9 Penyebab Gigi Keropos dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Apa yang Anda tahu tentang gigi keropos? Bila sering mengeluhkan gigi sensitif dan mudah patah, bisa jadi ini tanda bahwa gigi mulai keropos. Pengeroposan gigi tidak boleh dianggap remeh dan harus segera ditangani. Lantas, apa penyebab gigi keropos dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Apa itu gigi keropos?

Kondisi pengeroposan gigi mirip dengan karies atau gigi berlubang biasanya. Bedanya, lubang di gigi karena pengeroposan keropos terbentuk di lapisan tengah gigi (dentin). Sementara karies gigi biasanya terjadi di lapisan paling luar (enamel).

Lubang dan kerusakan gigi akibat karies bisa terlihat jelas dari luar dengan mata telanjang. Namun, gigi yang keropos mungkin akan tampak baik-baik saja. Pengeroposan gigi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Kondisi ini membuat gigi Anda seolah tampak sehat di luar, tapi sebenarnya kopong (keropos) di dalam. Hanya ketika dirontgen dengan bantuan sinar X-lah baru terlihat adanya lubang-lubang kecil di lapisan tengah gigi.

Dalam dunia kedokteran gigi, pengeroposan gigi juga disebut dengan istilah hidden caries. 

Apa penyebab gigi keropos?

Tidak diketahui pasti apa penyebab gigi keropos. Namun, para peneliti menduga bahwa kerusakan enamel, infeksi bakteri tertentu, dan penggunaan fluoride berlebihan bisa jadi penyebabnya.

Pengeroposan awalnya diduga mulai terjadi dari lubang kecil tak kasat mata di permukaan gigi. Meski amat sangat kecil, lubang tersebut tetap memungkinkan bakteri untuk masuk ke lapisan dalam gigi.

Dikutip dari Medline Plus, hal ini terjadi ketika bakteri di mulut membuat asam yang menyerang email. Lubang pada gigi yang tidak dirawat juga dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi, keropos, juga kehilangan gigi.

Kemudian lambat laun lubang kecil tersebut tertutup setelah menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride secara berkelanjutan. Inilah yang diduga menyebabkan lubang terbentuk di dalam gigi dan tidak terlihat di bagian luar.

Lubang yang semula kecil dapat semakin membesar dan menyebar ke bagian pulpa gigi. Pulpa adalah bagian terdalam dari gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan serabut saraf.

Kerusakan di bagian ini dapat menyebabkan gigi sensitif, ngilu, infeksi, hingga gigi tanggal. Bila dibiarkan terus, kondisi ini tidak hanya menjadi penyebab gigi keropos, tetapi juga kerusakan gigi yang parah.

Berbagai faktor yang membuat gigi keropos

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu pengeroposan gigi. Pada dasarnya, semua hal yang dapat memicu terjadinya lubang gigi khas karies, dapat memicu serta menyebabkan terjadinya gigi keropos. Beberapa di antaranya seperti:

1. Kebersihan gigi yang buruk

penyebab gigi keropos

Mulut yang kotor merupakan penyebab utama kemunculan plak di bawah garis gusi, permukaan gigi, dan sela-sela gigi. Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang dipenuhi oleh jutaan bakteri. jahat

Bila Anda tidak rajin menyikat gigi, plak akan terus terbentuk dan menumpuk. Plak yang terus menumpuk ini lama-lama dapat menyebabkan gigi busuk dan keropos.

2. Makanan dan minuman asam

makan banyak tidak gemuk

Salah satu penyebab tersering gigi keropos adalah paparan asam dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi setiap hari.

Air liur secara alami akan menetralkan asam di mulut untuk melindungi gigi Anda. Namun, bila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman asam, enamel dan dentin akan terkikis perlahan. Kondisi ini diperparah bila Anda termasuk jarang menyikat gigi.

Mengonsumsi segala yang manis-manis juga dapat menyebabkan hal serupa. Ketika mengonsumsi makanan manis, bakteri di dalam mulut akan menghasilkan asam.

Nah, asam inilah yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi Anda.

3. Mulut kering

penyebab gigi keropos

Mulut kering (xerostomia) ternyata juga bisa jadi faktor pemicu serta penyebab gigi keropos. Kondisi ini disebabkan karena tubuh Anda menghasilkan air liur yang sedikit.

Padahal, air liur penting untuk menjaga kelembapan mulut dan membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Di sisi lain, senyawa dalam air liur Anda juga berperan untuk melawan asam dan bakteri yang menyerang gigi. Selama dan setelah Anda mengonsumsi makan makanan yang asam, air liurlah membantu menetralkan asam di mulut.

Ini mengapa mulut yang kering dapat meningkatkan berbagai risiko kerusakan pada gigi.

4. Riwayat penyakit asam lambung

sakit maag adalah

Kesehatan sistem pencernaan nyatanya juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda. Bagi Anda yang punya riwayat GERD atau maag, naiknya asam lambung dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Asam lambung yang naik ke mulut dapat mengikis lapisan terluar maupun terdalam gigi Anda. Selain menyebabkan keroposnya gigi, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan gigi lainnya. Misalnya, gigi sensitif dan gigi berlubang.

5. Bulimia

gigi keropos

Gangguan pola makan seperti bulimia juga dapat menjadi faktor penyebab gigi keropos. Bulimia adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan luar biasa akan kegemukan.

Akibatnya, orang dengan kondisi ini lebih sering memuntahkan makanan dan minuman yang baru dikonsumsinya.

Tak hanya mengganggu sistem pencernaan, kebiasaan memuntahkan makanan dengan paksa juga dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada gigi. Cairan yang dimuntahkan penderita bulimia mengandung asam yang bersifat korosif.

Semakin sering dan lama gigi terkena asam lambung, maka akan semakin rapuh dan keropos.

6. Obat-obatan tertentu

obat antibiotik untuk diare

Gigi keropos juga dapat disebabkan karena Anda mengonsumsi obat bebas maupun dengan resep dokter. Beberapa jenis obat memiliki efek samping mulut kering.

Nah, efek samping inilah yang membuat Anda lebih rentan mengalami berbagai kerusakan gigi.

Jenis obat yang bisa jadi penyebab mulut kering di antaranya obat pereda nyeri, antidepresan, antihistamin, dekongestan, dan obat hipertensi.

7. Menyusu sambil tidur

ibu menyusui

Kebiasaan menyusu sambil tidur memang dapat membuat anak kecil cepat tidur. Sayangnya, kebiasaan satu ini juga dapat menyebabkan gigi anak cepat keropos. Kenapa?

Ketika anak menyusu sambil tidur, gula dalam susu akan menempel di giginya dalam waktu yang lama. Gula ini kemudian akan diubah menjadi asam oleh bakteri jahat di dalam mulut.

Maka dari itu, permukaan gigi yang terus-terusan terpapar asam inilah yang dapat menyebabkan gigi anak jadi busuk dan akhirnya keropos.

Beberapa cara mengatasi gigi keropos

Kondisi keroposnya gigi hanya bisa diketahui lewat rontgen gigi. Maka dari itu, Anda sebaiknya rutin berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan gusi. Dokter akan memeriksa kondisi gigi Anda dan menyarankan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Selain itu, berikut beberapa cara mengatasi pengeroposan gigi yang juga akan disarankan oleh dokter, seperti:

  • Mengurangi makanan yang terlalu asam atau manis.
  • Menggunakan sedotan ketika minum minuman berkafein atau bersoda.
  • Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan. Permen karet dapat membantu produksi air liur untuk membilas asam yang terbentuk pada mulut setelah makan.
  • Menunggu  setidaknya 1 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam sebelum menyikat gigi. Hal ini dapat memberi waktu bagi gigi Anda untuk membangun kandungan mineral kembali.
  • Menyikat gigi 2 kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Menyikat gigi secara perlahan dengan sikat gigi berbulu halus.
  • Banyak minum air putih untuk merangsang produksi air liur.

Gigi keropos dapat menyebabkan kerusakan gigi parah, dan bahkan jadi lebih mudah tanggal atau copot. Itu sebabnya jangan sepelekan kondisi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Siapa yang tidak pernah merasakan sakit gigi? Agar tidak merasakan nyeri serta ngilu terlalu lama, ketahui dulu gejala-gejala sakit gigi di bawah ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 21 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Manfaat Eucalyptus untuk Usir Bau Mulut saat Puasa

Menurut beberapa penelitian, eucalyptus memiliki manfaat untuk mengusir bau mulut. Tanaman herbal ini juga berguna untuk melindungi gigi dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
daun eucalyptus dan ekstrak minyak eukaliptus yang berguna untuk usir bau mulut dan kesehatan gigi dan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Gigi yang berlubang jangan dibiarkan begitu saja. Cepat redakan sakit nyut-nyutan Anda dengan beragam pilihan obat untuk gigi berlubang ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 18 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Puasa saat sakit gigi? Jangan khawatir! pasalnya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi saat puasa tanpa harus menelan obat!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan gigi ke dokter

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
asam penyebab gigi berlubang di mulut

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit