Penyakit tuberkulosis (TB atau TBC) adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Hingga saat ini, penyakit TBC bisa menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Nah, para petugas kesehatan di seluruh dunia menganjurkan mereka yang telah didiagnosis dengan TB aktif untuk periksa HIV/ AIDS. Jadi, jika Anda didiagnosis dengan TB, namun setelah pengobatan tidak ada perbaikan atau tidak sembuh maka sebaiknya Anda tes HIV dulu. 

Mengapa penting dites HIV jika punya TB aktif?

Pada beberapa kasus, penderita TB ternyata juga diketahui menderita HIV terlebih dahulu. Pasalnya, infeksi HIV adalah faktor risiko yang cukup besar mengapa Anda bisa sampai terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, pada hampir 60 persen kasus TB, HIV tidak terdeteksi dan bahkan tidak diobati. Akibatnya, pada tahun 2015 ketika WHO mengumpulkan data, sebanyak 390.000 kasus kematian terjadi pada orang dengan TB dan HIV.

Maka, pentingnya dilakukan tes HIV agar Anda dapat menjalani perawatan yang sesuai untuk mencegah sistem imun Anda semakin buruk.

Apa hubungannya TB dengan HIV?

Hubungan antara kedua penyakit ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (imun) yang bertugas untuk melawan infeksi. HIV merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh (AIDS). Ini karena HIV membuka pintu bagi infeksi lain untuk masuk ke tubuh Anda sehingga mudah terkena penyakit, termasuk TB.

Akan tetapi, Anda mungkin tidak langsung merasakan gejala-gejala penyakit HIV/ AIDS karena penyakit ini belum menyerang tubuh Anda cukup parah. Karena itu, Anda tidak menyadari kalau Anda punya penyakit ini.

Saat terkena HIV, sistem kekebalan tubuh Anda akan melemah sehingga bakteri penyebab TB yang masuk ke dalam tubuh menjadi aktif. Ini menyebabkan tubuh kesulitan untuk menyerang bakteri tuberkulosis. Jadi, serangan TB sebenarnya bisa jadi adalah salah satu gejala infeksi HIV yang terselubung. 

Kapan saya harus tes HIV?

Bila Anda menderita TB yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, Anda dianjurkan sesegera mungkin melakukan tes HIV. Pasalnya, TB yang tak kunjung sembuh bisa disebabkan oleh gangguan imun akibat infeksi HIV sehingga tubuh tidak mampu melawan bakteri penyebab TB. 

Tes HIV seperti apa yang perlu saya jalani?

Anda cukup melakukan tes darah untuk HIV. Anda dapat melakukannya di puskesmas atau rumah sakit kepercayaan Anda. 

Apa saja pengobatan yang harus saya lakukan bila saya positif HIV?

Pengobatan TB pada penderita HIV harus dilakukan segera karena kategori pengobatan TB tidak dipengaruhi oleh status HIV pasien. Pemberian antiretroviral (ARV) dapat dimulai setelah pengobatan TB (antara 2 hingga 8 minggu). Terdapat dua kondisi yang terjadi pada pengobatan TB-HIV:

1. Pengobatan TB yang belum mendapatkan pengobatan ARV

Pengobatan TB dapat segera dimulai jika pasien belum mendapatkan pengobatan ARV. Teruskan pengobatan TB jika pasien sudah diberi OAT hingga tercapai toleransi. Setelah itu, diberikan pengobatan ARV.

2. Pengobatan TB yang sedang dalam pengobatan ARV

Pengobatan TB pada pasien dalam pengobatan ARV sebaiknya direncanakan oleh petugas terlatih TB-HIV di RS. Alasan utama dilakukan oleh petugas terlatih adalah kemungkinan terjadinya interaksi obat (rifampisin dengan beberapa golongan ARV), adanya immune reconstitution inflammatory syndrome (IRIS), dan gagal pengobatan ARV.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca