home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Asam Mefenamat untuk Sakit Gigi, Benarkah Lebih Ampuh dari Paracetamol?

Asam Mefenamat untuk Sakit Gigi, Benarkah Lebih Ampuh dari Paracetamol?

Kata orang, sakit gigi sangat sakit sekali, tidak ada yang bisa menandinginya. Oleh karena itu, obat sangat diperlukan untuk meredakan nyeri karena sakit gigi. Biasanya, obat yang dianjurkan untuk sakit gigi adalah yang mengandung asam mefenamat. Tak jarang, paracetamol juga dapat digunakan untuk meredakan sakit gigi. Namun, di antara asam mefenamat dan paracetamol, mana yang lebih baik? Apakah asam mefenamat untuk sakit gigi lebih efektif digunakan?

Asam mefenamat untuk sakit gigi

Sakit gigi merupakan rasa nyeri atau sakit di sekitar gigi yang mungkin disebabkan oleh gigi berlubang, gigi bengkak, fraktur gigi, gigi menggeretak (tooth grinding), atau infeksi gusi. Selain rasa nyeri, gejala lain yang mungkin Anda rasakan saat mengalami sakit gigi adalah bengkak di sekitar gigi, demam, dan sakit kepala. Untuk meredakan gejala ini, maka Anda perlu minum obat. Salah satu obat untuk sakit gigi adalah asam mefenamat.

Asam mefenamat adalah obat golongan antiperadangan nonsteroid yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada berbagai masalah tulang dan otot, termasuk sakit gigi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja zat siklo-oksigenase yang terlibat dalam produksi berbagai bahan kimia tubuh, salah satunya adalah prostaglandin. Prostaglandin ini dihasilkan tubuh saat Anda mengalami cedera, penyakit, atau kondisi tertentu yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.

Dengan menghambat kerja zat siklo-oksigenase, maka produksi prostaglandin juga terhambat. Sehingga, rasa nyeri yang ditimbulkan oleh prostaglandin pun akan berkurang. Dengan begitu, asam mefenamat dapat membantu mengurangi nyeri yang Anda rasakan karena sakit gigi. Biasanya, obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup.

Paracetamol untuk sakit gigi

Paracetamol juga merupakan obat pereda nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan juga mengurangi demam. Paracetamol sering menjadi rekomendasi pertama untuk mengobati rasa sakit karena ini aman dikonsumsi bagi kebanyakan orang dan jarang menyebabkan efek samping.

Namun begitu, tidak seperti asam mefenamat, paracetamol tidak bisa meringankan peradangan. Paracetamol hanya akan menghambat pengiriman pesan ‘nyeri’ ke otak, sehingga Anda merasa nyeri berkurang. Paracetamol akan bekerja lebih baik untuk mengobati sakit gigi jika digunakan dengan aspirin atau obat golongan antiperadangan nonsteroid.

Biasanya, dosis paracetamol 400-500 mg sudah bisa untuk mengobati sakit gigi. Anda juga bisa meningkatkan dosisnya sampai 1000 mg. Namun, Anda perlu ingat bahwa paracetamol dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati, terlebih bila dikonsumsi bersamaan dengan dua atau tiga obat penghilang rasa sakit.

Lebih ampuh asam mefenamat atau paracetamol?

Dilihat dari fungsinya tersebut, asam mefenamat dan paracetamol sama-sama dapat Anda gunakan untuk mengobati sakit gigi. Bedanya, paracetamol hanya dapat meredakan rasa sakit, sedangkan asam mefenamat dapat Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit dan juga peradangan.

Oleh karena itu penggunaan paracetamol untuk mengobati sakit gigi biasanya dikombinasikan dengan obat antiperadangan nonsteroid. Sementara asam mefenamat biasanya tidak perlu dikombinasikan dengan obat antiperadangan lainnya.

Ingat, konsumsi obat sesuai dengan petunjuk penggunaan. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan. Jika sakit gigi tak kunjung sembuh setelah Anda meminum obat sesuai anjuran, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Netdoctor. (2016). Mefenamic acid. [online] Available at: http://www.netdoctor.co.uk/medicines/aches-and-pains/a7367/mefenamic-acid/ [Accessed 3 May 2017].

NHS. (2016). Paracetamol – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/Painkillers-paracetamol/Pages/Introduction.aspx [Accessed 3 May 2017].

New Health Advisor. Best Painkiller for Toothache. [online] Available at: http://www.newhealthadvisor.com/Best-Painkiller-for-Toothache.html [Accessed 3 May 2017].

Friedman, M. (2015). An Overview of Toothaches. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/oral-health/guide/toothaches [Accessed 3 May 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x