Apa yang Menyebabkan Gigi Bisa Keropos dan Patah?

Oleh

Meski gigi terbuat dari enamel, satu-satunya bahan alami produksi tubuh yang paling tahan banting, gigi bisa retak dan pecah jika menerima tekanan besar. Tapi ternyata arti gigi patah tidak melulu diakibatkan oleh hantaman keras langsung ke wajah — misalnya saat kecelakaan mobil.

Arti gigi patah mungkin bisa disebabkan oleh sistem dalam tubuh Anda yang tidak bekerja dengan baik. Misalnya, apakah Anda tahu bahwa gigi, layaknya kaca, bisa retak sebagai akibat dari perubahan suhu yang ekstrim? Nah, lho!

Apa saja arti gigi patah?

Di bawah ini adalah sembilan penyebab umum dari gigi patah.

1. Hantaman fisik ke wajah/rahang

Selain jatuh terbentur benda keras atau kecelakaan berkendara, arti gigi patah juga diakibatkan oleh olahraga kontak seperti sepak bola, basket, atau beladiri seperti tinju atau thai boxing.

Trauma mulut adalah salah satu penyebab gigi retak dan patah, sehingga kegiatan atletik dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami ini. Jatuh, menabrak pemain lain, atau terpukul, terhantam operan/tendangan keras bola bisa meretakkan gigi Anda.

Jika Anda termasuk orang yang rutin terlibat dalam olahraga kontak fisik berat, sangat penting untuk menggunakan alat pelindung mulut yang melapisi gigi Anda selama pertandingan maupun sesi latihan.

2. Bruxism

Bruxism adalah kebiasaan menggemeretakkan gigi yang dilakukan tanpa sadar, karena bruxism memang biasanya terjadi saat Anda tidur. Mengepalkan kedua rahang atas dan bawah, sambil juga menggemeratakkan gigi Anda dapat secara bertahap namun terus-menerus mengikis gigi Anda, terutama pada permukaan mengunyah gigi. Enamel gigi yang lemah jauh lebih rentan untuk keropos dan retak, bahkan jika hanya di bawah sedikit tekanan.

Untuk mencegah kerusakan gigi lebih lanjut, lindungi enamel gigi Anda dengan alat pelindung gigi khusus yang bisa dokter resepkan untuk Anda pakai di malam hari selama Anda terlelap.

3. Mengunyah makanan/benda keras

Berhati-hatilah dengan apa yang Anda masukkan ke dalam mulut. Banyak orang beranggapan bahwa semua makanan aman untuk dikunyah. Belum tentu. Mengunyah es batu, permen keras, atau obyek keras non-makanan — misalnya Anda yang suka menggerogoti ujung pulpen atau ujung kuku — dapat membuat gigi keropos, retah, dan akhirnya patah.

Jika Anda memiliki kebiasaan mengunyah benda-benda keras, sebaiknya mulai untuk menghindari melakukannya dari sekarang dan mengganti kebiasaan buruk ini dengan mengunyah permen karet bebas gula.

4. Gigi sensitif

American Dental Association (ADA) mencatat bahwa paparan perubahan suhu ekstrim yang diterima enamel gigi, seperti makan makanan panas dan kemudian minum air es dapat menyebabkan gigi jadi mudah retak dan patah. Jika Anda punya gigi sensitif, penting untuk memberi tahu dokter gigi Anda tentang hal ini.

5. Genetik

Memiliki enamel gigi lunak mungkin menjadi sebuah kecenderungan genetik yang menurun dalam keluarga Anda. Kelainan genetik ini juga bisa mempengaruhi dentin, lapisan bawah enamel. Kondisi genetik ini menyebabkan gigi lemah, sehingga jadi mudah retak dan pecah.

6. Penyakit

Gigi dapat melemah sebagai efek dari osteoporosis, kondisi pengeroposan tulang tubuh, atau penyakit ginjal — yang dapat mempengaruhi penyerapan kalsium.

Selain dua kondisi di atas, arti gigi patah Anda mungkin datang dari penyakit periodontal lanjut yang Anda miliki saat ini. Jika tidak diobati, gingivitis (peradangan gusi) dapat menyebabkan infeksi peradangan serius yang menjalar ke gigi sekitar dan pelemahan tulang gigi.

7. Gigi berlubang

Bakteri penyebab gigi bolong hidup dalam mulut dan memproduksi cairan asam yang bisa menggerogoti enamel gigi. Ini mengakibatkan gigi jadi retak dan berubah warna. Gigi bolong juga lebih mungkin untuk parah, sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih parah lagi akibat bukaan yang memungkinkan bakteri untuk menginfeksi bagian terdalam gigi.

Gigi berlubang dapat diatasi dengan melakukan tambal gigi di dokter, atau jika sudah terlanjut parah dokter gigi dapat melakukan terapi saluran akar untuk membersihkan kawah gigi yang bolong dan menutupnya dengan mahkota gigi buatan demi membentengi gigi Anda dari risiko bolong di masa depan.

8. Makanan

Arti gigi patah Anda mungkin berasal dari apa yang Anda makanselama ini. Mengonsumsi gula, tepung, atau makanan asam dapat mengikis enamel dan membuat gigi Anda lebih rentan terhadap kerusakan. Selain itu, makan makanan ringan, seperti keripik kentang atau kerupuk keras yang menempatkan tekanan yang tidak semestinya pada gigi Anda sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi.

9. Lajur gigi yang tidak rata

Kawat gigi tidak hanya menjadi solusi untuk Anda memiliki senyum menawan, namun juga dapat memperbaiki rasa sakit atau ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh posisi rahang yang tidak tepat saat mengunyah. Semua jenis maloklusi (gigi tidak rata) dapat menyebabkan gigi keropos dan mudah. Ini mengapa koreksi rahan dan alur gigi sangat penting dilakukan demi menunjang kesehatan mulut Anda dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 17, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 20, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca