5 Mitos Kanker Prostat yang Sudah Tidak Perlu Anda Percaya Lagi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Banyak mitos kanker prostat yang beredar di masyarakat seringkali menyesatkan. Semakin Anda memercayai mitos-mitos yang belum terbukti secara ilmiah ini, semakin sulit pula Anda menemukan fakta yang sebenarnya. Yang ada, hal ini justru memperkecil peluang kesembuhan Anda dari kanker itu sendiri.

Untuk meluruskan informasi-informasi yang keliru, berikut adalah berbagai mitos kanker prostat yang sudah tidak perlu Anda percaya lagi.

Beberapa mitos kanker prostat yang sudah dibantah oleh dunia medis

1. Kanker prostat hanya dialami pria usia lanjut

Salah. Kanker prostat memang jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun, karena salah satu faktor risikonya memang adalah usia tua. Namun, tidak menutup kemungkinan pria usia produktif juga bisa terkena kanker prostat.

Risiko pria terkena kanker prostat di usia muda bisa meningkat karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan begadang, jarang olahraga, dan berat badan berlebih akibat pola makan yang buruk. Sel kanker prostat yang muncul di usia produktif dapat muncul hanya seukuran kacang kenari, dan makin membesar serta menimbulkan beragam keluhan seiring bertambahnya usia.

Oleh karena itu, pria harus tetap selalu mewaspadai faktor risiko dan mendeteksi gejala kanker prostat sejak dini.

2. Sering ejakulasi memicu kanker prostat

Salah. Pria yang sering ejakulasi justru berisiko lebih rendah untuk mengalami kanker prostat. Penelitian yang dilakukan oleh Harvard’s Health Professionals menunjukkan bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan berisiko 33 persen lebih rendah terhadap kanker prostat daripada pria yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali dalam sebulan.

Prostat adalah organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi air mani. Semakin jarang Anda berejakulasi, maka semakin banyak zat karsinogen yang menumpuk dalam sperma dan/atau air mani.

3. Jarang bercinta tingkatkan risiko kanker prostat

Berhubungan seks secara teratur justru dapat menghindari Anda dari kanker yang menakutkan bagi para pria ini.

Dilansir dari Daily Mail, aktivitas seksual memiliki efek perlindungan terhadap kanker prostat. Prostat berfungsi untuk menyusun 30 persen dari cairan mani atau sperma dan mengeluarkan cairan mani.

Bila seorang pria sering melakukan hubungan seksual, artinya banyak air mani yang keluar. Keluarnya air mani bisa menjadi salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan prostat dari zat-zat yang tidak diperlukan dan mungkin menyebabkan penyakit dalam jangka panjang.

4. Pria yang sudah menjalani vasektomi berisiko tinggi kena kanker prostat

Salah. Mitos ini menyebabkan timbulnya keraguan pada sebagian besar pria dalam memutuskan untuk vasektomi. Ditakutkan, metode kontrasepsi permanen ini menyebabkan pria lebih berisiko terkena kanker prostat.

Anggapan ini berawal dari penelitian yang menyatakan bahwa vasektomi meningkatkan risiko tumor prostat sebesar 10 persen dan 20 persen risiko kanker prostat yang fatal. Namun, setelah diteliti lebih lanjut oleh berbagai penelitian yang lebih baru, risiko ini tidak terbukti.

Salah satunya adalah penelitian asal University of Toronto yang melibatkan hampir 2.000 pria yang menjalani vasektomi. Hasilnya hanya ditemukan 50 pria yang meninggal karena kanker prostat.

Artinya, vasektomi tidak terbukti meningkatkan risiko seorang pria terhadap kanker prostat.

5. Kanker prostat tidak dapat dicegah atau disembuhkan

Salah. Berkembangnya mitos ini justru semakin memperparah keadaan. Pada kenyataannya, kanker dikatakan sebagai penyakit gaya hidup. Mencegah kanker prostat dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjauhkan diri dari faktor risiko.

Anda disarankan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan daging merah. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi tomat dan kacang kedelai serta rajin berolahraga untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca