Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Gigi Mudah Patah, Plus Tips Pencegahannya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/09/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gigi termasuk salah satu organ tubuh yang dikenal sangat tangguh. Meski begitu, ada berbagai hal tak terduga yang bisa menyebabkannya rusak dan bahkan patah. Karena satu atau lain hal, gigi bisa gompal sebagian atau bahkan hampir seluruhnya, hingga terkesan ompong. Apa saja penyebab gigi patah, dan bagaimana cara mencegahnya sebelum terjadi pada Anda?

Macam-macam penyebab gigi gampang patah

gigi patah

Cedera yang menghasilkan tekanan besar pada area rahang adalah penyebab tersering dari gigi patah. Misalnya, jatuh tersungkur hingga wajah terantuk permukaan aspal; wajah terbentur kemudi mobil saat terlibat kecelakaan lalu lintas; sampai cedera olahraga, misalnya wajah terhantam tendangan bola. Pukulan benda tumpul ke wajah selama perkelahian juga dapat menyebabkan cedera pada area mulut dan gigi.

Selain karena trauma, menggigit sesuatu yang keras (misalnya menggigit es batu, ujung pensil/pulpen) dan mengunyah makanan terlalu kencang juga berisiko membuat gigi patah. Risiko ini terutama tinggi pada orang-orang yang giginya sudah lebih dulu bermasalah, seperti berlubang, ditambal, sudah pernah menjalani perawatan root canal, hingga terkikis karena punya kebiasaan mengencangkan rahang atau menggemeretakkan gigi (bruxism).

Gigi yang sudah lemah atau tidak utuh tersebut berisiko mudah patah karena dipaksa menahan beban lebih besar dari yang dimampu. Tekanan besar itu akhirnya meretakkan permukaan gigi dan membuatnya patah.

Cepat ke dokter gigi saat gigi patah

Gigi yang patah atau sompek sedikit umumnya tidak terasa sakit. Kebanyakan justru pemicunyalah yang menyebabkan sensasi nyeri di sekitar mulut dan rahang. Misalnya akibat jatuh atau terpukul. Untuk mengatasi rasa sakitnya, Anda bisa segera minum obat pereda nyeri seperti paracetamol dan berkumur air garam hangat jika gusi terasa nyut-nyutan. Apabila ada perdarahan dalam mulut, tekan sumber lukanya dengan kapas steril hingga aliran darahnya berhenti.

Terlepas dari seberapa kecil patahannya dan apa pun penyebabnya, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter gigi dalam 24 jam setelah kejadian.  Sebab, patahnya gigi dapat menyebabkan saraf gigi mati secara perlahan. Apalagi jika bagian dalam gigi (dentin) sampai terbuka dan terekspos. Gigi yang mati (nekrosis) dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti timbulnya abses atau nanah pada gigi. Hal ini mengakibatkan meningkatnya risiko infeksi pada gigi.

Jika Anda masih memiliki sisa patahannya, bawa serta ke dokter. Pada beberapa kasus, patahan gigi bisa langsung dipasang kembali dengan tambalan. Namun, cara penanganannya juga akan tergantung pada seberapa luas dan dalam patahnya. Jika patahan gigi mencapai email atau dentin, gigi yang patah dapat ditambal langsung.

Apabila patahannya sampai memperlihatkan pulpa (saraf gigi), gigi harus dirawat terlebih dahulu sebelum ditambal atau dibuatkan mahkota tiruan (crown gigi). Apabila patahan meluas hingga akar, biasanya sisa gigi yang ada harus dicabut dan diganti dengan gigi palsu.

Kemudian jika selama pemeriksaan, dokter melihat adanya luka pada gusi atau pipi dalam mulut, mereka juga sekaligus akan mengatasinya guna mencegah risiko infeksi.

Cara merawat gigi yang patah

Gigi patah yang sudah dikembalikan ke bentuk semulanya harus dirawat terus, karena gigi tersebut berisiko untuk patah kembali.

Utamanya, hindari tekanan berlebih pada gigi. Jangan mengunyah makanan keras dalam beberapa hari pertama setelah perawatan dan sebisa mungkin hindari cedera pada gigi.

Setelah perawatan di dokter, Anda juga tetap harus menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi dan berkumur dua kali sehari. Jangan lupa juga untuk kontrol gigi ke dokter sekitar 3-6 bulan setelah kejadian untuk melihat kondisinya.

Bagaimana cara mencegah agar gigi tidak gampang patah?  

Risiko gigi patah bisa dihindari dengan rajin merawat kesehatan gigi dan menjaganya dari kemungkinan cedera lewat beberapa hal berikut:

  • Hindari risiko cedera (benturan) pada area kepala dan wajah.
  • Gunakan mouth guard atau face cage ketika berolahraga yang berisiko cedera tinggi, seperti olahraga tinju atau sepak bola.
  • Hindari kebiasaan buruk seperti menggeretakan gigi, gigit kuku atau pensil, dan hal lainnya yang dapat menyebabkan gigi patah.
  • Hindari mengunyah makanan yang terlalu keras seperti es batu atau tulang.
  • Jaga kebersihan gigi agar gigi tidak berlubang.
  • Gunakan gigi tiruan pada gigi yang telah ompong.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli drg. Melia

Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi sakit dan membengkak bukan sekadar hal sepele. Jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah serius lainnya. Pahami apa saja penyebab gusi bengkak.

Ditulis oleh: drg. Melia
penyebab gusi bengkak

Panduan Tepat Merawat Gigi yang Dipasang Behel

Bagi Anda yang giginya dibehel atau dikawat, harus merawat giginya dengan benar. Bagaimana cara merawat kawat gigi di rumah ataupun di dokter?

Ditulis oleh: drg. Melia
cara merawat gigi dikawat

Mengenal Berbagai Jenis Tambalan Gigi dan Cara Merawatnya

Gigi yang bolong atau rusak biasanya akan diperbaiki dengan cara ditambal. Tambal gigi tidak hanya 1 jenis. Apa saja jenis-jenis tambalan pada gigi?

Ditulis oleh: drg. Melia
tambal gigi

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarang nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit