Uretra (Saluran untuk Mengeluarkan Air Kencing) Bisa Meradang! Apa Gejalanya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sakit atau nyeri saat buang air kecil atau mengalami keputihan yang tidak normal? Bisa jadi ini tanda dari uretritis. Apa itu uretritis? Apakah gejalanya hanya itu? Uretritis adalah peradangan dan pembengkakan pada uretra. Simak artikel ini untuk mengenalnya lebih jauh.

Uretritis adalah peradangan uretra

kebiri kimia nyeri saat buang air kecil lendir saat kencing

Uretritis adalah suatu kondisi di mana uretra menjadi meradang dan iritasi. Uretra adalah saluran yang membawa urine alias air kencing dari kandung kemih ke luar tubuh. Uretritis biasanya menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan Anda jadi bolak-balik buang air kecil.

Penyebab utama dari uretritis adalah infeksi bakteri. Beberapa kasus juga bisa disebabkan oleh virus atau bahan kimia yang juga dapat menjadi pemicu.

Uretritis berbeda dengan infeksi saluran kemih (ISK). Uretritis adalah peradangan di daerah uretra, sedangkan ISK adalah infeksi saluran kemih yang mana kemungkinan infeksi dapat terjadi sepanjang saluran kemih. Keduanya mungkin memiliki gejala yang hampir sama, tapi membutuhkan metode perawatan yang berbeda tergantung pada penyebabnya.

Uretritis dapat terjadi pada siapa pun dari segala usia, baik pria dan wanita. Namun, wanita memiliki peluang lebih besar daripada pria. Ini karena uretra pria yang merupakan ujung penis, jauh lebih panjang daripada wanita. Uretra seorang wanita lebih pendek, biasanya sepanjang 3-4 cm sehingga bakteri lebih mudah dan cepat masuk sampai ke uretra.

Apa saja tanda atau gejala uretritis?

cara mengatasi ejakulasi dini tanpa obat, cara alami mengatasi ejakulasi dini

Uretritis pada pria dan wanita memiliki gejala yang sedikit berbeda. Beberapa orang mungkin juga tidak menunjukkan gejala yang jelas, terutama pada wanita. Sementara pada pria, gejala uretritis mungkin tidak terlihat jika uretritis disebabkan oleh klamidia atau infeksi trikomoniasis. Karena alasan ini, penting untuk menjalani tes jika Anda telah terinfeksi penyakit menular seksual.

Berikut adalah gejala uretritis pada wanita:

  • Keputihan abnormal
  • Nyeri panggul dan perut
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sering buang air kecil
  • Demam dan kedinginan
  • Sakit perut
  • Gatal

Sementara pada pria, gejala uretritis adalah:

  • Darah dalam air seni atau air mani
  • Sakit saat ejakulasi
  • Keluar cairan putih dari penis
  • Sensasi panas saat buat air kecil
  • Penis membengkak, terasa gatal, dan sensitif
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di area selangkangan
  • Demam, tetapi jarang terjadi

Penyebab uretritis adalah…

penyakit menular seksual periksa bersama pasangan

Umumnya, sebagian besar penyebab uretritis adalah infeksi baik dari bakteri, virus, atau parasit. Namun, bakteri adalah penyebab yang paling umum.

Bakteri yang sama dapat menyebabkan infeksi kandung kemih dan ginjal juga dapat menginfeksi lapisan uretra. Bakteri yang ditemukan secara alami di daerah genital juga dapat menyebabkan uretritis jika masuk ke saluran kemih.

Bakteri yang menyebabkan uretritis dapat berupa uretritis gonococcal, yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, atau uretritis non-gonococcal (NGU), yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Mycoplasma genitalium.

Sedangkan virus yang paling umum menjadi penyebab uretritis adalah virus herpes simplex (HSV), human papillomavirus (HPV), dan cytomegalovirus (CMV).

Penyebab uretritis lainnya adalah:

  • Sindrom Reiter
  • Adenovirus
  • Ureaplasma urealyticum
  • Trichomonas vaginalis (parasit penyebab trikomoniasis)
  • Bakteri Escherichia coli (E. coli)

Menurut National Institutes of Health, uretritis juga dapat disebabkan oleh cedera atau peka terhadap bahan kimia yang digunakan dalam alat kontrasepsi, sabun, krim, dan spermisida.

Kerusakan yang disebabkan oleh gesekan saat berhubungan intim atau masturbasi juga dapat menyebabkan peradangan pada pria. Selain itu, uretritis dapat ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom. Jika seorang wanita memiliki infeksi vagina, ia dapat menyebarkannya ke pasangan pria.

Faktor risiko uretritis

pasangan seks

Orang yang lebih mungkin mengalami uretritis adalah seseorang yang memiliki riwayat penyakit kelamin dan terlibat dalam hubungan seksual yang berisiko tinggi (misalnya tidak pakai kondom, sering berhubungan intim sambil mabuk, atau gonta-ganti pasangan).

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases, seks oral mungkin menjadi faktor risiko untuk uretritis non-gonococcal (NGU). Uretritis tidak selalu ditularkan lewat seks, tetapi orang yang sering gonta-ganti pasangan seks lebih berisiko.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika (CDC) merekomendasikan bahwa setiap pasien yang didiagnosis dan dicurigai uretritis  harus menjalani tes untuk gonore dan klamidia. Ini akan memungkinkan orang untuk menginformasikan pasangannya, yang mungkin juga perlu diuji dan diobati. Itu juga dapat mendorong pasien untuk menjalankan pengobatan dengan tepat.

Apa pilihan perawatan untuk uretritis?

obat biduran

Perawatan untuk uretritis biasanya mencakup program antibiotik atau obat antivirus. Beberapa perawatan umum untuk uretritis antara lain:

  • azithromycin yang biasanya diminum sebanyak satu kali
  • doxycycline yang biasanya diminum dua kali sehari selama tujuh hari
  • erythromycin yang dapat diberikan secara oral, empat kali sehari selama tujuh hari
  • ofloxacin yang diminum dua kali sehari selama tujuh hari
  • levofloxacin yang biasanya diminum sekali sehari selama tujuh hari

Jika penyakit menular seksual menyebabkan infeksi, penting bagi semua pasangan seksual melakukan tes penyakit kelamin dan mematuhi tindakan pencegahan yang dianjurkan dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 18, 2018 | Terakhir Diedit: September 10, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca