home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Risiko dan 7 Komplikasi Akibat Efek Samping Sedot Lemak

Risiko dan 7 Komplikasi Akibat Efek Samping Sedot Lemak

Sedot lemak (liposuction) yaitu cara instan menghilangkan timbunan lemak dalam tubuh. Metode ini juga sekaligus membantu memperbaiki bentuk tubuh. Meski terbilang aman, ada sejumlah efek samping dari sedot lemak. Simak selengkapnya di sini.

Efek samping sedot lemak

sedot lemak

Sebagai salah satu operasi yang cukup serius, sedot lemak dapat memiliki sejumlah risiko dan efek samping. Metode menghilangkan lemak ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang pada kesehatan.

Itu sebabnya, Anda perlu bertanya kepada dokter untuk menjelaskan semua potensi dari bahaya sedot lemak. Di bawah ini beberapa risiko masalah kesehatan yang terjadi, baik pada saat maupun setelah prosedur sedot lemak dilakukan.

Risiko selama proses sedot lemak berlangsung

Pada saat sedot lemak dilakukan, ada berbagai kemungkinan masalah kesehatan yang dapat terjadi, di antaranya:

  • cedera akibat organ dalam tertusuk alat penyedot,
  • komplikasi anestesi,
  • luka bakar dari alat operasi, seperti ultrasound probes,
  • kerusakan saraf, hingga
  • syok.

Bahkan, liposuction juga memiliki risiko kematian meski kasusnya cukup jarang. Kematian akibat sedot lemak berpotensi terjadi ketika jenis anestesi yang dilakukan yaitu lidocaine dan dicampur ke cairan infus.

Lidocaine dapat menurunkan denyut jantung sehingga tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Selain itu, suntikan cairan yang diberikan dalam jumlah banyak berisiko menyebabkan penumpukan cairan dalam paru (edema paru).

Akibatnya, Anda kesulitan bernapas hingga mengalami penurunan jumlah oksigen. Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan hingga bisa mengakibatkan kematian.

Komplikasi setelah liposuction

operasi sedot lemak

Sebenarnya, komplikasi akibat sedot lemak dapat dihindari. Tidak hanya itu, berbagai masalah kesehatan di bawah ini juga cukup jarang terjadi setelah liposuction dilakukan. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui agar Anda lebih waspada.

1. Edema

Edema atau pembengkakan termasuk salah satu efek samping yang paling sering diantisipasi usai menjalani sedot lemak. Kondisi ini merupakan reaksi normal jaringan tubuh terhadap trauma dari kanula (pipa kecil penyedot lemak).

Edema akibat liposuction bisa diatasi dengan penggunaan kompresi selama 4 – 6 minggu. Umumnya, gejala edema akan terlihat 24 – 48 jam setelah operasi dan akan terus berkembang selama 10 – 14 hari pertama.

Anda mungkin akan merasa benjolan tersebut agak lembut tanpa tanda-tanda peradangan. Setelah itu, sisa cairan, serum, dan lemak yang terurai akan diserap tubuh sehingga pembengkakan berubah menjadi lebih keras.

Bila edema disertai rasa sakit yang bertahan lebih dari 6 minggu, kondisi ini mungkin terjadi akibat adanya luka bakar internal. Jika hal ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

2. Seroma

Seroma yaitu penumpukan cairan bening pada luka pada daerah yang disedot. Masalah ini mungkin disebabkan oleh trauma jaringan yang berlebihan dan dipicu oleh kerusakan jaringan fibrosa (jaringan ikat) yang luas.

Kerusakan jaringan tersebut mengarah ke pembentukan rongga tunggal yang mungkin terjadi akibat adanya masalah pada limfatik. Sistem limfatik tubuh terdiri atas kelenjar getah bening dan pembuluh darah yang membawa cairan limfatik.

Pembentukan seroma juga dapat terjadi karena pakaian kompresi pada pasien tidak pas. Selain itu, kebiasaan melepaskan pakaian tersebut dan memakainya kembali berulang kali juga berkontribusi terhadap efek samping dari sedot lemak ini.

3. Hematoma

Hematoma yaitu penumpukan darah abnormal di luar pembuluh darah atau biasa disebut memar. Kemunculan memar setelah operasi merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh diabaikan.

Itu sebabnya, pemeriksaan kesehatan sebelum operasi perlu dilakukan, seperti tes darah dan tes fungsi hati untuk mencegah hematoma. Anda juga disarankan berhenti merokok dan mengonsumsi obat-obatan, seperti aspirin dan obat NSAID.

Kabar baiknya, bahaya dari sedot lemak ini bisa dihindari. Pasalnya, dokter menggunakan alat yang mengandung adrenalin dan mikro-kanula dengan ujung yang tumpul guna mencegah perdarahan.

4. Infeksi

Sebenarnya, kasus infeksi setelah menjalani liposuction cukup jarang terjadi, yaitu kurang dari 1%. Namun, masalah ini tetap dapat terjadi akibat adanya hematoma pada jaringan subkutan yang terinfeksi bakteri.

Infeksi juga berisiko terjadi pada pasien yang tidak mengontrol diabetesnya dengan baik saat liposuction. Oleh karena itu, pasien diabetes harus mengontrol kadar gula darah dan glikemik dengan baik sebelum operasi guna menghindari kondisi ini.

5. Kulit mengendur

Efek samping lainnya dari sedot lemak yaitu kulit mengendur. Kulit pada area tertentu rentan melemah setelah liposuction. Kulit yang mengendur mungkin disebabkan jumlah lemak yang disedot serta kurangnya penarikan kulit yang optimal.

Area kulit yang rentan terhadap kondisi ini meliputi:

  • perut,
  • lengan, dan
  • paha.

6. Perubahan warna kulit

Perubahan warna kulit atau hiperpigmentasi kulit setelah sedot lemak dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • tekanan pada pakaian kompresi,
  • gesekan berlebihan pada area sayatan,
  • paparan sinar matahari, hingga
  • penggunaan obat-obatan, seperti minocycline dan pil kontrasepsi.

Itu sebabnya, pakaian kompresi setelah operasi perlu diperiksa secara berkala. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk selalu menggunakan produk tabir surya dan menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan.

7. Risiko lainnya

bekas operasi usus buntu

Selain keenam komplikasi usai menjalani sedot lemak yang telah disebutkan, ada berbagai masalah kesehatan lainnya yang bisa terjadi, yakni:

  • nekrosis kulit (kematian sel-sel kulit),
  • gumpalan lemak,
  • penyakit jantung dan penyakit ginjal,
  • hipotermia,
  • kehilangan darah,
  • trombosis vena dalam (DVT),
  • bekas luka,
  • masalah pada bentuk dan kontur tubuh, hingga
  • kulit tampak bergelombang.

Pada dasarnya, efek samping dari liposuction bisa dihindari dengan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum operasi. Selain itu, Anda juga diharapkan mengikuti anjuran dari dokter agar tidak terjadi komplikasi yang berisiko terjadi.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dixit, V. V., & Wagh, M. S. (2013). Unfavourable outcomes of liposuction and their management. Indian journal of plastic surgery : official publication of the Association of Plastic Surgeons of India, 46(2), 377–392. https://doi.org/10.4103/0970-0358.118617. Retrieved 24 February 2021. 

What are the risks of liposuction?. (n.d). American Society of Plastic Surgeons. Retrieved 24 February 2021, from https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/liposuction/safety 

Liposuction. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 24 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liposuction/about/pac-20384586 

Mandal, A. (2019). Liposuction Complications. Retrieved 24 February 2021, from https://www.news-medical.net/health/Liposuction-Complications.aspx 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 16/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x