Memiliki tubuh tinggi adalah idaman banyak lelaki. Pasalnya, badan tinggi besar mencerminkan kejantanan dan dominasi, dua karakteristik yang dianggap bisa menjadi daya tarik bagi lawan jenis. Tapi di sisi lain, pria bertubuh tinggi ternyata berpeluang lebih besar untuk meninggal akibat kanker prostat ganas daripada pria yang bertubuh pendek. Waduh! Apa alasannya?

Semakin tinggi badan seorang pria, semakin besar risikonya terkena kanker prostat ganas

Setelah kanker paru, kanker prostat adalah jenis kanker yang paling umum ditemukan pada pria. Berdasarkan laporan Infodatin Kemenkes RI, ada kurang lebih 25 ribu pria Indonesia yang terkena kanker prostat per tahun 2013.

Nah menurut sebuah studi baru dari Oxford University yang diterbitkan di BMC Medicine, pria bertubuh tinggi dilaporkan berisiko lebih besar untuk meninggal akibat kanker prostat ganas daripada pria yang bertubuh pendek.

Setiap 10 sentimeter tambahan pada tinggi pria meningkatkan risikonya untuk terkena kanker prostat ganas sebesar 21 persen. Penelitian ini juga menemukan bahwa risiko kematian pria akibat kanker agresif ini meningkat 17 persen per 10 sentimeter tinggi badan. Temuan ini disimpulkan setelah mengamati data dari hampir 150 ribu partisipan pria kulit putih.

Risikonya akan lebih tinggi jika pria berbadan tinggi dan juga obesitas

Selain tinggi, berat badan yang lebih besar juga terkait dengan risiko kanker prostat ganas yang lebih besat. Setiap tambahan 10 cm pada lingkar pinggang dikaitkan dengan peluang 13 persen lebih besar terkena kanker prostat kelas tinggi dan berisiko 18 persen lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit ini. Sederhananya, semakin tinggi dan semakin besar ukuran tubuh seorang pria, peluangnya untuk terkena kanker prostat ganas akan semakin tinggi pula.

Ini bukan pertama kalinya ukuran dan postur tubuh besar dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Penelitian terdahulu terbitan New England Journal of Medicine juga menemukan bahwa obesitas merupakan faktor risiko yang besar untuk berbagai jenis kanker, termasuk kanker prostat.

Periset mengatakan bahwa kanker prostat cenderung lebih mematikan pada pria yang kelebihan berat badan atau obesitas. Meski tidak jelas mengapa obesitas sangat terkait erat dengan kanker, para periset berpendapat bahwa obesitas dapat menyebabkan peradangan kronis di seluruh tubuh sehingga mengganggu kadar hormon.

Selain itu, pria yang obesitas memiliki konsentrasi antigen prostat yang lebih rendah dan cenderung memiliki prostat yang lebih besar. Ini menyebabkan kanker lebih sulit untuk dideteksi sehingga kemungkinan besar akan ditemukan terlambat, pada stadium akhir yang mematikan.

Kenapa tinggi dan ukuran badan pria berpengaruh pada risiko kanker prostat?

Belum jelas apa alasan pastinya di balik kaitan antara tubuh tinggi dan peningkatan risiko pria mengalami kanker prostat ganas.

Namun postur badan yang tinggi besar telah lama dianggap sebagai tanda bahwa seseorang telah melewati proses pertumbuhan yang pesat — terkait dengan pemenuhan nutrisi di awal masa pertumbuhan dan pubertas dini. Hormon dan makanan tertentu yang mendorong pertumbuhan di masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko pria terhadap kanker prostat.

Di samping itu, peneliti percaya bahwa pria yang berbadan tinggi besar memliki lebih banyak sel dalam tubuhnya secara keseluruhan, begitu pula dengan volume prostat yang lebih besar, sehingga lebih rentan terhadap mutasi sel penyebab kanker.

Tapi tentu tak semua pria bertubuh tinggi besar pasti berisiko sama besar untuk menghadapi kematian akibat kanker prostat ganas. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan menghindari atau berhenti merokok digadang menjadi langkah-langkah menurunkan risiko kanker prostat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca