Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pahami Seputar Gingivostomatitis, Infeksi pada Mulut dan Gusi

    Pahami Seputar Gingivostomatitis, Infeksi pada Mulut dan Gusi

    Kesehatan gigi dan mulut yang kurang terjaga dengan baik bisa memicu terjadinya berbagai masalah. Salah satunya adalah gingivostomatitis, peradangan dan infeksi yang memengaruhi gigi dan mulut. Untuk tahu selengkapnya mengenai penyakit ini, mulai dan gejala hingga pengobatannya, baca ulasannya di bawah ini.

    Definisi gingivostomatitis

    Gingivostomatitis adalah penyakit infeksi yang terjadi pada mulut dan gigi. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika ada infeksi virus atau bakteri.

    Infeksi pada mulut tersebut bisa menyebabkan munculnya luka, lenting, dan sariawan pada mulut. Luka dan sariawan bisa terbentuk di lidah, bawah lidah, bagian dalam pipi, serta bibir dan gusi.

    Salah satu penyebab umumnya adalah kesehatan gigi dan mulut yang kurang terjaga, seperti jarang menyikat gigi.

    Gingivostomatitis juga sering kali disebut dengan gingivostomatitis herpetika akut dan primer. Kondisi ini banyak ditemukan pada anak-anak dengan infeksi virus herpes tipe 1 (HSV-1).

    Tanda dan gejala gingivostomatitis

    Di bawah ini adalah beberapa tanda dan gejala gingivostomatitis.

    Beberapa kasus gingivostomatitis bersifat subklinik, yang artinya penyakit tidak parah dan sulit untuk didiagnosis.

    Dalam sebagian kasus, beberapa orang mungkin akan melewati satu waktu merasa demam dan lemas sebelum sariawan muncul.

    Penyebab gingivostomatitis

    Setidaknya ada lima penyebab umum peradangan dan infeksi pada mulut dan gusi, yakni:

    Pada anak-anak, infeksi HSV-1 adalah penyebab yang paling banyak ditemukan, dengan sekitar jumlah kasus 90% disebabkan oleh virus tersebut.

    Risiko komplikasi gingivostomatitis

    Gingivostomatitis yang tidak segera diobati bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti di bawah ini.

    1. Infeksi HSV-1 berat

    Selain mengenai mulut dan gigi, virus HSV-1 berpotensi menyebar ke bagian mata. Kondisi ini disebut dengan herpes simplex keratitis (HSK).

    HSK tak hanya menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman, namun juga berisiko memicu kerusakan mata permanen, bahkan kebutaan.

    Biasanya, komplikasi gingivostomatitis yang satu ini banyak terjadi pada bayi dan orang-orang dengan sistem imun tubuh yang buruk.

    2. Dehidrasi dan nafsu makan menurun

    Sebuah studi dari Journal of Dental Health, Oral Disorders, and Therapy menyebut bahwa 89% anak-anak dengan gingivostomatitis minum lebih sedikit dari biasanya.

    Akibatnya, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi serta kekurangan nutrisi. Gejala-gejalanya dapat meliputi:

    • mulut kering,
    • kulit kering,
    • pusing,
    • merasa lelah,
    • tidur lebih banyak,
    • tidak tertarik dengan aktivitas yang biasanya senang dilakukan, dan
    • sembelit (konstipasi).

    Maka itu, untuk mencegah dehidrasi serta kekurangan nutrisi, orang tua harus mengawasi pola makan anak agar kebutuhan nutrisi dan cairannya tetap terjaga.

    Diagnosis peradangan gingivostomatitis

    Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan.

    Setelah itu, biasanya dokter akan melakukan diagnosis dengan memeriksa kondisi gigi, mulut, dan lidah Anda. Luka dan sariawan yang ada juga akan diperiksa secara saksama.

    Anda biasanya tidak perlu menjalani tes kesehatan apa pun. Namun, dalam beberapa kasus, dokter perlu tahu apakah sariawan disebabkan oleh bakteri atau virus dengan cara tes swab.

    Pengobatan gingivostomatitis

    Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

    Gingivostomatitis biasanya akan menghilang dalam waktu 2-3 minggu tanpa pengobatan. Dalam sebagian kasus, dokter akan meresepkan obat antibiotik dan membersihkan area infeksi untuk mempercepat penyembuhan.

    Jika gigi dan mulut terasa sakit, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen.

    Berikut adalah beberapa perawatan tambahan yang perlu Anda lakukan di rumah:

    • Kumur dengan air hangat yang dicampur dengan 1/2 sendok teh garam, atau obat kumur dengan kandungan hidrogen peroksida sebanyak 2 kali sehari.
    • Konsumsi makanan yang sehat. Untuk sementara waktu, hindari makanan yang terlalu pedas, asin, atau asam. Makanan tersebut dapat memperparah atau mengiritasi luka di mulut.
    • Selalu jaga kebersihan mulut dan gigi dengan sikat gigi dan flossing setiap hari.

    Bagaimana cara mencegah kondisi ini?

    Menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat mengurangi risiko Anda untuk terkena gingivostomatitis. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan:

    • Sikat gigi Anda setidaknya 2 kali sehari, terutama sehabis makan dan sebelum tidur.
    • Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau dental floss setiap hari.
    • Periksakan gigi ke dokter gigi secara rutin, yaitu setiap 6 bulan sekali.
    • Cuci tangan dengan air dan sabun mengalir.
    • Menjaga kebersihan peralatan atau perlengkapan yang masuk ke mulut (gigi palsu, retainer, atau alat musik tiup) untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    Untuk mencegah infeksi virus HSV-1, hindari kontak wajah atau bibir dengan orang yang terinfeksi. Pastikan Anda juga tidak berbagi peralatan kosmetik, alat cukur, atau alat makan dengan orang yang terinfeksi.


    Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

    Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Gingivostomatitis – Cleveland Clinic. (2021). Retrieved October 15, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21771-gingivostomatitis#diagnosis-and-tests 

    Gingivostomatitis – MedlinePlus. (2021). Retrieved October 15, 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001052.htm 

    Murren-Boezem, J. (2017). Coxsackievirus Infections – KidsHealth. Retrieved October 15, 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/coxsackie.html 

    A to Z: Gingivostomatitis, Herpetic – KidsHealth. Retrieved October 15, 2021, from https://www.kidshealth.org/Nemours/en/parents/az-gingivostomatitis.html 

    Signs of Dehydration in Infants & Children – American Academy of Pediatrics. (2019). Retrieved October 15, 2021, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx 

    Mortazavi, H., Safi, Y., Baharvand, M., & Rahmani, S. (2016). Diagnostic Features of Common Oral Ulcerative Lesions: An Updated Decision Tree. International Journal Of Dentistry, 2016, 1-14. https://doi.org/10.1155/2016/7278925

    Turton, M. (2017). A Case Report on Symptomatic Primary Herpetic Gingivostomatitis. Journal Of Dental Health, Oral Disorders & Therapy, 8(8). https://doi.org/10.15406/jdhodt.2017.08.00317

    George, A. K., & Anil, S. (2014). Acute herpetic gingivostomatitis associated with herpes simplex virus 2: report of a case. Journal of international oral health : JIOH, 6(3), 99–102.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui Nov 03, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.