5 Masalah Gigi yang Paling Sering Terjadi (dan Mungkin Pernah Anda Alami)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Masalah gigi sering kali mengganggu aktivitas Anda. Banyaknya masalah gigi yang kerap tidak disadari mungkin membuat Anda terlambat mengobatinya. Masalah gigi yang mungkin sering Anda biarkan saja justru akan membuat semakin parah dan berakibat fatal. Berikut masalah gigi yang sering terjadi dan penyebabnya.

Masalah gigi yang paling umum

Gigi berlubang

Gigi berlubang adalah masalah gigi yang paling sering dialami hampir semua orang sehingga dianggap biasa. Padahal, jika gigi berlubang diabaikan hingga parah, akhirnya bisa berakibat fatal alias menyebabkan kematian.

Gigi berlubang disebabkan oleh banyaknya bakteri yang berkembang biak di mulut Anda. Bakteri ini menghasilkan asam yang dapat mengikis lapisan gigi sehingga gigi menjadi berlubang. Semakin dalam pengikisan lapisan gigi terjadi atau semakin dalam gigi berlubang, maka semakin terasa menyakitkan.

Makan makanan manis dapat membuat gigi berlubang semakin parah. Hal ini karena gula yang menempel di gigi menjadi makanan bakteri. Karena itu, jumlah bakteri semakin banyak dan juga semakin banyak asam yang dihasilkan bakteri. Kondisi ini diperparah jika Anda jarang sikat gigi. Gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri, infeksi, sampai kehilangan gigi.

Periodontis (penyakit gusi)

Periodontitis merupakan infeksi gusi parah yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati. Selain bisa menyebabkan kerontokan gigi, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung. Tanda-tanda dan gejala periodontitis meliputi:

  • Pembengkakan gusi
  • Gusi berwarna merah terang atau keunguan
  • Gusi yang terasa nyeri saat disentuh
  • Gusi yang berkurang ketinggiannya sehingga, membuat gigi terlihat lebih panjang dari biasanya
  • Rongga terbentuk di antara gigi
  • Nanah di antara gigi dan gusi
  • Napas berbau
  • Rasa tidak sedap pada mulut
  • Gigi tanggal atau patah
  • Perubahan pada gigi saat menggigit.

Ada berbagai jenis atau golongan periodontitis. Periodontitis kronis adalah tipe yang paling umum, bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. Sedangkan periodontitis agresif biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau awal masa dewasa dan menyerang hanya sebagian kecil orang.

Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada gusi. Gejala-gejala dari kondisi ini meliputi:

  • Gusi yang bengkak
  • Perubahan warna gusi menjadi merah tua
  • Gusi yang rentan mengalami perdarahan, misalnya saat menyikat gigi
  • Bau mulut
  • Gusi yang mengerut

Gingivitis bisa menjadi kondisi yang ringan, Anda mungkin tidak menyadari jika Anda memiliki kondisi ini. Namun, penting untuk segera mengatasi gingivitis karena jika dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan periodontitis yang jauh lebih serius, mengakibatkan kehilangan gigi.

Penyebab utama dari gingivitis adalah kebersihan gigi dan mulut (oral) yang buruk. Kebiasaan kebersihan oral yang baik seperti menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, membersihkan dengan benang gigi setiap hari, dan melakukan pemeriksaan gigi rutin dapat membantu mencegah gingivitis.

Gusi yang sehat umumnya keras dan berwarna merah muda pucat. Apabila gusi Anda bengkak, merah kehitaman, dan mudah berdarah, Anda mungkin kena gingivitis.

Plak gigi

Plak gigi adalah adanya bakteri atau kotoran yang menempel dan hidup di dalam rongga mulut akibat sisa makanan pada gigi. Jika dibiarkan, plak pada gigi yang semula berwarna kuning akan semakin mengeras dan menghitam, sehingga akan terlihat seperti batu karang yang menempel pada gigi.

Beberapa kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan bisa jadi penyebab munculnya plak pada gigi Anda. Kebiasaan tersebut di antaranya adalah jarang menggosok gigi, terlalu sering konsumsi makanan manis, jarang makan sayuran dan buah, dan jarang kontrol ke dokter gigi untuk memeriksa kesehatan gigi secara rutin.

Jika dibiarkan, sisa makanan yang menumpuk dapat mengakibatkan pembusukan pada gigi, sehingga bakteri berkembang pada area tersebut dan dapat menimbulkan bau mulut dan radang gusi.

Erosi gigi

Erosi gigi adalah terkikisnya enamel gigi yang disebabkan oleh asam. Enamel adalah lapisan keras pelindung gigi, yang melindungi dentin yang sensitif. Apabila enamel terkikis, dentin di bawahnya akan terpapar, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas. Erosi gigi dapat disebabkan oleh:

  • Konsumsi minuman ringan berlebih (kadar fosfor dan asam sitrat yang tinggi)
  • Minuman dari buah (beberapa asam pada minuman dari buah lebih erosif daripada asam baterai)
  • Mulut kering atau air liur yang sedikit (xerostomia)
  • Makanan (tinggi akan gula dan pati)
  • Asam lambung
  • Gangguan pencernaan
  • Obat-obatan (aspirin, antihistamin)
  • Genetik (kondisi turunan)
  • Faktor lingkungan (gesekan, keausan, stres, dan korosi gigi)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Untuk senyuman yang indah dan sehat, kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga dengan baik. Hindari sakit gigi, dimulai dengan kebiasaan baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Mencegah asam penyebab gigi berlubang di mulut dapat membantu menjaga kesehatan mulut selama pandemi. Simak tips mudahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asam penyebab gigi berlubang di mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Picu Gigi Sensitif

Jarang mengganti sikat gigi bisa picu gigi sensitif, lho. Kok bisa? Berikut alasannya sekaligus tips mengatasi gigi sensitif.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
sikat gigi baru dan bekas
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit gigi atau gigi sakit

Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
cara mengobati sakit gigi

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
anatomi gigi manusia

Gambar Anatomi Gigi, Jenis-Jenis Gigi, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit