3 Tanda Utama yang Terlihat Ketika Kulit Terlalu Sering Dieksfoliasi (Scrubbing)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu kesalahan terbesar yang tak banyak disadari orang saat merawat kulit wajahnya adalah terlalu sering eksfoliasi. Eksfoliasi memang penting untuk membersihkan pori dan mengangkat sel-sel kulit mati di wajah. Akan tetapi, eksfoliasi juga tidak boleh terlalu sering. Alih-alih membersihkan, eksfoliasi yang terlalu sering justru bisa memicu masalah baru di kulit. Yuk kenali tanda saat kulit terlalu sering eksfoliasi agar Anda tak kebablasan.

Harus seberapa sering eksfoliasi wajah?

Eksfoliasi

Mary P. Lupo, MD., FAAD., seorang dosen kulit klinis di Tulane University School of Medicine, New Orleans, menyatakan rutinitas eksfoliasi mungkin berbeda pada tiap orang.

Artinya, seberapa sering seseorang harus mengeksfoliasi kulitnya tidak bisa disamaratakan. Semuanya tergantung pada jenis kulit masing-masing dan jenis perawatan yang digunakan.

Orang dengan kulit berminyak dan tebal bisa melakukan eksfoliasi sekali sehari. Namun, untuk yang berkulit kering eksfoliasi hanya boleh dilakukan 1 sampai 2 kali seminggu.

Semakin keras bahan kandungan produk atau jenis metode eksfoliasinya, Anda semakin tidak boleh sering-sering melakukannya.

Tanda-tanda kulit yang terlalu sering eksfoliasi

obat jerawat milk of magnesia

Banyak orang mungkin tak sadar sudah melakukan eksfoliasi terlalu sering dalam seminggu ini. Oleh karena itu, penting untuk tahu tanda-tanda yang muncul saat kulit terlalu sering dieksfoliasi. Berikut tanda-tanda yang tak boleh diabaikan:

Kulit terlalu ketat dan dahi sangat berkilau

Jangan senang dulu melihat kulit wajah yang kencang dan bercahaya. Ini tidak selalu berarti baik, lho!

Ketika wajah sudah terlalu terasa kencang, ketat, dan kesat, tandanya Anda sudah keseringan eksfoliasi. Begitu pula dengan kulit wajah terutama dahi yang tampak sangat berkilau, seperti hampir bisa dipakai bercermin.

Kulit wajah yang kencang seperti tertarik dengan tesktur seperti lilin tandanya minyak alami di kulit sudah hilang. Kondisi ini sebenarnya menandakan kulit yang sangat kering dan tipis akibat terlalu sering eksfoliasi. Jika terus dibiarkan kulit bisa retak dan mengelupas. 

Kulit yang sehat adalah yang terlihat lembap, tidak kering, tidak tipis, atau tidak terlihat seperti dilapisi lilin yang licin.

Kulit wajah kemerahan

Terlalu sering eksfoliasi juga bisa membuat kulit mengalami bengkak kemerahan. Baik eksfoliator fisik seperti scrub atau kimia seperti cairan atau krim keduanya sangat mungkin mengakibatkan hal ini terjadi.

Ketika eksfoliasi dilakukan terlalu sering, penghalang alami kulit menjadi rusak sehingga mengalami peradangan.

Efeknya, kulit wajah terlihat kemerahan dan membengkak yang akan terasa perih, sakit, dan seperti terbakar. Selain itu, kulit wajah juga tak jarang mengelupas, kering, dan bersisik.

Jerawat

Jangan salah, jerawat ternyata bisa jadi tanda terlalu sering eksfoliasi. Mengapa bisa begitu? Karena ketika Anda melakukannya terlalu berlebihan semua sel kulit sehat yang harusnya melindungi kulit justru hilang.

Akibatnya, kulit menjadi terlalu sensitif sehingga mudah terpapar kotoran dan bakteri penyebab jerawat. Biasanya jerawat kecil menjadi tanda saat Anda terlalu sering melakukan eksfoliasi.

Lantas, bagaimana cara tahu jerawat yang muncul adalah akibat dari terlalu sering eksfoliasi? Cara mengenalinya cukup mudah. Biasanya jerawat muncul ketika Anda sedang tak mencoba produk baru atau makan sembarangan.

Selain itu, produk-produk yang tadinya tidak memberikan sensasi negatif di wajah saat dipakai malah membuat kulit perih. Padahal Anda menggunakan produk yang sama dengan cara yang sama pula.

Ketika kulit sudah berlebihan dieksfoliasi, segera hentikan kebiasaan ini. Gunakan produk berbahan ringan untuk merawatnya agar kulit tidak semakin iritasi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca