Suka Menjambak Atau Menarik-narik Rambut? Kenali Gangguan Psikologis Trikotilomania

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang November 24, 2017
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah secara tak sadar menjambak atau menarik-narik rambut saat sedang stres atau cemas. Atau,  Anda sendiri pernah menyaksikan orang terdekat Anda sering melakukan hal ini? Meskipun kesannya sepele, kebiasaan ini sebenarnya tidak baik, lho. Kebiasaan yang dikenal dengan istilah trikotilomania ini bahkan tergolong sebagai gangguan psikologi. Yuk, cari tahu lebih jauh dalam ulasan berikut ini.

Apa itu trikotilomania?

Trikotilomania adalah sebuah kondisi psikologis yang membuat seseorang mencabuti rambut di tubuhnya, seperti rambut di kulit kepala, alis, dan bulu mata. Trikotilomania ditandai dengan kebutuhan mendesak yang muncul tanpa disadari dan tidak bisa dikendalikan untuk melakukan perilaku tersebut secara berulang.

Hasrat mencabuti rambut ini pada umumnya dipicu oleh stres, kegelisahan, dan kecemasan yang dialami orang tersebut. Orang-orang yang mempunyai trikotilomania merasa harus menjambaki rambutnya secara berulang, atau jika tidak sesuatu yang buruk akan terjadi. Perilaku kompulsif ini adalah “terapi” bagi diri mereka untuk mengurangi kegelisahan dan stres akibat obsesi tersebut. Setelah mencabut rambut, mereka akan merasa lega.

Trikotilomania bisa merusak rambut dan menyebabkan rambut botak karena terlalu sering ditarik. Kondisi ini juga menimbulkan perasaan negatif, seperti malu dan merasa bersalah. Beberapa orang dengan trikotilomania juga mengalami depresi atau kecemasan.

Apa yang menyebabkan trikotilomania?

Penyebab pasti dari trikotilomania belum banyak diketahui. Namun, kondisi ini diduga berhubungan dengan kelainan pada jalur-salur saraf di otak yang mengatur emosi, gerakan, pembentukan kebiasaan, dan pengendalian diri terhadap dorongan tertentu.

Selain itu, diduga trikotilomania berkaitan dengan perubahan tingkat hormon. Pasalnya, kasus ini banyak terjadi pada remaja yang sedang mengalami masa puber. Selain itu, kondisi ini juga mungkin berkaitan dengan rendahnya kadar serotonin.

Mengenal gejala-gejala trikotilomania

Perhatikan gejala-gejala umum yang mungkin Anda alami bila Anda punya kondisi psikologis ini.

  • Merasa amat stres dan tegang sebelum menarik rambut atau saat mencoba untuk menahan keinginan menarik rambut.
  • Merasa lega, puas, atau senang setelah menarik rambut.
  • Sering memeriksa akar rambut, memutar-mutar rambut, menarik rambut dengan gigi, mengunyah rambut, dan memakan rambut (tricophagia).
  • Terdapat bagian bagian botak di kepala atau bagian lainnya seperti alis.
  • Memiliki gangguan atau masalah di tempat kerja, sekolah, atau dalam situasi sosial yang berkaitan dengan seringnya menarik rambut.
  • Rambut tidak beraturan, ada bagiannya yang lebih pendek, menipis, botak, atau di bagian alis ada bagian yang menipis, atau bulu mata ada yang sudah dicabut menjadi berbeda antara bulu mata kanan dan kiri.

Apakah kondisi ini bisa sembuh?

Sama seperti gangguan jiwa lainnya, perilaku kompulsif dari trikotolomania bisa diatasi dan dipulihkan dengan penanganan medis yang tepat. Misalnya dengan psikoterapi, konseling, dan obat yang diresepkan dokter. Pada beberapa kasus, pemberian obat antidepresan jenis Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) efektif bekerja dengan cukup ampuh.

Pengobatan medis di luar psikoterapi dan terapi rumahan juga bisa dianjurkan oleh dokter untuk mengatasi rambut rontok atau memperbaiki kebotakan yang diakibatkan oleh “kebiasaan” menjambaki rambut ini.

Bila Anda mencurigai Anda memiliki kondisi ini, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mencari pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan Mei 9, 2020

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

10 Cara Merawat Rambut Keriting agar Mudah Diatur

Rambut keriting rentan kering dan kusut hingga sulit diatur. Oleh karena itu, rambut keriting perlu perawatan khusus. Bagaimana merawat rambut keriting?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 19, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 12, 2020