begitu, bukan berarti pemasangan kawat gigi di usia dewasa tidak lagi tepat atau efektif. Faktanya, orang dewasa maupun yang tua sekalipun boleh saja pasang behel, selama tulang alveolar struktur pendukung gigi dalam keadaan sehat.

Rata-rata orang butuh pakai behel terus-terusan selama sekitar 2 tahunan untuk mendapatkan bentuk gigi yang lebih rapi. Namun, durasi perawatan ini bisa berbeda untuk setiap orang, tergantung kondisi dan tingkat keparahan gigi yang berantakan.

Jika baru dipasang saat dewasa, behel mungkin perlu terus dipakai lebih dari 2 tahun di bawah pengawasan yang lebih ketat. Selain karena risiko kerusakan gigi yang lebih besar seiring bertambah usia, pertumbuhan tulang rahang pun umumnya telah berhenti di usia ini.

2. Clear alignerinvisalign adalah cara merapikan gigi

Penampakan clear aligner hampir mirip dengan retainer yang biasa dipakai setelah lepas behel gigi. Bedanya, alat ini terbuat dari 100 persen plastik bening dan lebih lentur. Kalau Anda tak mau repot-repot dengan pemasangan kawat gigi, cara merapikan gigi satu ini bisa jadi solusi.

Clean aligner yang melapisi gigi akan bekerja untuk memberi tekanan pada gigi yang bermasalah agar bergeser ke posisi yang sesuai. Cetakan clean aligner harus diganti setiap satu hingga dua minggu sekali.

Clean aligner cukup digunakan selama 20 sampai 22 jam sehari. Anda boleh melepas clean aligner ketika makan, minum minuman yang panas atau bergula, dan saat menyikat gigi. Alat ini juga harus dibersihkan setiap hari.

Sayangnya, alat ini hanya manjur untuk menangani kasus kelainan susunan gigi yang ringan hingga sedang (mild moderate). Contoh masalah gigi yang bisa ditangani dengan clear aligner adalah gigi yang terlalu rapat, agak renggang, atau overbite (rahang atas tidak sejajar dengan rahang bawah).

3. Dental contouring

tambal gigi

Gigi yang berantakan juga dapat diatasi dengan dental contouring atau dental reshaping. Dental contouring adalah prosedur kosmetik untuk memperbaiki jejeran gigi yang tidak rata.

Pada prosedur ini, dokter akan mengikis sedikit enamel gigi dengan alat amplas khusus untuk memperhalus permukaan gigi yang tidak rata. Hasilnya, gigi yang berantakan akan jadi lebih rapi dan enak dilihat.

Sayangnya, cara merapikan gigi satu ini tidak berlaku untuk semua kasus gigi berantakan. Orang yang punya gigi sensitif, gusi yang tidak sehat, gigi bolong, atau sedang menjalani perawatan saluran akar tidak dianjurkan melakukan dental contouring.

Bagi orang yang punya riwayat gigi sensitif atau kerusakan gigi, proses pengamplasan enemale dapat memicu masalah. Alih-alih mendapatkan gigi impian, prosedur ini malah menyebabkan rasa sakit yang begitu intens atau kerusakan gigi yang permanen.

4. Dental crown

cara menghilangkan karang gigi

Dental crown adalah pemasangan mahkota gigi tiruan untuk memperbaiki bentuk maupun ukuran gigi yang patah, retak, atau tidak rata. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk menutupi gigi yang berlubang dan berubah warna, seperti menguning atau menghitam.

Bahan yang digunakan untuk prosedur ini beragam meliputi stainless steel, logam, porselen, hingga resin. Tak perlu bingung memilih mana yang cocok untuk Anda. Pasalnya, dokter gigi yang berpengalaman dapat membantu menentukan bahan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Waktu pemasangan dental crown pada setiap orang mungkin berbeda, tergantung pada tingkat kesulitannya. Ada yang hanya butuh waktu pengerjaan satu hari saja, ada pula yang lebih dari dua hari.

Biasanya mahkota gigi dapat bertahan sekitar 5 sampai 15 tahun. Daya tahannya tergantung pada bahan yang digunakan serta kebiasaan Anda merawat kebersihan gigi dan mulut. Bila Anda jarang membersihkan gigi, mahkota buatan di gigi yang bermasalah akan cepat rusak.

5. Veneer

scaling gigi

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa perawatan veneer hanya dilakukan untuk tujuan estetika. Padahal, prosedur ini juga bisa jadi cara untuk merapikan atau memperbaiki gigi yang berantakan.

Veneer sendiri merupakan cangkang buatan yang dipakai untuk melapisi bagian depan gigi atau lapisan luar yang dibentuk menggunakan komposit. Cangkang buatan ini akan dibentuk menyerupai bentuk gigi Anda. Bahan yang digunakan untuk membuat veneer bermacam-macam, termasuk porselen, keramik, dan komposit.

Sayangnya, tidak semua kasus gigi berantakan dapat diatasi dengan prosedur ini. Orang yang terlanjur mengalami kerusakan gigi parah dan tidak menjaga kebersihan gigi mungkin tidak disarankan untuk melakukan veneer.

Pasien dengan parafunctional habits seperti bruxism dan tidak mau membuat night guard tidak dianjurkan melakukan veneer. Selain itu masalah edge to edge relation, gigi sangat renggang, gigi depan sangat renggang dan frenulum panjang mesti melakukan frenektomi dulu sebelum veneer.

Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi ke dokter sebelum melakukan veneer.

6. Dental bonding

pantangan setelah cabut gigi

Dental bonding biasanya dilakukan untuk memperbaiki gigi yang berlubang, retak, pecah, atau berubah warna. Prosedur ini juga cukup efektif untuk memperbaiki bentuk dan ukuran gigi yang tidak rata, misalnya karena gigi patah, renggang, atau bercelah.

Dental bonding atau penambalan ini melibatkan pemasangan resin komposit pada permukaan gigi yang bermasalah. Dokter akan menyesuaikan warna resin komposit ini dengan warna asli gigi Anda.

Proses pengerjaan dental bonding dari tahap persiapan hingga pengerjaan biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit per satu gigi. Jadi, bila ada lebih dari satu gigi yang harus diperbaiki, maka waktu yang dibutuhkan mungkin akan lebih lama.

Dibanding dengan crown dan veneer, biaya dental bonding cenderung lebih murah. Cukup dengan satu kali saja kunjungan ke dokter gigi, Anda bisa tersenyum dengan lebih percaya diri.

7. Cabut gigi

cabut gigi pasien diabetes

Cabut gigi biasanya dilakukan dokter untuk kasus gigi yang terlalu berdesakan atau berantakan. Anda tak perlu khawatir akan merasa kesakitan, sebab dokter bisa saja memberikan bius lokal sebelumnya. Jadi, Anda tidak akan merasa sakit selama prosedur pencabutan berlangsung.

Proses pencabutan gigi terbilang singkat sekitar 20-40 menit. Setelah pencabutan selesai dilakukan, gusi tempat gigi yang dicabut umumnya akan berdarah dan terasa nyeri.

Guna meredakan perdarahan, dokter akan meminta Anda untuk menggigit kapas. Dokter juga bisa meresepkan obat antinyeri untuk mengurangi sensasi nyut-nyutan pasca cabut gigi.

7. Operasi

Operasi gigi bungsu

Operasi juga bisa jadi cara tepat untuk memperbaiki gigi yang terlalu berantakan. Baik itu yang terjadi karena kelainan struktur tulang rahang atau mengalami kerusakan parah. Dokter dapat memasang pelat atau sekrup untuk membantu menstabilkan tulang rahang atau menyangga gigi yang bermasalah.

Prosedur operasi membutuhkan persiapan yang lebih matang. Anda harus melewati serangkaian pemeriksaan seperti rontgen dengan sinar X dan rontgen cephalometri sebelum menjalani operasi.

Jangan ragu untuk bertanya ke dokter terkait semua hal-hal yang tidak Anda ketahui. Misalnya, seputar persiapan dan proses operasi, perawatan setelah operasi, hingga efek samping yang mungkin terjadi.

Rapikan gigi yang berantakan hanya di dokter gigi profesional

dokter gigi

Berencana ingin melakukan salah satu cara merapikan gigi di atas? Eits, tunggu dulu! Pastikan Anda melakukan semua prosedur tersebut di dokter gigi profesional dan yang sudah mengambil spesialis khusus di bidang ortodonti.

Ortodonti adalah bidang kedokteran gigi yang khusus mempelajari estetika posisi gigi, rahang, dan wajah. Dokter spesialis ini sudah terbiasa untuk menangani kasus gigi yang berantakan maupun rahang yang tidak sejajar.

Pilihlah dokter ortodontis yang berpengalaman dan nyaman ketika diajak berkonsultasi seputar masalah gigi yang Anda alami. Guna memantapkan hati, Anda bisa cek rekam jejak dokter ortodontis yang akan pilih dari berbagai sumber. Mulai dari internet, forum diskusi, hingga testimoni langsung dari pasien yang pernah ditanganinya.

Umumnya seluruh dokter gigi, baik dentist atau ortodontis sama baik dan bagusnya karena mereka semua sudah terstandarisasi. Pilihan mana yang terbaik untuk Anda tergantung pada preferensi masing-masing.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dental braces. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 30 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/braces/about/pac-20384607#!

Lagravère, M. O., & Flores-Mir, C. (2005). The treatment effects of Invisalign orthodontic aligners: a systematic review. Journal of the American Dental Association (1939), 136(12), 1724–1729. Retrieved 30 November 2021.

How to Get a Better Smile. (n.d.). American Dental Association. Retrieved 30 November 2021, from https://www.mouthhealthy.org/en/ways-to-improve-smile

Dental Crowns: What Are They, Types, Procedure & Care. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 30 November 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10923-dental-crowns

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 09/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.