Kalau Mau Sedot Lemak, Harus ke Dokter Apa, Ya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Salah satu cara cepat untuk menurunkan berat badan adalah dengan sedot lemak. Tidak hanya itu, sedot lemak juga berfungsi untuk mengatasi masalah kesehatan, salah satunya adalah obesitas. Namun, tidak jarang orang merasa kebingungan jika hendak melakukan prosedur kesehatan ini, harus ke dokter apa jika ingin sedot lemak?

Dokter bedah plastik, menangani sedot lemak

Dokter bedah plastik adalah dokter yang dapat melakukan prosedur bedah yang dapat membantu mengembalikan bentuk dan fungsi tubuh yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan.

Nah, sedot lemak adalah salah satu prosedur yang bisa mengubah bentuk tubuh Anda dalam waktu yang cukup singkat. Maka itu, jika Anda ingin sedot lemak, Anda harus ke dokter bedah plastik.

Tak cuma itu, prosedur kesehatan yang dapat dilakukan oleh dokter bedah plastik meliputi:

  • operasi pembentukan payudara, termasuk setelah kanker
  • operasi pembentukan kepala dan leher
  • operasi luka bakar akibat kecelakaan atau kekerasan
  • operasi bibir sumbing
  • operasi kanker jaringan lunak dan kanker kulit

Atau operasi lain yang berkaitan dengan kecantikan, seperti:

  • operasi membesarkan atau mengecilkan payudara
  • operasi lipatan mata
  • sedot lemak
  • operasi wajah

Perlukah saya sedot lemak?

cara operasi biaya sedot lemak

Biasanya, dokter akan menyarankan sedot lemak jika usaha lain, seperti diet ketat dan olahraga tidak kunjung bisa menurunkan berat badan Anda.

Agar bisa melakukan prosedur ini, Anda harus sedang dalam keadaan sehat atau tidak memiliki penyakit yang dapat mempersulit proses operasi, seperti mengidap penyakit jantung koroner atau memiliki sistem imun yang lemah.

Biasanya, area-area pada tubuh yang membutuhkan prosedur ini adalah:

  • Abdomen alias perut
  • Lengan bagian atas
  • Area pantat
  • Betis dan pergelangan kaki
  • Dada dan punggung
  • Pinggang dan paha
  • Dagu dan leher

Prosedur sedot lemak dilakukan saat sel lemak dalam tubuh Anda membesar dan bertambah banyak. Umumnya, hal ini dipicu oleh kenaikan berat badan. Oleh sebab itu, prosedur ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sel lemak pada area-area yang telah disebutkan di atas. Jumlah lemak yang dihilangkan melalui proses ini tergantung pada jumlah lemak pada tiap-tiap area.

Selain itu, prosedur ini biasanya juga digunakan untuk mengecilkan payudara, atau penyembuhan dari ginekomastia, yaitu pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria.

Jenis-jenis sedot lemak

operasi sedot lemak

Setelah dokter menyarankan Anda untuk sedot lemak, maka tahap selanjutnya dokter juga akan menganjurkan jenis prosedur yang sesuai. Pasalnya sedot lemak punya berbagai macam jenis, yaitu:

1. Tumescent liposuction

Teknik ini adalah teknik yang paling sering dilakukan saat melakukan prosedur sedot lemak. Dokter bedah untuk sedot lemak akan menyuntikkan larutan steril ke area yang akan mendapatkan tindakan.

Larutan ini terdiri dari saline, atau air garam yang berfungsi untuk memaksimalkan lemak yang akan tersedot. Jangan cemas, larutan ini juga mengandung obat anestesi yang dapat menghilangkan nyeri ketika prosedur dilakukan.

Sehingga larutan tersebut akan memudahkan proses penyedotan lemak tanpa harus menghilangkan banyak darah dan menimbulkan rasa sakit. Nantinya, dokter akan memasukkan pipa kecil ke dalam tubuh Anda yang disebut kanula. Benda ini berfungsi untuk menghubungkan tubuh Anda dengan penyedot lemak dan cairan yang nantinya akan menyedotnya keluar dari tubuh.

2. Ultrasound-assisted liposuction

Prosedur ini dilakukan dengan cara sang dokter bedah memasukkan batangan logam ke dalam kulit Anda. Tujuannya, batang kecil ini akan memancarkan energi ultrasonik ke dalam tubuh Anda. Teknik ini menghancurkan dinding sel lemak dan memecahkan lemaknya agar mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Metode ini termasuk metode yang patut dicoba jika hendak melakukan prosedur kesehatan ini, sebab metode ini dapat meningkatkan kondisi kulit setelah sedot lemak dan mengurangi risiko kulit terluka dari prosedur ini.

3. Laser-assisted liposuction

Teknik sedot lemak yang satu ini menggunakan sinar laser untuk memecahkan lemak, sehingga lebih mudah jika hendak dikeluarkan. Dalam pelaksanaannya, dokter akan memasukkan laser ke dalam tubuh dengan cara memotong sedikit kulit Anda.

Selanjutnya, sinar ini akan mengumpulkan atau menyatukan sisa-sisa lemak yang masih tertinggal. Setelah itu, sisa-sisa lemak yang telah terkumpul dikeluarkan melalui kanula.

4. Power-assisted liposuction

Sedot lemak yang satu ini menggunakan kanula yang dapat bergerak-gerak dengan cepat, ke depan dan ke belakang. Gerakan tersebut memudahkan sang dokter bedah untuk mengeluarkan lemak dalam waktu singkat.

Teknik ini terkadang terasa tidak menyakitkan dan biasanya digunakan saat jumlah lemak yang ingin Anda keluarkan dari dalam tubuh cukup banyak, atau jika Anda pernah melakukan prosedur sedot lemak sebelumnya.

Apa yang terjadi setelah saya sedot lemak?

Setelah prosedur sedot lemak dilakukan, area-area yang mendapatkan perlakuan dari prosedur ini akan mengecil dan hasilnya bersifat permanen, asalkan Anda dapat menjaga berat badan Anda agar tetap stabil. Namun, sedot lemak juga dapat memberikan dampak pada kulit Anda.

Jika Anda memiliki kulit yang tebal dan elastis, maka kulit Anda akan tetap terlihat halus dan lembut. Namun, jika kulit Anda cenderung tipis dan tidak elastis, maka kulit di area yang mendapatkan perlakuan prosedur ini, memiliki kemungkinan akan terlihat kendur atau longgar.

Meski prosedur ini  dapat mengurangi jumlah lemak di dalam tubuh Anda, prosedur ini tidak dapat menghilangkan kerutan-kerutan yang muncul pada tubuh Anda, biasanya pada wanita, kerutan-kerutan ini akan muncul setelah Anda melahirkan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca