5 Masalah Gigi yang Paling Sering Terjadi (dan Mungkin Pernah Anda Alami)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Masalah gigi sering kali mengganggu aktivitas Anda. Banyaknya masalah gigi yang kerap tidak disadari mungkin membuat Anda terlambat mengobatinya. Masalah gigi yang mungkin sering Anda biarkan saja justru akan membuat semakin parah dan berakibat fatal. Berikut masalah gigi yang sering terjadi dan penyebabnya.

Masalah gigi yang paling umum

Gigi berlubang

Gigi berlubang adalah masalah gigi yang paling sering dialami hampir semua orang sehingga dianggap biasa. Padahal, jika gigi berlubang diabaikan hingga parah, akhirnya bisa berakibat fatal alias menyebabkan kematian.

Gigi berlubang disebabkan oleh banyaknya bakteri yang berkembang biak di mulut Anda. Bakteri ini menghasilkan asam yang dapat mengikis lapisan gigi sehingga gigi menjadi berlubang. Semakin dalam pengikisan lapisan gigi terjadi atau semakin dalam gigi berlubang, maka semakin terasa menyakitkan.

Makan makanan manis dapat membuat gigi berlubang semakin parah. Hal ini karena gula yang menempel di gigi menjadi makanan bakteri. Karena itu, jumlah bakteri semakin banyak dan juga semakin banyak asam yang dihasilkan bakteri. Kondisi ini diperparah jika Anda jarang sikat gigi. Gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri, infeksi, sampai kehilangan gigi.

Periodontis (penyakit gusi)

Periodontitis merupakan infeksi gusi parah yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati. Selain bisa menyebabkan kerontokan gigi, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung. Tanda-tanda dan gejala periodontitis meliputi:

  • Pembengkakan gusi
  • Gusi berwarna merah terang atau keunguan
  • Gusi yang terasa nyeri saat disentuh
  • Gusi yang berkurang ketinggiannya sehingga, membuat gigi terlihat lebih panjang dari biasanya
  • Rongga terbentuk di antara gigi
  • Nanah di antara gigi dan gusi
  • Napas berbau
  • Rasa tidak sedap pada mulut
  • Gigi tanggal atau patah
  • Perubahan pada gigi saat menggigit.

Ada berbagai jenis atau golongan periodontitis. Periodontitis kronis adalah tipe yang paling umum, bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. Sedangkan periodontitis agresif biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau awal masa dewasa dan menyerang hanya sebagian kecil orang.

Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada gusi. Gejala-gejala dari kondisi ini meliputi:

  • Gusi yang bengkak
  • Perubahan warna gusi menjadi merah tua
  • Gusi yang rentan mengalami perdarahan, misalnya saat menyikat gigi
  • Bau mulut
  • Gusi yang mengerut

Gingivitis bisa menjadi kondisi yang ringan, Anda mungkin tidak menyadari jika Anda memiliki kondisi ini. Namun, penting untuk segera mengatasi gingivitis karena jika dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan periodontitis yang jauh lebih serius, mengakibatkan kehilangan gigi.

Penyebab utama dari gingivitis adalah kebersihan gigi dan mulut (oral) yang buruk. Kebiasaan kebersihan oral yang baik seperti menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, membersihkan dengan benang gigi setiap hari, dan melakukan pemeriksaan gigi rutin dapat membantu mencegah gingivitis.

Gusi yang sehat umumnya keras dan berwarna merah muda pucat. Apabila gusi Anda bengkak, merah kehitaman, dan mudah berdarah, Anda mungkin kena gingivitis.

Plak gigi

Plak gigi adalah adanya bakteri atau kotoran yang menempel dan hidup di dalam rongga mulut akibat sisa makanan pada gigi. Jika dibiarkan, plak pada gigi yang semula berwarna kuning akan semakin mengeras dan menghitam, sehingga akan terlihat seperti batu karang yang menempel pada gigi.

Beberapa kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan bisa jadi penyebab munculnya plak pada gigi Anda. Kebiasaan tersebut di antaranya adalah jarang menggosok gigi, terlalu sering konsumsi makanan manis, jarang makan sayuran dan buah, dan jarang kontrol ke dokter gigi untuk memeriksa kesehatan gigi secara rutin.

Jika dibiarkan, sisa makanan yang menumpuk dapat mengakibatkan pembusukan pada gigi, sehingga bakteri berkembang pada area tersebut dan dapat menimbulkan bau mulut dan radang gusi.

Erosi gigi

Erosi gigi adalah terkikisnya enamel gigi yang disebabkan oleh asam. Enamel adalah lapisan keras pelindung gigi, yang melindungi dentin yang sensitif. Apabila enamel terkikis, dentin di bawahnya akan terpapar, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas. Erosi gigi dapat disebabkan oleh:

  • Konsumsi minuman ringan berlebih (kadar fosfor dan asam sitrat yang tinggi)
  • Minuman dari buah (beberapa asam pada minuman dari buah lebih erosif daripada asam baterai)
  • Mulut kering atau air liur yang sedikit (xerostomia)
  • Makanan (tinggi akan gula dan pati)
  • Asam lambung
  • Gangguan pencernaan
  • Obat-obatan (aspirin, antihistamin)
  • Genetik (kondisi turunan)
  • Faktor lingkungan (gesekan, keausan, stres, dan korosi gigi)

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca