6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Jika minum obat sakit gigi biasa saja tidak ampuh, Anda mungkin butuh antibiotik untuk mengobati sakit gigi. Namun, antibiotik hanya akan diresepkan dokter jika sakit gigi Anda karena infeksi. Tanda-tanda infeksi pada gigi adalahgusi yang bengkak meradang, dan bahkan muncul kantong nanah (abses). Apa saja pilihan antibiotik untuk sakit gigi yang umum diresepkan dokter?

Pilihan antibiotik untuk sakit gigi

Antibiotik mempunyai fungsi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini terbagi menjadi beberapa golongan atau kelas. Setiap golongan antibiotik memiliki cara kerja yang berbeda untuk melawan bakteri penyebab infeksi.

Namun, secara umum antibiotik bekerja melawan, memperlambat, dan membunuh pertumbuhan bakteri jahat di dalam tubuh. Mengobati kerusakan gigi adalah hal penting untuk mencegah komplikasi. Maka dari itu dibutuhkan antibiotik untuk membunuh infeksi.

Ada banyak sekali pilihan obat antibiotik untuk mencegah infeksi. Merangkum RXList, berikut beberapa jenis antibiotik yang sering diresepkan dokter untuk mengobati sakit gigi karena infeksi:

1. Amoxicilin

obat sakit gigi

Salah satu antibiotik yang paling sering diresepkan untuk mengobati sakit atau infeksi gigi adalah amoxicillin. Amoxicillin merupakan antibiotik yang masuk dalam kelompok penisilin.

Obat ini bekerja membunuh bakteri penyebab infeksi dalam tubuh atau mencegah pertumbuhannya.

Dokter dapat meresepkan antibiotik ini sendiri atau digabungkan dengan antibiotik jenis lainnya. Namun sebelum minum obat ini, pastikan beri tahu dokter bila Anda punya alergi terhadap antibiotik golongan penisilin atau obat jenis apa pun.

2. Metronidazol

obat

Metronidazole tergolong dalam kelas antibiotik nitromidazole yang diresepkan untuk golongan bakteri tertentu. Obat ini terkadang diberikan dengan antibiotik golongan penisilin untuk mengatasi sakit gigi.

Setiap orang mungkin mendapatkan dosis metronidazole yang berbeda. Biasanya dosis obat disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, respon tubuh pasien terhadap pengobatan.

Antibiotik untuk sakit gigi ini akan bekerja optimal bila digunakan teratur sesuai yang dianjurkan dokter. Oleh sebab itu, minum obat ini di waktu yang sama setiap hari.

Bila Anda merasa mual, Anda bisa minum obat ini bersama dengan makanan atau segelas susu.

Anda tidak boleh minum minuman beralkohol selama minum metronidazole. Pasalnya, alkohol dapat menyebabkan masalah pada lambung dan membuat kondisi Anda semakin buruk.

3. Erythromycin

obat

Erythromycin (eritromisin) dapat diresepkan dokter bila Anda memiliki alergi terhadap antibiotik golongan penisilin. Obat ini masuk dalam golongan antibiotik makrolid.

Sama seperti obat antibiotik untuk sakit gigi lainnya, eritromisin bekerja melawan dan menghentikan pertumbuhan bakteri dalam mulut penyebab sakit gigi.

Obat ini sebaiknya diminum sebelum makan. Pasalnya, obat ini akan lebih mudah diserap ketika lambung Anda dalam keadaan kosong. Akan tetapi jika Anda merasa mual, Anda bisa mengonsumsi obat ini sambil makan atau minum susu.

Obat ini aman untuk dikonsumsi ibu hamil, menurut US Food and Drugs Administration (FDA) badan pengawas obat dan makanan yang setara dengan BPOM di Indonesia.

Namun, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk memastikan kemanan minum obat ini jika Anda sedang hamil atau menyusui.

4. Clindamycin

obat

Bila antibiotik golongan penisilin atau eritomisin tidak ampuh untuk mengobati sakit gigi Anda, dokter dapat meresepkan clindamycin.

Clindamycin adalah obat yang masuk golongan antibiotik lincomycin. Obat ini sering digunakan untuk mengobati jerawat. Namun, dokter juga dapat meresepkan obat ini untuk mengatasi sakit gigi. Obat ini tersedia dalam banyak bentuk, seperti kapsul, sirup, gel, dan lotion.

Minum obat ini dengan sendok takar yang tersedia dalam boks kemasan bila dokter meresepkan obat ini dalam bentuk sirup. Hindari pakai sendok makan biasa untuk minum obat ini, ya!

Hentikan penggunaan obat ini dan segera periksa ke dokter bila Anda mengalami efek samping yang serius. Beberapa di antaranya seperti diare berdarah, mata atau kulit menguning, kesulitan buang air kecil, dan reaksi alergi yang parah.

5. Tetracycline

antibiotik

Obat antibiotik tetracyline juga bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi karena penyakit gusi (periodontitis). Obat ini bekerja optimal bila diminum dalam keadaan perut kosong.

Minum obat ini sampai habis sesuai masa konsumsi yang telah diresepkan dokter. Menghentikan pengobatan tanpa izin dokter dapat membuat infeksi yang Anda alami semakin parah.

Bila Anda melupakan satu dosis dan jarak waktu mengonsumsi obat berikutnya masih lama, minum obat ini sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, Anda bisa melewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal obat biasa.

6. Azithromycin

obat

Jenis antiobiotik untuk sakit gigi yang satu ini mempunyai cara kerja yang dapat melawan berbagai macam bakteri sekaligus menghentikan pertumbuhannya. Azithromycin mungkin efektif untuk mengobati beberapa infeksi gigi.

Namun, biasanya dokter akan memberikan resep obat jenis ini ketika Anda mempunyai alergi pada antibiotik enis penisilin serta klindamisin. Dosis dari setiap azithromycin adalah 500 mg setiap 24 jam dan haru dikonsumsi selama 3 hari berturut-turut.

Tidak semua orang butuh antibiotik untuk sakit gigi

dokter gigi

Anda tak boleh asal minum antibiotik untuk mengatasi sakit gigi. Alih-alih cepat sembuh, penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru membuat kondisi Anda semakin memburuk.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua masalah gigi dan mulut membutuhkan pengobatan antibiotik. Umumnya antibiotik dibutuhkan bila:

  • Anda menunjukkan tanda-tanda infeksi gusi atau gigi. Meliputi demam tinggi, pembengkakan, peradangan, hingga muncul abses di bagian gigi yang bermasalah.
  • Infeksi telah menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Entah karena faktor usia atau punya riwayat medis tertentu. Misalnya kanker, AIDS/HIV, diabetes, dan lain sebagainya.

Sebelum meresepkan obat antibiotik, dokter akan memeriksa kondisi mulut Anda terlebih dahulu. Dokter akan mengamati gigi, gusi, dan rongga mulut Anda secara menyeluruh.

Selama pemeriksaan, dokter biasanya akan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan kebiasaan Anda menyikat gigi.

Pastikan Anda memberi tahu dokter tentang riwayat medis yang Anda miliki. Salah satunya bila Anda punya riwayat alergi terhadap jenis antibiotik tertentu.

Selain itu, beri tahu dokter juga perihal obat-obatan yang sedang rutin diminum setiap hari. Termasuk vitamin, suplemen makanan, obat resep dari dokter, obat bebas, hingga obat herbal.

Aturan minum antibiotik untuk sakit gigi

obat

Minumlah obat antibiotik sesuai dengan yang dianjurkan dokter. Supaya obat bekerja lebih optimal, minum obat di waktu yang sama setiap harinya.

Anda tidak boleh menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter. Jadi, jangan berhenti minum obat antibiotik meski gejala yang Anda alami sudah hilang atau kondisi Anda mulai membaik.

Sebaliknya, tetap lanjutkan minum obat sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Penggunaan antibiotik termasuk untuk mengatasi sakit gigi disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, keparahan penyakit, hingga respon pengobatan. Hindari memberikan obat ini pada orang lain, meski mereka juga memiliki gejala yang sama dengan Anda.

Perlu diketahui, penggunaan antibiotik dengan sembarangan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Jika sudah begini, penyakit yang Anda alami akan lebih sulit untuk diobati. Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan antibiotik.

Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter bila Anda belum paham betul terkait cara pakai obat antibiotik. Tanyakan juga ke dokter bila Anda lupa berapa banyak obat yang harus diminum setiap harinya.

Dokter akan dengan senang hati untuk menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang Anda lontarkan.

Bila Anda mengalami keluhan tertentu, segera lapor ke dokter. Dokter dapat mengubah dosis atau jenis obat yang Anda minum.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Gigi yang berlubang jangan dibiarkan begitu saja. Cepat redakan sakit nyut-nyutan Anda dengan beragam pilihan obat untuk gigi berlubang ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Cara Atasi Gigi Ngilu Saat Berbuka Puasa

Gigi ngilu saat buka puasa, ada beberapa cara untuk mengatasi kondisi ini. Salah satunya, pemilihan pasta gigi untuk gigi sensitif.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Puasa saat sakit gigi? Jangan khawatir! pasalnya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi saat puasa tanpa harus menelan obat!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 05/05/2020

Cara Menggunakan Bawang Putih sebagai Obat Sakit Gigi

Salah satu obat alami yang bisa digunakan untuk sakit gigi, yaitu bawang putih. Apa alasannya dan bagaimana cara menggunakan bawang putih sebagai obat?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
gejala sakit gigi

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
mencegah gigi ngilu

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020
daun eucalyptus dan ekstrak minyak eukaliptus yang berguna untuk usir bau mulut dan kesehatan gigi dan mulut

Manfaat Eucalyptus untuk Usir Bau Mulut saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020